Posted on Leave a comment

Kosakata Bahasa Arab: Angka Arab lengkap dan cara membacanya 

belajar angka arab

Apakah kamu sedang mengajarkan dan mencari materi bahasa arab untuk anak-anak? Alhamdulillah, kali ini aku membagikan materi tentang angka dalam bahasa arab di blog ini.

Bagi kamu yang menerapkan homeschool atau hybrid edukasi di sekolah dan rumah, mengajarkan bahasa asing selain bahasa daerah dan bahasa indonesia memang bisa dimulai sedini mungkin. Bahasa Arab adalah salah satu pilihan tepat terutama bagi kalangan muslimin. Selain itu jumlah penutur bahasa Arab juga sangat banyak yakni sekitar 422 juta orang. Tak heran karena bahasa ini menjadi bahasa resmi dan bahasa kedua di 26 negara. Sehingga menjadi salah satu bahasa resmi di PBB. Intinya, sih, nggak ada ruginya untuk belajar bahasa arab.

Kosakata Bahasa Arab belajar Angka Arab dan cara membacanya

Belajar Angka Bahasa Arab

Mulailah dari materi yang sederhana yakni mengenal angka. Untuk anak-anak balita bisa mengenal angka dari 1 sampai 10 saja sudah bagus banget loh. 

Baca juga: Belajar Mufrodat Bahasa Arab (Mengenal Nama Bangunan) Free Printable

Angka Arab 1-10

1

وَاحِدٌ (waahidun)

2

 اِثْنَانِ (itsnaani)

3

 ثَلَاثَةٌ (tsalaatsatun)

4

 أَرْبَعَةٌ (arba’atun)

5

 خَمْسَةٌ (khomsatun)

6

سِتَّةٌ (sittatun)

7

 سَبْعَةٌ (sab’atun)

8

ثَمَانِيَةٌ (tsamaaniyatun)

9

 تِسْعَةٌ (tis’atun)

10

عَشْرَةٌ (asyarotun)

Angka Arab 11-20

11   

أَحَدَ عَشَرَ (ahada asyaro)

12   

اِثْنَا عَشَرَ (itsna asyaro)

13

ثَلَاثَةَ عَشَرَ (tsalaatsa asyaro)

14

أَرْبَعَةَ عَشَرَ (arba’ata asyaro)

15

خَمْسَةَ عَشَرَ (khomsata asyaro)

16

سِتَّةَ عَشَرَ  (sittata ‘asyaro)

17

سَبْعَةَ عَشَرَ (sab’ata asyaro)

18

ثَمَانِيَةَ عَشَرَ (tsamaaniyata asyaro)

19

تِسْعَةَ عَشَرَ (tis’ata asyaro)

20

عِشْرُوْنَ (‘isyruuna)

Angka Arab 21 – 30

21

وَاحِدٌ وَعِشْرُوْنَ (waahidun wa isyruuna)

22

 اِثْنَانِ وَعِشْرُوْنَ (itsnaani wa isyruuna)

23    

 ثَلَاثَةٌ وَعِشْرُوْنَ (tsalaatsatun wa isyruuna)

24

 أَرْبَعَةٌ وَعِشْرُوْنَ (waahidun wa isyruuna)

25

 خَمْسَةٌ وَعِشْرُوْنَ (khomsatun wa isyruuna)

26

سِتَّةٌ وَعِشْرُوْنَ (sittatun wa isyruuna)

27

 سَبْعَةٌ وَعِشْرُوْنَ (waahidun wa isyruuna)

28

ثَمَانِيَةٌ وَعِشْرُوْنَ (tsamaaniyatun wa isyruuna)

29

 تِسْعَةٌ وَعِشْرُوْنَ (tis’atun wa isyruuna)

30

ثَلَاثُوْنَ (tsalaatsuuna)

Angka Arab 31-40

31

وَاحِدٌ وَثَلَاثُوْنَ (waahidun wa tsalatsuuna)

32

 اِثْنَانِ وَثَلَاثُوْنَ (itsnaani wa tsalatsuuna)

33

 ثَلَاثَةٌ وَثَلَاثُوْنَ (tsalaatsatu wa tsalatsuuna)

34

 أَرْبَعَةٌ وَثَلَاثُوْنَ (arba’atu wa tsalatsuuna)

35

 خَمْسَةٌ وَثَلَاثُوْنَ (khomsatun wa tsalatsuuna)

36

سِتَّةٌ وَثَلَاثُوْنَ (sittatun wa tsalatsuuna)

37

 سَبْعَةٌ وَثَلَاثُوْنَ (sab’atun wa tsalatsuuna)

38

ثَمَانِيَةٌ وَثَلَاثُوْنَ (tsamaaniyatun wa tsalatsuuna)

39

 تِسْعَةٌ وَثَلَاثُوْنَ (tis’atun wa tsalatsuuna)

40

أَرْبَعُوْنَ (arba’uuna)

Angka Arab 50-90

50 

 خمسون (khomsuuna)

60 

 ستون (sittuuna)

70 ²

 سبعون (sab’uuna)

80 

 ثمانون (tsamaanuuna)

90 

 تسعون (tis’uuna)

100

مئة (mi’atun)

1000 

 ألف (alfun)

1000.000

 مَلِيُوْن (maliyuun)

1000.000.000 

مَلِيَار (maaliyaar)

POSTER ANGKA ARAB

Tak lupa saya hadirkan juga poster untuk media belajar si Kecil yang bisa dicetak sendiri di rumah. Tersedia untuk angka 1 sampai 10 yang cocok pengenalan bagi anak sejak usia 3 tahun. Praktis, tinggal klik kanan, save as, cetak, dan tempel di kamar ananda.

poster belajar angka arab gratis download jpg file

Happy learning!

sumber

https://www.languagesandnumbers.com/how-to-count-in-arabic/en/arb/

Posted on 7 Comments

Download Weekly Planner Gratis untuk Jadwal 1 Minggu

download planner gratis dan jadwal mingguan

Update Agustus 2021 – Ingin lebih teratur mengatur waktu? Silakan unduh weekly planner gratis (template kosong) untuk dicetak sendiri di rumah. Bisa untuk jadwal pelajaran, jadwal acara, jadwal kuliah, sekolah, jadwal piket, atau untuk pembagian tugas selama 1 minggu.

Saat mulai menata waktu untuk homeschooling, saya sadar betul bahwa perencanaan kegiatan itu sangat penting. Planning jadwal entah itu harian, mingguan, atau bulanan perlu untuk diatur seefisien dan seefektif mungkin untuk menjalani hari. Terlebih lagi, demi produktivitas seorang istri, ibu, merangkap guru, asisten, chef, dan apapun profesinya.

Itulah mengapa saya mulai mengulang kembali apa yang perlu ditata dan dibenahi dalam jadwal kegiatan saya selama ini. Jujur saja, saya merasa bahwa saya overwork bahkan ketika saya sudah benar-benar full time di rumah. Lho, kok?

Iya, terus terang saja. Saya jarang ngeblog selama ini karena saya tidak punya kesempatan untuk menyentuh laptop dan menuliskan progress apa yang saya dapatkan terkait kegiatan homeschool bersama anak-anak, atau sekedar update karya rajutan maupun diy craft yang biasa.

Oke…ini masalahnya di mana? Hmm..saya pikir karena terlalu “fleksibel” dengan jadwal saya sendiri. Harusnya saya menerapkan jadwal kegiatan atau planning yang tertata sehingga mudah untuk menyelesaikan job-job yang harus dihandel.

Sesuai judulnya, desain ini bisa untuk jadwal kegiatan atau jadwal pelajaran/ kuliah. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan.

Bagi yang berminat juga, silakan download deh. File dalam format PNG.

4 Weekly planner gratis by shenisa.com

jadwal mingguan weekly planner
weekly planner 2
jadwal kegiatan mingguan kosong (template)
weekly planner jadwal sekolah

Cara mengunduhnya: Klik kanan lalu “simpan gambar sebagai” (save image as…)

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Template Label Nama Buku Pelajaran Anak (Word, PDF, PNG)

[Download] Gambar Background Polkadot – Update 2021

Posted on 5 Comments

Printable Tracing Huruf Arab 01: Nama Buah (2021)

Printable Menulis Huruf Arab

Postingan tentang printable nama buah bahasa Arab versi 01 telah diperbarui Tgl. 11 Agustus 2021 – Tersedia 15 lembar worksheet PDF untuk anak-anak yang ingin belajar menulis dan memperkaya kosa kata Bahasa Arab bertema aneka buah.

Daftar Nama Buah dalam Bahasa Arab:

  • Alpukat = أَفُوكَادُو
  • Anggur = عِنَبٌ
  • Apel = تُفَّاحٌ
  • Blackberry = عَلِيْقٌ
  • Ceri = كَرَزُ
  • Delima = رُمَّانٌ
  • Durian = أَبُو شَوْكٍ
  • Jagung = ذَرَةٌ
  • Jambu biji = قَوَافَةٌ
  • Jeruk = بُرْتُقَالٌ
  • Jeruk Nipis = لَيْمُوْن
  • Kismis = زَبِيْبٌ
  • Kiwi = كِيْوِي
  • Kurma = تَمْرٌ
  • Mangga = مَانْجُوْ
  • Manggis = مَانغُوسْتِيْن
  • Melon = شَمَامٌ
  • Mentimun = خِيَارٌ
  • Nanas = أَنَانَاسُ
  • Pepaya = بَابَاياَ
  • Persik = دَرَاقٌ
  • Pisang = مَوْزٌ
  • Rambutan = رَمْبُوْتَنْ
  • Salak = لِـحَاءٌ
  • Semangka = بِطِّيْخٌ
  • Strawberi = فَرَاوَلَةٌ
  • Tomat = طَمَاطِمٌ
  • Zaitun = زَيْتُوْنٌ

15 Printable Anak: Belajar Menjiplak Huruf Bahasa Arab tentang Aneka Buah

Printable Menulis Huruf Arab

File dalam format PDF:

NANAS  
SEMANGKA 
PISANG  

ANGGUR

APEL

BLACKBERRY

CERI

DELIMA

MANGGA

JAMBU BIJI

JERUK

KURMA

JAGUNG

MELON

PEPAYA

TOMAT

STROBERI

ZAITUN

Alhamdulillah, dengan izin Allah Ta’ala dan pertolongan-Nya, semua janji saya untuk membuat materi bahasa Arab printable untuk anak-anak bisa terselesaikan. Saya upload di sini gratis untuk siapapun yang membutuhkan, semata-mata untuk tujuan edukasi.

Jadi, mohon tidak mendownload, mengedarkan di situs lain tanpa izin, dan menjualnya untuk tujuan komersial. Jika ingin berbagi cukup share link halaman ini di sosial media agar pengunjung bisa datang dan mengunduh langsung.

Terima kasih atas perhatiannya. Happy learning!

Nisa

credit: https://freepik.com & https://freesvg.org/

Baca juga postingan lainnya:

Lembar Mewarnai Gratis Edisi 1

Lembar Mewarnai Gratis Edisi 2

Jadwal Kegiatan Anak Sore/Malam

Jadwal Kegiatan Anak Pagi

Printable Hijaiyah

Menyambung Titik-Titik (Dot-to-Dot) Edisi 1

Posted on Leave a comment

Edisi 01: Printable Menyambung Titik untuk Anak (dot-to-dot)

printable paud tk menyambung titik


Ajak buah hatimu untuk belajar angka dengan printable menyambung titik (dot-to-dot) untuk anak edisi 1 dari shenisa.com. Ada 3 tingkatan level mulai dari level mudah (1-10 angka), sedang (1-20), hingga sulit (di atas 20). Semoga anak-anak suka ya!

Lembar aktivitas dot-to-dot ini bisa menantang sisi kognitif Kecil untuk mengetahui gambar apa yang tersembunyi dari titik-titik angka tersebut. Dengan menyambungnya, misteri tersebut dapat terkuak! Temukan kejutan gambar apa saja yang bisa dirangkai si Kecil dengan mengunduh secara gratis di situs ini.

Jangan lupa bagikan di media sosialmu dan bagikan link ini untuk siapa saja yang membutuhkan materi edukasi gratis untuk anak usia PAUD dan TK.

