Tips Praktis Merajut

Bismillah

Tips Praktis Merajut - Suka ngrajut? Tapi masih merasa kurang nyaman karena benangnya ruwet, bola benang suka ngglundhung ke sana ke mari, atau suka kehilangan jejak ditengah project rajutan karena lupa menghitung tusukan? hehe... ini problem biasa bagi perajut. Wajar gitu loh. Apalagi yang pemula seperti saiah..: p


Bagi perajut pemula ini ada beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan biar pas merajut nanti nggak kerepotan sendiri. Apa aja? ^ ^



1. Miliki Buku Catatan/ Notebook Khusus Pola.
Kadang ketika mengikuti petunjuk pola rajutan di buku ada yang terasa "ngganjel", kurang gimana gitu. Nah, dengan memiliki buku catatan khusus pola kamu bisa corat-coret "grand design" project kamu sekaligus mencatat hal-hal tambahan yang kamu temui selama merajut dengan pola tersebut. Jangan lupa untuk mencantumkan judul project, nama designer asli, halaman (kalau dari buku), edisi tahun (majalah/ e-magz), atau url link website jika pola dari internet. Dengan menulis secara detil, kamu bisa melacak pola yang kamu contek tadi sekaligus bisa kamu pelajari ulang jika suatu saat membuat project yang sama. Notebook alias buku catatan ini tentunya item yang sangat membantu  :)

Baca Juga: Bosan? Remake Stash Yarn Aja

2. Sedia Tas Plastik sebelum Kotor
Lho, maksudnya apa nih? :p
Kadang pas merajut project dengan potongan yang banyak, seperti baju misalnya, atau potongan granny untuk bikin tas, suka gampang kotor. Hal ini bisa diatasi dengan menyediakan tas-tas plastik (kresek juga boleh) untuk menyimpan potongan-potongan yang udah jadi. Sehingga hasilnya nanti tetap bersih.

Note: Pakailah kantung kertas, tas plastik, kresek yang bersih dan tidak berbau. Agar rajutan di dalamnya tidak berubah sifatnya, warna/ baunya.

3. Simpan Jarum di Tempat yang Aman
Menyimpan jarum rajut sebaiknya di tempat yang mudah kita jangkau tetapi juga sulit digapai oleh anak kecil. Alternatif penyimpanan bisa di dalam botol plastik minuman bekas yang sudah dibersihkan lalu ditaruh di tempat yang agak tinggi, misal digantung di lemari khusus craft kita. Bisa juga bikin hook-case sendiri yang banyak polanya beredar di internet.

4. Simpan Benang saat Merajut
Merajut dengan benang ditaruh di dalam tas plastik/ tas kain dan kemudian dicangklong di bahu ternyata sangat efektif membantu agar benang tidak "berlarian" (ngglundhung, b.Jawa) ke sana ke mari.

Baca juga: Belajar Merajut itu Mudah, Asal Tahu Kuncinya

5. Pakai Marker
Marker di sini bukan yang dipakai nulis di whiteboard lho. Marker ini maksudnya "penanda rajutan". Fungsinya banyak, bukan cuma buat penghitung tusukan, tetapi juga penanda akhir baris rajutan sebelum berpindah ke variasi tusukan lainnya. Marker ini sangat penting untuk membantu proses merajut hasil rajutan agar nantinya simetris, sesuai pola, dan konsisten hasil akhirnya. Ingat, karena handmade itu semuanya manual dan tidak dibantu mesin, sehingga musti agak "tricky" agar hasil jadi bener-bener memuaskan hati.

Oh ya, marker yang dipakai nggak harus beli kok. Memang ada banyak toko yang menjual marker rajutan khusus.Orang biasa menyebut marker ini "stitch marker" dan alat penghitungnya disebut "stitch counter". bentuknya variatif, ada yang cute, ada yang elegan. Tapi kalau pengen memanfaatkan benda-benda sekitar bisa juga pakai peniti, ring gantungan kunci yang gak dipakai, jepit rambut hitam yang tipis dan murah meriah itu juga bisa lho, atau pake paper clip alias penjepit buku yang dari logam.

Nah, sementara ini dulu yaa... Semoga bermanfaat. ^ ^

Previous
Next Post »