Ibu sebagai #healthagent untuk Buah Hati

Postingan ini sekedar berbagi pengalaman saja. Tidak ada maksud untuk menganggap bahwa aku sudah 100 persen menerapkan gaya hidup sehat. Sejujurnya bahkan aku merasa belum melakukan yang terbaik. Tapi paling tidak aku merasa bersyukur karena lingkungan dekatku sendiri adalah orang-orang yang peduli dengan gaya hidup sehat, sehingga bersama mereka aku merasa termotivasi untuk memperbaki diri.

Motivasi awal menjalankan ini semua adalah semenjak ibu meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Beliau memang terkena komplikasi penyakit diabetes sehingga membuatnya sering keluar-masuk rumah sakit.
pola makan sehat
Pola Makan Sehat

Akibat pola makan yang buruk, minimnya pengetahuan terkait dengan menjaga kesehatan dengan benar serta kurangnya bersosialisasi dengan orang-orang yang mendukung gaya hidup sehat, seakan-akan membuat persepsi dalam keluarga bahwa keadaan semacam itu adalah wajar.

Wajar jika orang semakin tua semakin sakit-sakitan.
Wajar jika orang tua tidak boleh makan-makanan enak.
Wajar jika makanan itu tidak mungkin lepas dari MSG, pengawet, pemanis buatan, dan teman-temannya.

Kami menganggap itu sebagai sesuatu yang taken for granted seakan tidak ada yang bisa diubah dari pola makan kami sehari-hari. Hingga akhirnya saat ibu meninggal, aku merasa bahwa harus ada yang mengubah kebiasaan pola makan ini dalam keluarga kami jika tidak ingin mengalami hal yang sama.

Membayangkan ibu yang selama ini hidup dengan sekeranjang obat-obatan dokter dan harus menghindari jenis makanan tertentu, rasanya itu bukan pilihan yang bagus. Aku tidak ingin mengalami hal yang sama.

My Dad: My Inspiration

Salah satu hal yang menginspirasiku untuk menjalankan gaya hidup sehat adalah ayahku sendiri. Beliau memang pemilih soal makanan. Selain itu beliau juga rajin olah raga. Di usia 50-60 tahun beliau masih rajin ke gedung olahraga untuk latihan bulu tangkis.

Beliau juga mengurangi konsumsi makanan yang tidak bernutrisi dan banyak mengkonsumsi sayur dan buah. Alhamdulillah dari dulu beliau tidak pernah merokok.
buah
Aneka Buah

Tidak disangka bertahun-tahun setelah ibu meninggal, apa yang ayahku lakukan menginspirasiku untuk menjalankan pola hidup sehat. Apalagi peranku sebagai ibu, membuatku menyadari bahwa sebagai pengatur rumah tangga aku turut mempengaruhi decision making terkait gaya hidup.

Kini akulah yang menentukan apa yang harus dikonsumsi setiap harinya, membuat daftar belanja dan memasak. Ibu rumah tangga harus kreatif dan cerdas dalam menyiasati pengaturan makanan yang sehat dan juga tetap enak untuk disantap.

Inilah adalah tantangan yang cukup rumit bagi seorang yang nggak bisa masak sepertiku. Tapi, alhamdulillah, selagi ada kemauan untuk berubah, maka insya Allah akan ada kemudahan.

Berikut ini Gaya Hidup Sehat yang Sudah Dijalankan


1. Menjaga Pola Makan


Kebanyakan penyakit yang diderita manusia bermula dari makanan yang masuk. Perut kita bukan tempah sampah yang bisa menampung hal-hal yang malah memperburuk fungsi vital organ tubuh kita. Itulah mengapa kita perlu menyeleksi makanan apa yang dikonsumsi. Ini adalah awal yang bagus untuk gaya hidup sehat.

Tipsnya: Buat daftar makanan sehat sebelum belanja. Pilih sayuran, buah, ikan, biji-bijian, dan bahan makanan lain yang kaya kandungan nutrisinya (kalau perlu yang organik) dan hindari membeli makanan tidak bergizi seperti snack dengan MSG, makanan dengan kandungan gula buatan yang sangat tinggi, minuman bersoda, dll.

2. Mengganti Kotak P3K dengan yang Alami


Siapa pun pasti pernah sakit. Namun jika teringat ibuku yang harus mengonsumsi sekeranjang obat-obatan dokter seolah-olah itulah makanan pokoknya, jujur saja aku merasa itu sangat mengerikan.

Tak ingin seperti itu, akhirnya aku banyak membaca informasi terkait dengan penyembuhan penyakit dari alam. Dari berbagai sumber itulah aku mulai mengganti obat-obatan dengan bahan alami. Aku mulai mencoba EVOO (Extravirgin olive oil) dan menyukai manfaatnya. Lalu aku menambah isi kotak obatku dengan VCO (virgin coconut oil), castor oil, jintan hitam, dan madu murni.

Oh ya, aku pernah menulis bahwa aku menderita dermatitis (eksim). Ini merupakan alergi yang tidak bisa disembuhkan. Hanya bisa dihindari alergennya dan bisa diobati secara sementara.