NOTE: Mohon untuk tidak meng-upload ulang ke situs lain/channel/lain. Jika ingin berbagi tentang printable ini, silakan langsung saja download di blog shenisa atau bisa share link postingan ini. Terima kasih!

Edisi 01 Printable Menyambung Titik untuk Anak usia PAUD – TK

Level: Mudah (1-10)

Rekomendasi untuk usia: prasekolah, PAUD, 3-5 tahun

DOWNLOAD:

TOPI

MATAHARI

GELAS

LAYANG-LAYANG

BUKU

Level: Sedang (<20)

Rekomendasi untuk usia: prasekolah, PAUD, 3-5 tahun

DOWNLOAD:

KAUS KAKI

ES KRIM

SUSU

HANGER

PENGGARIS

Level: Sulit (>20)

Rekomendasi untuk usia: prasekolah, PAUD, 3-5 tahun

DOWNLOAD:

LEMON

POHON

DONAT

BINTANG

GAYUNG

Semoga printable menyambung titik ini bermanfaat ya!

Happy playing!

Nisa

Baca juga:

Lembar Mewarnai Gratis Edisi 1

Lembar Mewarnai Gratis Edisi 2

Jadwal Kegiatan Anak Sore/Malam

Jadwal Kegiatan Anak Pagi

Printable Hijaiyah

Menyambung Titik-Titik (Dot-to-Dot) Edisi 1

Posted on Leave a comment

Edisi 02 Buah Tropis: Printable Mewarnai Anak TK

printable mewarnai anak TK padu sd seri buah

Download printable mewarnai untuk anak dalam bentuk jpg atau pdf bertema buah-buahan tropis Indonesia. Yuk, mewarnai sambil belajar bersama si Kecil! Cocok untuk anak usia PAUD, TK, hingga SD!

Selama pandemi kita mungkin jenuh dengan aktivitas yang itu-itu saja. Namun, jangan sampai anak-anak kita kehilangan keceriaan meski situasi di sekitar terasa berat.

Setelah membagikan printable mewarnai edisi 01 tentang transportasi, kali ini saya kembali membagikan printable gratis mewarnai untuk buah hati tersayang. Temanya tentang buah tropis.

Sebelumnya saya mohon maaf jika beberapa buah tropis khas Indonesia justru tidak ada dalam printable. Padahal saya ingin memasukkan buah seperti salak, belimbing, duku, rambutan, duh….harusnya banyak ya? Sayang sekali justru saya baru ingat semua itu saat file sudah saya kompilasi menjadi satu.

Ya sudah. Mungkin lain kali saya akan menggambar buah tropis untuk edisi berikutnya? Semogaaaa….jika ada waktu, hehe…(not gonna promise!).

Apapun itu, semoga yang ada bisa membantu menambah keceriaan di masa-masa sulit ini. semangat anak-anak dan para ortu hebat!!

DOWNLOAD EBOOK PRINTABLE MEWARNAI EDISI 2: BUAH TROPIS (10 halaman) format PDF

Bisa juga download per halaman (dalam format PNG)

NOTE: Mohon untuk tidak meng-upload ulang ke situs lain/channel/lain. Jika ingin berbagi tentang printable ini, silakan langsung saja download di blog shenisa atau bisa share link postingan ini. Terima kasih!

APEL

ANGGUR

ALPUKAT

PISANG

NANAS

SEMANGKA

CERI

DURIAN

JERUK

LEMON

STROBERI

PEPAYA

Cara Mendownload File:

1.Klik link download 1-2 kali hingga muncul halaman google drive.

2.Klik ikon unduhan seperti berikut ini:

3. File akan terunduh di folder download dan siap dicetak.

Tips Mencetak Printable

  1. Gunakan kertas A4. Kamu bisa membagi 1 halaman untuk 1 gambar. Jika yang mewarnai anak kecil, biasanya kurang sabar kalau media gambarnya terlalu besar, solusinya atur jumlah halaman per-sheet menjadi 2 (atau 4 juga bisa).
  2. Agar mewarnai lebih enak, bisa pakai kertas buku gambar (tekstur lebih tebal dan kurang halus).

Semoga bermanfaat!

Artikel Terkait:

Lembar Mewarnai Gratis Edisi 1

Lembar Mewarnai Gratis Edisi 2

Jadwal Kegiatan Anak Sore/Malam

Jadwal Kegiatan Anak Pagi

Printable Hijaiyah

Menyambung Titik-Titik (Dot-to-Dot) Edisi 1

Posted on Leave a comment

Edisi 01 Transportasi: Printable Mewarnai Anak TK

printable mewarnai anak tk sd edisi 1 transportasi

Cari printable mewarnai anak yang gratis? Unduh worksheet pdf edisi 1 seri transportasi di shenisa! Cocok banget buat si Kecil mulai usia PAUD, TK, hingga SD!

Selama pandemi, saya menghabiskan waktu belajar bersama anak dengan metode homescooling. Salah satu kegiatan yang mereka sukai adalah menggambar dan mewarnai gambar. Karena sudah bosan dengan gambar yang diunduh di situs penyedia gambar gratis di internet, saya memutuskan untuk membuat sendiri versi keluarga kami.

Kebetulan saya suka menggambar, saya mencoba membuat gambar tangan (hand drawn art) dengan bolpen dan kertas HVS biasa. Lalu saya scan dan edit-edit dikit di Krita dan Inkscape. Duh, ternyata tangan saya sudah kaku. Rasanya sudah terlalu lama saya tidak berkutat dengan dunia seni. Alhasil, otak lemot dalam memerintah tangan untuk luwes menggambar seperti dulu kala, jiah….

Printable Edisi 1 Seri Transportasi: Worksheet Mewarnai Gambar untuk usia 3 tahun ke Atas

Alhamdulillah. Meski cuma 8 halaman, saya berhasil mengompilasikan gambar-gambar random tersebut menjadi pdf. Sedikit info, meski proyek ini termasuk have-fun project, saya belajar banyak hal termasuk me-layout dengan Scribus dan memperbarui logo baru blog shenisa.com. Yay!

Kamu bisa mendownload satuan dalam format jpg atau satu edisi full pdf yang mudah dicetak dengan printer rumahan. Saya sudah cek dan tes untuk anak-anak saya sendiri.

Begini nih contoh printable mewarnai anak yang sudah saya cetak dan diujicobakan:

Bagi yang ingin mendownload, boleh langsung dari situs ini. Gratissss!

NOTE: Mohon untuk tidak meng-upload ulang ke situs lain/channel/lain. Jika ingin berbagi tentang printable ini, silakan langsung saja download di blog shenisa atau bisa share link postingan ini. Terima kasih!

cover printable anak pdf mewarnai kendaraan untuk paud tk sd

DOWNLOAD PRINTABLE MEWARNAI ANAK (ALL IN ONE SERI TRANSPORTASI (8 halaman PDF)

Daftar gambar:

Balon Udara

Helikopter

Kapal Laut

Kereta Api

Mobil

Perahu

Pesawat

Truk

Taksi

Jangan lupa cek printable mewarnai lainnya di Edisi 2 (tentang buah tropis).

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Lembar Mewarnai Gratis Edisi 1

Lembar Mewarnai Gratis Edisi 2

Jadwal Kegiatan Anak Sore/Malam

Jadwal Kegiatan Anak Pagi

Printable Hijaiyah

Menyambung Titik-Titik (Dot-to-Dot) Edisi 1

Posted on Leave a comment

Homeschool vs Sekolah: Manakah yang Terbaik?

Saat awal memikirkan tentang pendidikan anak, saya sempat terjebak dengan dikotomi homeschool vs sekolah. Saat itu, dengan naifnya, saya menganggap bahwa homeschool lebih unggul dan lebih baik dibandingkan bersekolah di institusi formal (sekolah umum) maupun informal (pesantren/pondok/lembaga lain).

pixabay.com

Apa sebabnya? Saat itu saya melihat bahwa pendidikan selayaknya adalah tugas kewajiban orang tua. Jadi tanggung jawab sepenuhnya soal pendidikan, orang tua adalah sebaik-baik sumber utamanya. Jika menyerahkan fungsi pendidikan ini kepada pihak lain, maka saya berpikir bahwa orang tua tersebut meninggalkan kewajibannya sebagai pendidik yang utama.

Pada akhirnya, pemikiran saya ini tidaklah tepat. Saya belajar dan kemudian mengubah mindset semacam ini seiring pergumulan saya dengan komunitas homeschooling baik di dalam maupun di luar negeri. Saya mempelajari tentang edukasi untuk anak dan bagaimana menempatkan paradigma yang lebih “fluid” tetapi basic untuk anak.

Ada banyak yang saya ingin bagikan dalam tulisan ini sebenarnya. Hanya saja, karena tak ingin topik ini mbeleber ke mana-mana, maka saya akan batasi dulu dengan menjawab pertama utama dalam postingan ini.

Homeschool vs Sekolah? Why Not Both?

Homeschool dan sekolah sama-sama diakui di Indonesia. Keduanya merupakan metode untuk meraih ilmu. Manakah yang terbaik? Tentu jawabannya berbeda antara satu keluarga dengan keluarga lainnya.

pixabay.com

Sistem yang terbaik bagi satu keluarga, belum tentu sama dengan keluarga lainnya. Setiap keluarga bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan dan keseuaian dengan “goal” masing-masing.

Dalam keluarga saya, sistem yang paling sesuai dan menurut kami mampu mengakomodasi pemenuhan kasih sayang, cinta, ilmu agama, nilai-nilai moral, norma, dan aturan hidup sesuai keyakinan kami ternyata bisa dipenuhi secara IDEAL dengan kombinasi antara homeschool dan sekolah. Ideal tentunya berdasarkan kacamata kami sebagai orang tua yang memiliki “goal”/tujuan hidup kami sebagai orang Islam.

Mengapa Memilih Kombinasi Keduanya?

Pertama, untuk menanamkan nilai-nilai agama, adab, kekeluargaan, dan kultural, kami menganggap bahwa pendidikan di rumah adalah sistem yang ideal karena kami sebagai orang tua, bisa menurunkan/mewariskan hal-hal yang kami anggap penting melalui aktivitas keseharian yang natural.

Kami mengajarkan kasih sayang, saling menghormati dengan orang lain, empati, dan nilai-nilai sosial/kultural termasuk menanamkan adab dan ibadah harian secara langsung. Saling mengingatkan jika ada kesalahan dan saling menasihati sesama anggota keluarga sebagai sistem yang saling mendukung untuk tumbuh berkembang dari lingkungan internal.

Kedua, orang tua bukanlah “jack or jill of all trades” untuk setiap ilmu yang wajib dipelajari anak. Kami hanyalah manusia biasa yang memiliki pengetahuan di satu sisi dan kekurangan di sisi yang lain.

We are maybe a master of something, but at some point, we’re just nobody. Kita bukanlah master segalanya. Sangatlah tidak realistis jika kami sebagai orang tua mengajarkan ilmu yang tidak kami miliki.

Padahal, dulunya saya sempat optimistis, bahwa saya harus menguasai apapun sebelum saya ajarkan kepada anak-anak. Namun, usia yang menua, kemampuan dan kecerdasan otak saya yang tidak bertambah, menjadikan saya berpikir ulang dan meredefinisi kembali tujuan tentang hidup ini, lalu mengadaptasikan kembali manakah jalan yang lebih efisien, realistis, tetapi tetap pada track yang lurus.

Pada akhirnya saya memilih untuk mendelegasikan pendidikan kepada ahlinya untuk materi-materi yang tidak kami kuasai. Kami menyerahkan pendidikan kepada sekolah (kami memilih ma’had/sekolah informal berbasis Islam) untuk materi-materi tertentu agar anak belajar pada ahlinya.

Kami orang tua bertindak sebagai fasilitator, menyiapkan buku-buku, guru-guru yang mumpuni, dan fasilitas lain yang bisa mendukung pendidikan anak terutama untuk materi pelajaran yang sifatnya basic (mengingat anak-anak saya masih TK- SD). Kami sangat selektif untuk memilih sekolah bagi anak-anak.

