{Printable} Materi Bahasa Arab Dasar 1: Buah-Buahan

Bismilah...

Saya merasa bahwa masa-masa menjadi ibu pendidik untuk anak-anak saya yang belajar di rumah adalah momentum yang krusial dan cukup menantang.

Alasannya, mungkin karena ini pengalaman baru untuk saya dalam mengajar. Ditambah sejak dulu, profesi guru atau pendidik adalah salah satu profesi yang "nggak aku banget". Tapi bersyukur saja karena saya nggak perlu mengajar anak orang lain. Yang harus saya hadapi sepanjang hari, setiap hari, dari anak saya lahir hingga dewasa nantinya (dengan kehendak Allah) adalah buah hati sendiri.

It's wonderful journey, pikir saya. Momentum ini membuat saya harus terbiasa membuat perencanaan yang matang sebelum memberi penjelasan. Dan pastinya ini melatih ilmu komunikasi interpersonal antara saya dan anak.


Jika harus berterima kasih, saya ingin bilang pada ayah saya. Karena sumbangsih beliau dalam menemani perkembangan saya 7 tahun pertama saya. Saya merasa punya banyak "ide-ide gila" yang dulunya lahir dan difasilitasi oleh ayah saya yang sederhana.

Beliau suka nge-craft dengan peralatan dan perlengkapan yang ada di rumah. Mulai membuatkan saya  sampul untuk buku mengaji dari kertas bekas, hingga membuatkan boneka wayang dari kertas yang bisa bergerak.

Not a kind of fancy things... but it was so creative. Out of the box-lah... mengingat pada zaman dulu kehidupan kami sederhana.

Selain ayah saya, saya juga bersyukur pernah mengenyam bangku kuliah dan mendapat teori ilmu komunikasi plus komunikasi interpersonal dari dosen terkenal killer waktu itu. Saya nggak pernah bolos seingat saya. I was a kind of study-oriented girl dengan nilai lumayan.

Ibu M (dosen saya), terkenal dengan ke-killer-annya. Setiap mengajar semua mahasiswa tenang dan nggak berani terlambat, nggak berani ngobrol sendiri, bahkan kadang mengangkat muka pun tak berani karena takut bakal ditunjuk. Setiap ada yang bertanya, maka dia tidak akan menjawab, dan justru bertanya balik seakan menantang siswanya.

Akhirnya, anak-anak saya pun jarang bertanya jika tidak paham. Soalnya...ya, gimana mau tanya? Mereka pikir bertanya kan agar tahu jawaban yang benar. Kok malah ditanya balik? huhu...

Belakangan saya paham bahwa metode bertanya balik ini membuat orang jadi lebih aktif berpikir. Saat kita ditanya, kita berusaha berpikir sesuai yang kita pahami. Soal benar atau salah, itu nanti dulu. Yang penting, kita harus memahami pertanyaan kita sendiri sebelum menanyakannya. Karena bagaimanapun memahami pertanyaan adalah separuh jawaban.

Kita pun dibimbing untuk memahami persoalan kita dan menjawabnya dengan solusi yang kita pikirkan sendiri. Alih-alih memakai jawaban text book ala zaman-zaman SMP.


Sekarang model mengajar dari ayah saya & juga Ibu M saya terapkan untuk menemani anak-anak belajar. Meski saya masih punya banyak kekurangan, tapi biidznillah (dengan izin Allah ta'ala) saya tetap mengusahakan yang terbaik. Usaha dulu, tawakkal kemudian.

Wah, panjang ya curhatnya. Padahal intinya saya cuma mau berbagi printable belajar menulis bahasa arab untuk anak-anak.


{Printable} Materi Bahasa Arab Dasar 1: Buah-Buahan

Saya kembali berbagi materi homeschooling yang bisa dipakai anak untuk latihan menulis bahasa arab dasar.

Jika anak sudah menguasai huruf hijaiyah dan mulai belajar huruf sambung. Materi printable ini bisa dimanfaatkan lho.

Sekarang baru tersedia 3 halaman. Insyaa Allaah akan terus di-update sesuai dengan kelonggaran waktu yang saya miliki.

File dalam format PDF:

NANAS  أَنَانَاسُ  
SEMANGKA    بِطِّيْخٌ
PISANG  مَوْزٌ


Happy learning!

Nisa


credit: freepik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox