Caraku Mempromosikan Blog Craft: Just Do It

Just do it

Aku tidak sedang membicarakan tagline brand footwear yang populer itu. Kalimat itu sekedar merepresentasikan apa yang sedang kugeluti saat ini dalam hal bisnis. Bisnis? Eh, sejak kapan punya bisnis? Hehe, barusan aja aku baru menyadari bahwa aku sudah melakukan bisnis selama ini.Aku baru tahu bahwa dengan menulis sesuatu di blog ini dan mengambil manfaat baik secara material ataupun non-material, berarti itu sudah termasuk bisnis. Bukan bisnis jual beli barang jasa tentunya, tapi bisnis pertukaran ilmu (terutama merajut untuk pemula).

Bayarannya apa sih menulis di blog? Yah, banyak jawabannya. Kalau blogger lain yang blognya sudah sangat optimal, mereka bisa mendapat untung dengan toko online yang dikelolanya, job review, atau memperoleh pemasukan lewat iklan, baik iklan mandiri atau iklan dari provider (seperti Google, Yahoo, kliksaya, Amazon affiliates, dll.)

Itu dari sisi materiil, kalau dari sisi non-materiil, aku menganggap bahwa komentar yang membangun dari pengunjung juga sangat membantu. Kadang aku merasa kalau tulisannya sudah “oke banget”, tapi dengan feedback dari orang lain, aku bisa mengetahui bahwa tips, pola rajutan, atau artikel dalam blog ini memiliki kekurangan atau kelebihan dari sudut pandang yang berbeda. Feedback bisa membantuku memandang dari kacamata orang lain tentang apa yang kubagi dalam postingan-postinganku selama ini.

Salah satu feedback yang positif namun kayaknya belum bisa aku lakukan adalah…banyak yang bilang kalau blog rajutanku ini bisa dijadikan batu loncatan untuk promosi rajutan-rajutanku. Seperti kebanyakan crafty blogger yang memang memakai blog untuk memajang handmade item dan kadang tutorialnya untuk “memancing” calon customer membeli produk yang mereka buat.

Hmm, memang sih dalam hati aku ingin sekali memiliki toko craft dan menjual beragam karya-karya kerajinanku sendiri. Tetapi aku sendiri belum melakukan itu. Kalau pun berbisnis handycraft, aku sih pengennya offline aja, jadi nggak bikin toko online.

Alasannya:
Sebagai ibu rumah tangga (alasan klasik, tapi ini yang paling penting buatku), mengelola toko online beneran nggak mudah. Toko online itu ribet. Ribetnya banyak, mulai dari musti rajin update stok, musti siap dikontak calon customer di saat libur (atau pas lagi sakit… , duh -.-“), harus sering-sering pegang gadget, dan lainnya. Aduh, banyak sekali. Jadi untuk bisnis toko online, kayaknya nggak cocok buat aku. Tapi kalau nulis blog bisa dijadikan bisnis, sepertinya itu lebih bisa diterima. Karena menulis lebih cepat daripada merajut. Moodboster cuma secangkir kopi. Sementara merajut, aku butuh banyak sekali moodboster (salah satunya adalah ini) sekedar untuk membuat item kecil yang simple.

Strategi Promosi Ngeblog? Kayak Gimana, tuh?

Jujur saja, kalau soal bisnis aku sama sekali tidak terlalu paham dengan teori-teori dan strateginya. Nggak mudeng, blas. Apa yang sudah kupraktekkan dalam blog ini semuanya sangat standar. Karena awal aku ngeblog memang untuk mendokumentasikan hobiku dalam bidang craft, desain, foto, dan creative writing.Waktu itu aku sama sekali nggak ada ide untuk memonetisasi blog ini.



Seiring berjalan waktu ternyata blog ini makin menemukan jati dirinya. Graphicalova, yang tadinya hanya blog selfie berisi karya rajutanku sendiri, bertransformasi menjadi blog untuk memperkenalkan rajutan, untuk belajar tutorial dan melihat ragam inspirasi rajutan yang pernah dibuat oleh siapa saja. Pengunjung datang dari mana saja, dan menuruti saran suami, akhirnya aku memasang adsense untuk monetisasi.

Jadi yang sering kulakukan:

1. Menulis topik yang disukai dengan sudut pandang pribadi. Secara spesifik aku memilih topik crochet, tips merajut, disusul kemudian desain, foto-foto, dan artikel bebas yang sifatnya informatif (bukan curhat-curhatan yang alay deh…big no no).

2. Membagikannya ke sosmed. Aku bukan ratu sosmed ya, apalagi buzzer. Jauh banget lah. Akun facebook-ku cuma ada sekitar 100 friends (setali tiga uang dengan fanpage blog ini, Cuma seratusan DOANG, hehe), twitter Cuma 20-an follower, blogger dan G+ cuma belasan circle #ngenes. Pokoknya jauh banget dari temen-temen crafter & blogger yang udah punya banyak pengikut. No problem buatku meski nggak aktif di dunia persosmedan, tapi yang penting visitor blognya banyak, hehe.

3. Ikutan kontes dan giveaway. Sebenarnya nggak sering-sering amat sih, tapi ikut kontes dan giveaway bisa memancing untuk melakukan blogwalking dan berkunjung dengan sesama kontestan lain. Kadang kalau menang, blog kita di-feature oleh pihak yang mengadakan kontes sehingga bisa memberikan tambahan trafik ke blog kita.

4. Join di grup yang sesuai dengan niche blog. Join ke grup rajutan yang juga memberikan ruang untuk diskusi atau belajar merajut sekaligus membagikan tutorial yang pernah dibuat. Siapa tahu kalau tutorial sederhana saja bisa sangat membantu bagi pemula?

5. Sesekali menjadi penulis tamu di blog orang lain. Ini belum kulakukan, tapi aku berencana untuk menulis artikel dengan niche yang sesuai di blog orang lain yang sesuai. Kalau untuk niche craft beberapa komunitas craft menerima artikel unik yang memberikan tautan ke blog kita. Ada yang membolehkan menulis sekaligus mempromosikan karya-karyanya, ada yang sekedar membolehkan menulis tutorial, macam-macam tergantung syarat dan ketentuan dari pemilik blognya. Kalau di luar negeri sudah banyak yang menyediakan ini, misalnya seperti U-Create. Tapi tentu seleksinya sangat ketat. Tidak semua tulisan diterima. Tapiiii, kalau sudah diterima, bisa langsung BUMP! Banyak visitor deh. Patut dicoba kayaknya ya ^ ^

6. Submit tutorial di blog atau situs orang lain dengan niche yang sama. Poin ini beti (mirip) dengan poin no. 5. Tapi cuma sekedar submit url postingan dan tutorial kerajinan. Jadi visitor langsung diarahkan ke blog kita.

7. Menjaga kualitas tulisan di blog. Meski banyak yang menyarankan untuk banyak-banyak nulis di blog, tidak lantas aku langsung menerapkan. Kenapa? Karena aku sendiri nggak mempermasalahkan soal kuantitas. Bagiku kualitas postingan lebih penting karena itu menggambarkan pada pembaca tentang siapa diri kita. Alih-alih menulis curhatan yang sangat personal (yang nggak semua orang paham atau lebih parah…orang bisa ilfil melihat curhatan di blog yang terlalu mengumbar masalah pribadi. Nggak penting gitu loh), jadi aku lebih sering update jika memang diperlukan saja. Tapi tetap berusaha mengisi blog dengan artikel informatif. Kalau nggak ada ya cuma posting foto-foto karya aja, tanpa banyak tulisan. Coz a picture means thousands words.

Ya, begitulah yang kulakukan. Standar ya? Hehe… Tapi alhamdulillah, cara ini sangat praktis dan tidak terlalu menyita waktu banyak. Karena aku memang berusaha seminimal mungkin menghabiskan waktu di dunia maya.

Sekian dulu... ada komentar? Yuk sharing bareng... ^ ^

Nisa
Previous
Next Post »

2 comments

Click here for comments
1.3.15 ×

jadi yang penting post aja hasil karya kita ya mbak
siapa tau nanti ada yang tertarik dan mau beli, bisa jadi pemasukan buat kita :)

Reply
avatar
F. Nisa
admin
3.3.15 ×

iyaa, bener bangeet... biasanya personal project itu lebih menyenangkan karena dibuat dari hati yang terdalam... posting aja yang banyak, mba dona : )

Reply
avatar