Tentu kami mempertimbangkan hal-hal yang sesuai dengan “goal” kami agar adab dan ilmu yang dipelajari sesuai dengan preferensi kami. Hal ini penting, karena perbedaan visi/misi sekolah bisa saja bertolak belakang dengan keyakinan kami, sehingga kami selektif untuk memilih tempat belajar karena materi dasar adalah pondasi yang akan dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Selain memberikan akses pendidikan lewat sekolah, kami menjaga kesesuaian pendidikan dengan metode homeschool. Dengan homeschool, peran orang tua sangat penting untuk mengarahkan dan memfasilitasi kebutuhan belajar anak. Kami pun lebih memahami tujuan besar pendidikan daan mampu memetakan road map agar tetap berada di track yang lurus sesuai nilai-nilai agama dan norma-norma yang kami yakini.

Untuk selanjutnya, saat anak menginjak usia SMP, apakah saya masih mengadopsi homeschool + sekolah atau tidak? Well, bisa jadi berubah lagi atau tetap. Kami belum tahu.

Tentunya, kami sendiri selalu mengevaluasi mana sistem yang terbaik bagi keluarga kami dan tak menutup kemungkinan akan adanya perubahan, jika memang diperlukan.

Cinta Belajar adalah Kunci


Kami percaya bahwa pendidikan dengan metode homeschool atau sekolah itu adalah preferensi yang sifatnya personal. Sekolah atau homeschooling sama-sama merupakan metode untuk meraih ilmu, jadi mau pakai cara apa, silakan disesuaikan dengan preferensi atau kemampuan keluarga masing-masing. Tidak ada paksaan, tidak ada kecondongan yang A pasti lebih baik daripada B, atau memaksakan pendapat bahwa homeschool pasti lebih bagus dibandingkan sekolah.

homeschool vs sekolah manakah yang terbaik
pixabay.com

Yang terpenting adalah anak cinta belajar. Jika anak memiliki pemahaman bahwa belajar itu adalah proses seumur hidup, maka hal itu bagus. Belajar itu sejak dalam buaian, hingga ke liang lahat. Tak ada kata usai. Maka menanamkan cinta belajar adalah kunci untuk pendidikan yang berkelanjutan.

Hal penting lainnya, belajar dengan sumber ilmu yang tepat. Keterbukaan informasi membuka peluang untuk belajar apa saja, di mana saja, kapan saja, dari dalam hingga mancanegara.

Sayangnya, kita kecerdasan literasi dan selektivitas sangat diperlukan baik untuk kita sebagai orang tua maupun bagi anak-anak. Belajar dari sumber ilmu yang tepat juga memegang peran penting karena hoaks yang dibalut “informasi seakan ilmiah” begitu banyak beredar. Mengajarkan literasi dan critical thinking sangat penting dewasa ini sehingga kita tidak mudah tertipu dengan membuncahnya informasi yang tidak akurat.

TL, DR (too long, didn’t read)


Ringkasan tentang Homeschool vs Sekolah: Manakah yang Terbaik?

  • Homeschool dan sekolah sama-sama diakui di Indonesia. Keduanya merupakan metode untuk meraih ilmu. Setiap keluarga bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan dan kesesuaian dengan “goal” masing-masing.
  • Homeschool menempatkan orang tua sebagai pihak yang mengarahkan dan memfasilitasi kebutuhan belajar anak. Sangat penting memahami tujuan pendidikan dalam road map yang besar agar tetap berada di track yang lurus sesuai nilai-nilai agama, keluarga, sosial yang diyakini.
  • Sekolah memiliki resources dan SDM dengan kualifikasi ilmu yang sesuai standar. Hal ini membantu memudahkan bagi orang tua yang ingin anak mempelajari ilmu pada orang yang benar-benar ahlinya.
  • Apapun metode yang dipilih, yang terpenting kita (orang tua dan anak) mau untuk terus belajar. Belajar dari sejak buaian, hingga ke liang lahat.
  • Perlu adanya kemampuan literasi dan critical thinking untuk membentengi diri dari membludaknya informasi yang beredar.

Itulah pendapat saya pribadi saat ini. Bagaimana denganmu? Metode apa yang kamu pilih untuk pendidikan anak versi ideal di keluargamu? Homeschool vs sekolah, lebih sreg yang mana? Jangan lupa tulis di komentar, saya bakal senang banget mendengar ceritamu juga!

