Liburan Seru dengan Sepeda Impianku Polygon

Sedari dulu aktivitas bersepeda selalu jadi salah satu favoritku. Ingat banget waktu kecil, Bapak mengajariku mengendarai sepeda setiap habis shubuh. Agak telat, sih belajarnya, waktu itu aku baru belajar naik sepeda pas kelas 6 SD karena menunggu dibelikan sepeda. Maklum pada tahun itu, harga sepeda termasuk mahal. Kalaupun ada yang terjangkau ya semacam pasar loak yang jual sepeda bekas dengan harga miring.

Sepeda pertamaku sendiri aku dapatkan waktu aku masuk SMU. Sepeda pertamaku merk Polygon warna dark silver, bukan sepeda gunung tapi model sepeda yang ada keranjangnya. Dibeli di toko sepeda yang agak sepi di kotaku. Memang harga sepeda Polygon lebih mahal sedikit dari merk lain. Tapi aku suka sepedaku, karena model sepedanya feminin, ergonomis, dan ada sentuhan modern. Dilengkapi dengan gear (gigi sepeda), bersepeda dengan Polygon jadi lebih nyaman dan fleksibel. Aku jadi bisa mengatur kayuhan sesuai dengan kondisi jalan.Apalagi waktu itu sepeda model itu yang paling ngetren di sekolahku.

Pengen deh, sepeda Polygon-ku dihias kayak gini. Keranjangnya agak vintage gitu kan? Kawaii..
credit: pinterest
Yap, di saat semua anak SMU kebanyakan naik motor, aku naik sepeda. Konsep di kepalaku adalah bersepeda itu jauh lebih keren daripada bermotor ria. Karena kalau naik motor, bisa menambah polusi udara dan membuat orang males. Sementara jika bersepeda, aku bisa berusaha untuk bangun pagi, mengeluarkan energi untuk mengayuh sepeda, dan tetap tidak mengotori udara pagi.

Sepeda Polygon Impianku: Bikin Libur atau Enggak Tetap Menyenangkan

Nah, karena sudah lama mengidam-idamkan sepeda, akhirnya sepeda Polygonku menjadi teman untuk hampir semua aktivitasku. Bukan cuma dipakai ke sekolah, tapi juga untuk rekreasi ke tempat-tempat baru. Sebenarnya konsep rekreasi di keluargaku tidak seperti kebanyakan orang. Yang namanya rekreasi nggak melulu harus ke luar kota, atau ke tempat wisata. Tapi aktivitas apa pun yang bisa membuang lelahnya pikiran dan mengembalikan mood sehingga kita menjadi lebih segar.

credit: pinterest

Cantik yaa...
credit: pinterest

Saat liburan pun umumnya lebih banyak kuhabiskan dengan berkunjung ke perpustakaan, ke rumah nenek, atau sekedar bersepeda keliling kota. Serunya bersepeda jelas lebih terasa dibandingkan dengan kendaraan lain. Menurutku loh, bersepeda membuatku merasa lebih dekat dengan apa yang ada di sekitar. Hal-hal sepele yang kulihat di jalanan, kehidupan penjual asongan di lampu merah, atau tempat-tempat unik yang belum pernah kulihat sebelumnya bisa dijangkau dengan lebih dekat dengan mengendarai sepeda.

Mungkin ada yang meledek, " Aah, nggak seru banget... masa liburan cuma keliling kota aja. Itu kan membosankan!"

Yah, maklumlah, aku tinggal dan dibesarkan di kota kecil. Sehingga tidak banyak lokasi wisata yang bisa dikunjungi. Meski begitu, liburanku tetap menyenangkan, karena bersepeda pagi sudah menjadi bagian dari gaya hidupku. Bahkan jauh sebelum ada Car Free Day, aku dan Bapak sudah terbiasa bersepeda di pagi hari setiap hari.

Udara pagi yang sejuk bisa menenangkan pikiran sekaligus membantu menjaga kesehatan dengan olah raga kardio. Mungkin tidak banyak yang tahu kalau bersepeda bisa memperbaiki mood yang jelek dan membuat tubuh merilis hormon yang menenangkan.

Kami sekeluarga pakai Polygon. Ini punya Bapakku.
credit: dok.pribadi

credit: pinterest




Sepeda Bapak juga merk Polygon. Sepedanya warna gelap dan lebih maskulin. Meski sepeda yang dibelinya bisa dipakai untuk area yang terjal, tetapi Bapak nggak pernah tuh memakainya untuk hiking atau ke lokasi-lokasi offroad. Maklumlah keluarga kami termasuk konvensional. Jadi fungsi sepeda pun hanya dimanfaatkan untuk jalanan yang sudah bagus aja...hehe.

Sebenarnya aku sendiri pengen juga punya sepeda yang lebih tangguh untuk dipakai di medan berat. Kalau lihat orang-orang yang pakai BMX gitu kayaknya yang dilakukan seru juga. Bisa bersepeda ke lokasi yang naik-turun dengan medan yang nggak biasa pastinya dibutuhkan skill khusus dan pengaman yang ekstra.

Toko online Polygon sendiri juga jual sepeda untuk keperluan medan berat semacam itu lho. Variasinya banyak banget, sampai bingung sendiri lihatnya, bisa dicek sendiri di http://store-id.polygonbikes.com/ 

Pokoknya bagi orang-orang yang pecinta gowes (seperti aku dan Bapakku), bersepeda bisa menjadi aktivitas yang fun dan seru. Nggak peduli mau liburan atau nggak, gowes jalan terus. Setuju, nggak?


--
Previous
Next Post »

2 comments

Click here for comments
Maryam
admin
14.2.15 ×

Wah keren mbak.
Baru tahu sekarang polygon ada toko onlinenya..
Thanks atas infonya.

Reply
avatar
Anonim
admin
16.2.15 ×

Dulu rajin bersepeda, sekarang saya udah nggak pake sepeda lagi jadi kangen

Reply
avatar