curcol
Hamil, Pilih-Pilih Dokter Kandungan Lagi

Hamil, Pilih-Pilih Dokter Kandungan Lagi

Kehamilan ketiga kali ini sebenarnya lebih ringan daripada yang kedua. Pasalnya, pada kehamilan ketiga, saya dan keluarga sudah stay di Depok, bersama-sama. Sebelum-sebelumnya harus terpisah dengan suami karena luar biasa repotnya mengurus dua anak yang masih kecil-kecil, di samping harus menikmati suasana hamil, sehingga memilih pulang kampung agar lebih dekat dengan batih, maklum keluarga perantauan. 

Dokter kandungan menjadi tujuan saya. Karena suatu hal kami memang tidak mempertimbangkan untuk memeriksakan si bayi ke bidan. Walaupun biaya bukan menjadi pertimbangan lagi, tapi tetap saja, kami sangat picky memilih dokter kandungan. 

Preferensi Dokter Pilihan

Pertama dan wajib, dokternya harus perempuan. Ini karena suami sedikit shock ketika dulu mengandung anak pertama dan ketika periksa USG ke dokter laki-laki. Memang prosedurnya begitu, kita yang belum paham, hehe. 

Sejak saat itu kami tidak pernah ke dokter kandungan laki-laki untuk urusan kehamilan. Walaupun lokasi jauh, tetap saja akan kami tempuh, asal wanita. Bukannya apa-apa ya, karena cemburu saja si suami, walaupun tujuannya untuk periksa kesehatan. 


Oh ya, kami juga mencari dokter kandungan yang pro kelahiran normal dan anti susu formula. Walaupun sebenarnya ya, kami tahu kalau kemungkinan besar tidak bisa lahir normal, karena ada kondisi tertentu. Namun tetap, kami beranggapan bahwa dokter yang pro kelahiran normal adalah dokter yang masih bersih fitrahnya. Ngeri denger cerita dari kawan-kawan, dokter yang dikit-dikit sesar. Huff. 

Note. Ini adalah sudut pandang subjektif kami, ya. Bukan untuk bahan perdebatan. 

Browsing Kesana-Kemari

Seperti biasa, Google adalah tool pertama. Kita browsing kesana-kemari, mengumpulkan list dokter kandungan perempuan di seputaran Depok, tempat dan jadwal prakteknya. Lebih dari itu, bahkan sampai blusukan membaca review dan saran para ibu-ibu di forum, membaca review klinik / rumah sakitnya di Google Maps, dan banyak lagi. 

Lumayan lama menentukan pilihan. Karena berkaca dari curhat ibu-ibu di forum, seringkali bertemu dengan dokter yang kurang sesuai harapan. So, kami tidak ingin mengalami hal yang sama. 

Terkadang lucu juga baca curhatan ibu-ibu di forum. Ada yang kena marah dokternya karena melakukan ini dan itu, ada yang penanganannya agak kasar, ada yang dijutekin. Tapi tak sedikit juga review positif dokter kandungan laki-laki. 

Database Pencarian Dokter Halodoc, Bikin Mudah Cari Dokter Terdekat

Mencari daftar dokter kandungan perempuan secara manual sangat memakan waktu. Setidaknya kami butuh sekitar seminggu sebelum menjatuhkan pilihan pada dokter tertentu. Tentu ini bukan hal yang bagus, mengingat sekarang zaman teknologi dan semuanya serba mudah. 

Tak disangka, ada database dokter dari Halodoc yang sangat memudahkan kita untuk mencari dokter dengan kriteria yang kita inginkan. Bahkan, dengan mengaktifkan GPS kita bisa mencari dokter terdekat sesuai dengan lokasi kita. Sangat memudahkan!

Dengan fitur Geolocation dan filter pencarian, saya bisa mendapatkan dengan mudah daftar dokter kandungan di seputaran Depok. Tidak perlu lagi blusukan ke forum-forum dan Google. Saya juga pengguna aplikasi Halodoc, beberapa kali memanfaatkan fitur konsultasi online untuk menanyakan beberapa permasalahan kesehatan. Bisa saja sebenarnya Googling, tapi kembali lagi, it takes much time

Dengan aplikasi Halodoc, tinggal klik dan kita bisa langsung konsultasi online dan mendapat jawaban seketika, sangat membantu terutama bila menyangkut pertanyaan yang sifatnya spesifik dan privat.

Kamu sendiri, punya tips lain bagaimana mencari dokter kandungan? Yuk share di kolom komentar, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *