Ramadhan Challenge bersama My Lovely Family

Bismillah…

Waah, tidak menyangka sudah berjumpa kembali di bulan ramadhan.MasyaAllaah… alhamdulillah ya, sobat. Karena hanya atas karunia dan pertolongan Allah Ta’ala saja kita diizinkan untuk bertemu ramadhan dan bisa menjalankan ibadah puasa di bulan suci ini. Semoga saya bisa menuntaskan ramadhan kali ini dengan maksimal…aamiin, yaa robbal aalamiin.

Oh ya, ngomong-ngomong soal bulan puasa, apa sih yang paling seru itu? Kalau menurut saya, suasana Ramadhan itu beda banget dari bulan-bulan lainnya.

Ramadhan itu adalah bulan ke-9 dari urutan kalender hijriyah (kalender umat muslim). Kalaupun jatuhnya berdasarkan bulan Masehi, tetep aja suasananya nggak berubah. Menurut saya loh.

Jadi ingat deh, dulu waktu masih kecil, Ramadhan jatuh di bulan Desember. Memori yang saya kenang tentu saja, bulan Ramadhan sebagai bulan yang bertabur hujan. Aroma hujan dan dinginnya cuaca bikin puasa nggak terasa berat. Alhamdulillah…

Lalu, semakin tahun berganti, Ramadhan pun bergeser jatuh di bulan November, September, Agustus, Juli, Juni…yang pada akhirnya terjadi di saat musim di Indonesia adalah musim panas. Pikir saya sih, harusnya puasa makin berat karena musim kemarau kan jadi panas banget. Siang-siang pasti udah keringetan dan dehidrasi berat. Tapi walhamdulillah…, ternyata panasnya nggak seberapa tuh.

MasyaAllah, tetep aja puasa saya rasain dari hari ke hari, nggak terlalu panas cuacanya. Padahal rumah saya nggak pake AC lho. Saya juga nggak punya kulkas (jadi alat-alat buat ‘ngadem’ nggak ada sama sekali).

Saya jadi makin yakin kalau bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan barokah. Saatnya kita nge-charge iman yang ‘luntur’ karena kebanyakan melakukan perbuatan yang nggak berfaedah, sia-sia, atau bahkan penuh dosa. Inilah bulan di mana umat muslim di mana pun berada harus berusaha melakukan ibadah yang terbaik karena pahalanya dilipatgandakan, MasyaAllaah. Banyak bersyukurlah, jangan mengeluh…semangat, Nisa! Yay.

Oh, jadi karena biasanya di siang hari suasananya kadang berubah agak ‘hectic’. Ramadhan kali ini saya pikir musti beda dari sebelumnya. Saya pengen suasana Ramadhan lebih HIDUP. Why not? Kedua putri saya bagaimana pun harus dikenalkan bulan suci ini. Saya pun harus mencoba untuk menjelaskan tentang konsep puasa wajib ini sedini mungkin sebagai pembiasaan.

Daaan… karena mereka masih kecil, tentunya pengenalannya harus FUN dong. Hehe…

Yup.

Itulah mengapa postingan kali ini akan saya bagikan tentang cerita Ramadhan ala keluarga kecil saya. Tema yang saya ambil untuk tahun ini adalah: Ramadhan Challenge, embossing creativity with my lil family. Yaaay….

Jadi apa nih yang udah saya siapin untuk ramadhan kali ini?




RAMADHAN SIGN

Dibantu dengan si Sulung, saya bikin mini bunting bertuliskan RAMADHAN untuk dipajang di rumah. Sebenarnya saya maunya sih bikin yang tulisannya agak panjang. Misalnya seperti, RAMADHAN MUBARAK, atau RAMADHAN IS COMING. Tapi ternyata…Cuma sempet bikin tulisan ramadhan doang. Itu pun juga nggak maksimal karena si bungsu keburu rewel, padahal belum selesai. Hufft…




But, well akhirnya dalam beberapa jam kemudian selesai dan lumayanlah. Karena anak-anak senang sekali. Mereka antusias tentang Ramadhan. Sambil bikin project ini, saya juga jelaskan sedikit tentang puasa. Sehingga meski bikinnya agak dadakan, saya berusaha agar proses nge-craft yang supersingkat plus pengenalan tentang ramadhan ini bisa membekas di memori indah mereka nanti.

Cara Bikin Mini Garland/ Bunting

Bahan: Kertas brosur tak terpakai, kertas lipat/ kertas origami/ kertas kado, etc.
Alat: gunting, pensil, selotip, lem kertas (saya pakai double tape)
Ide: saya cari di pinterest. Banyaak,, lucu-lucu dan bisa disesuaikan dengan kemampuan dan budget.




CROCHET RAMADHAN ITEMS


Ini nih favorit project ala Nisa. Apa lagi kalau bukan merajut? Ada banyak benda yang bisa dibikin selama momen Ramadhan ini. Yang sedang saya kerjakan adalah peci rajut.

Peci lagi, peci lagi. Iyalah, biar disayang suami (apalagi nyenengin suami pas lagi bulan Ramadhan, yay!).



Selain peci, ada juga qur’an bookmark alias pembatas qur’an. Daripada rebutan sama suami, mending masing-masing punya sendiri kan enak. Qur’an jadi nggak lecek, karena sering terlipat ujung kertasnya (ups..) dan lebih personal juga.

Trus juga rencana insyaAllah mau bikin tas kecil untuk botol minum dan tas ransel. Aah, semoga terlaksana. Dari dulu mau bikin, tapi ya… #ahsudahlah.

Ide project lain? Banyak. Sepatu rajut untuk si bungsu (biar couple-an sama kakaknya), tatakan gelas, taplak, dan masker.

FUN COOKING with KIDS

Mengajari anak untuk merasakan serunya bikin ifthar (hidangan untuk buka puasa) dengan menu simple. Misalnya, bikin puding, bubur kacang hijau, roti susu, atau tomat ditaburi gula. Pokoknya yang gampang deh. Biar bisa merasakan kebahagiaan orang yang buka puasa dengan menu spesial dari keluarga tercinta…yay.



HOMESCHOOL special Edition

Saya udah menjalankan homeschooling untuk anak sulung saya sejak awal pindah ke Jakarta beberapa bulan lalu
. Alhamdulillah, bersama suami saya berharap agak proses mendidik generasi kami ini mendapat kemudahan dari Allah ta’ala. Mendidik anak itu sungguh butuh upaya yang keras, mental baja, kesabaran ekstra, dan yang terpenting adalah keikhlasan yang luar biasa (kedengarannya lebay ya bahasa saya?). But, yeah, it’s true.

Dan di bulan ramadhan ini, saya mencoba lebih banyak lagi menanamkan pondasi agama Islam yang lurus. Bukan melulu tentang ibadah puasa saja. Toh, lagian anak saya belum wajib. Yang paling penting adalah mengajar mengenai konsep tauhid, akhlak, adab, doa- dan dzikir untuk anak-anak saya. Dengan metode yang sederhana seperti bercerita, mengamati lingkungan sekitar, dan berinteraksi sosial dengan teman-temannya.


Trus? Special edition-nya di mana?

Yah, intinya materi agama makin diperbanyak dan dikokohkan lagi dibanding hari biasa. Kan mumpung ramadhan. Iya, kan? Kan? Kan?

Well…

Itu aja sih, beberapa hal yang saya canangkan untuk keluarga kecil saya. Saat puasa, jangan makin kendor semangat memperbaiki dirinya. Justru makin ditambah.

Gimana caranya?
Ya, salah satunya dengan membuat project yang berhubungan dengan perbaikan diri selama sebulan full di bulan puasa. (Ah, sotoy banget lu, Sa...hihi.)

Kalau kamu, apa yang kamu lakukan untuk bulan puasa kali ini?

^^

Happy fasting

Nisa


sumber gambar: dokumentasi pribadi
ilustrasi: www.freepik.com
Previous
Next Post »

2 comments

Click here for comments
alihamdan
admin
18.7.17 ×

Jadi bkin kngen sama Ramadhan.
Mirip bnget sperti yang biasa saya lakukan di rumah dulu.

Reply
avatar
Inspiring
admin
19.7.17 ×

Menarik nih, boleh nih tahun depan di praktekkin :D

Reply
avatar