Tahu tidak ternyata dengan menjaga pola makan, alergi ini bisa dihindari lho. Pola makan dengan memperbanyak sayuran dan buah serta mengkonsumsi makanan berprotein dalam takaran yang wajar (alias tidak berlebihan) sangat membantu membuat si eksim jarang nongol lagi.

Tapi tetap saja, saat bersentuhan dengan deterjen, atau benda-benda tertentu, alergi tetap datang. Kalau sudah begitu aku mengatasinya dengan bahan alami juga (biasanya pakai castor oil).

Tipsnya: Mengkonsumsi obat-obatan dari bahan alam setiap hari bisa menjaga daya tahan dan stamina. Selain itu bahan alami (bahkan organik) lebih ramah sehingga tubuh lebih bugar tanpa efek samping dari racun zat kimia.

3. Menanam Sayuran Sendiri


Aku mencoba menanam sayuran sendiri sejak beberapa bulan lalu. Meski baru beberapa jenis saja, aku merasa cukup puas karena bisa menikmati hasil jerih payah sendiri. Lagipula, sayur yang ditanam juga organik, tanpa pestisida atau zat kimia berbahaya. Cara ini jelas lebih sehat dan lebih hemat.

Tipsnya: Mulai dari jenis sayuran yang paling mudah perawatannya dan yang nggak ribet. Aku sendiri sebagai pemula, baru menanam beberapa saja seperti bawang putih, kangkung, bayam, wortel, dan tomat.

4. Mengajarkan Anak Hidup Bersih


Selain terkait dengan makanan, aku juga berupaya menanamkan pentingnya gaya hidup sehat tentang kebersihan. Setidaknya bagi anakku sendiri.
Mengajarinya membuang sampah di tempat sampah, mencuci tangan sebelum makan, mengajaknya membersihkan rumah (yang sederhana dan mudah tentunya), dan lainnya.


Tipsnya: Beri contoh langsung bagaimana menjaga kebersihan. Anak kecil biasa meniru orang yang paling dekat dengannya. Selain itu ajak juga bersih-bersih dengan suasana permainan, agar ia dengan senang hati mau melakukannya.

5. Manajemen Stres


Selain kesehatan fisik, kesehatan psikis juga harus dijaga. Salah satu hal yang biasa kulakukan adalah dengan melakukan hal-hal yang membuat hati tenang. Stres bisa memperburuk kondisi kesehatan lho.

Tipsnya: Saat stres muncul, segera alihkan dengan melakukan hal-hal ringan yang bermanfaat sekaligus menyenangkan. Misalnya merajut, eksperimen masakan baru, berkebun, dan lain-lain.

Because I'm The Next Inspiration for My Kid

Mau tak mau, suka tak suka, orang tua menjadi orang yang paling bertanggung jawab terhadap pola hidup anaknya. Termasuk pola hidup sehat.

Selain itu aku juga percaya kebiasaan yang di bentuk dalam keluarga akan "diwariskan" kepada anak. Aku tidak ingin anakku menjadi anak yang manja dan tidak memahami bagaimana lingkungan sekitar harus sedemikian rupa dijaga dan dilestarikan. 

Tips agar konsisten menjalankan pola hidup sehat

  • Yakinlah bahwa menerapkan gaya hidup sehat itu penting untuk masa depan kita. Bukan hanya untuk kita pribadi, tapi juga lingkungan sekitar dan ekosistem di mana kita tinggal.
  • Ingatlah selalu bahwa anak-cucu kita akan dipengaruhi dengan pola gaya hidup kita saat ini.
  • Tak perlu takut jika dianggap "berbeda". Karena kita yang bertanggung jawab dengan pola hidup kita sendiri.
  • Terapkan pola hidup sehat dari diri sendiri dulu, baru ajak keluarga dan orang terdekat.
  • Bersosialisasi dengan orang-orang yang menginspirasi dalam menjaga pola hidup sehat. Karena setiap orang  bisa berubah peran. Kadang menginspirasi, kadang terinspirasi.

Setiap manusia bisa berpikir untuk memilih apa yang baik dan apa yang buruk dalam hidupnya. Termasuk soal makanan. Mau membiasakan diri dengan pola hidup sehat atau tidak, semua kembali ke diri masing-masing. Tapi tentu saja, mencegah lebih baik dari mengobati. Sebelum terlambat, mari renungkan kembali gaya hidup kita. Sudah idealkah?

Bagaimana pendapatmu? Sharing di komentar ya.

---
Diikutsertakan dalam Lomba Blog Nutrifood. Let's be part of #healthagent

Image by freepik.com edited with Gimp 2.8
Previous
Next Post »

2 comments

Click here for comments
i Jeverson
admin
24.5.15 ×

pola makan idan rajin berolahraga tu yang terpenting...
saya pun pingin mengatur pola makan biar sehat, tapi... masih jadi wacana :")

Reply
avatar
F. Nisa
admin
27.6.16 ×

senggaknya udah "diwacanakan", mau dilakoni apa nggak itu urusan belakang, he..

Reply
avatar