Posted on Leave a comment

Bikin Kreatif! Inilah 5 Ide Kerajinan Lilin Mainan untuk Anak

Bosan dengan kegiatan itu-itu saja di rumah selama pandemi? Mengapa nggak mencoba melakukan kegiatan nge-craft yang seru? Salah satunya bikin kerajinan lilin mainan untuk anak yang cocok untuk usia balita hingga sd. 

Selain bisa didapatkan di mana saja, kreasi dari lilin mainan juga sangatlah beragam dan mudah untuk dibuat, loh. Kreasi dari lilin mainan ini bisa banget dijadiin ladang bisnis yang menguntungkan, karena banyak dicari oleh ibu-ibu yang ingin melatih dan juga mengembangkan kreativitas anak.

Yuk, langsung aja kita bedah beberapa kreasi kerajinan kreatif dari lilin mainan, di bawah ini.

5 Ide Kerajinan Lilin Mainan untuk Anak

1.Membuat bentuk bumi

Kerajinan dari lilin mainan pertama yang bisa banget kamu coba adalah dengan mengkreasikan bentuk-bentuk yang ada di alam semesta. Contohnya, bulan, bintang, matahari, atau bumi.

Freepik

Ajak si Kecil membuat bumi versi imut dengan 2 warna saja untuk daratan dan lautan. Dengan begini, anak bakal bisa mempelajari macam-macam hewan sambil bermain. 

Cara membuatnya pun mudah, loh. Simak berikut ini:

  • Pertama, sediakan lilin mainan biru tua dan hijau muda. 
  • Buat bentuk bola dari lilin biru
  • Pipihkan lilin hijau, potong dengan cutter, tusuk gigi, atau penggaris menyerupai pulau. 
  • Tempelkan pulau-pulau dari lilin hijau membentuk daratan. Mudah dan simple, kan?

2.Membuat bentuk buah-buahan dan sayuran

Salah satu cara mengenalkan berbagai macam sayuran dan buah-buahan sejak dini kepada anak juga bisa dilakukan lewat permainan ini, lho. Kamu bisa membuat kerajinan berbentuk buah dan juga sayuran dari plastisin/lilin yang seru pastinya.

Pinterest

Nah agar lebih bernilai seni, kamu bisa banget membuat miniatur berupa sekeranjang sayuran dan buah-buahan segar, kemudian menjadikannya gantungan kunci yang lucu.

3.Membuat bentuk huruf dan angka

Kerajinan dari lilin mainan berikutnya yang bisa banget untuk kamu coba adalah dengan membentuknya menjadi huruf dan angka.

Pixabay

Kamu tahu nggak, kalau mengenalkan huruf dan juga angka pada anak juga seharusnya dilakukan sedini mungkin, lho. Nah dalam hal ini, dibanding membeli poster atau buku, menggunakan huruf dan angka yang dibentuk dari lilin mainan tentunya lebih asyik, bukan?

4.Membuat bentuk bangun datar

Nah, berikutnya adalah salah satu alternatif belajar dengan kreasi dari lilin mainan yang juga sangat cocok untuk anak-anak. 

Youtube

Kamu bisa membuat kerajinan dari lilin mainan yang dibentuk menjadi sepaket bangun datar, seperti bentuk bola, tabung, kerucut, segi empat, dan lain sebagainya. Dengan begini, anak bakal bisa belajar dan diharapkan bakal lebih memahami tentang bangun-bangun datar.

5.Membuat bentuk dekorasi

Tidak selamanya untuk pembelajaran, kerajinan dari lilin mainan bisa banget dibuat dekorasi untuk menghias kamar anak atau meja kerja di rumah, loh. Nah, disini kamu bisa mengkreasikan bentuk bunga yang tersimpan dalam pot nya, atau membuat boneka yang lucu. 

Pinterest

Tidak hanya itu, dekorasi lainnya yang bisa banget kamu coba adalah dengan membentuk lilin mainan menjadi miniatur makanan, seperti kue tart, semangkok mie, dan lainnya. Nah dekorasi miniatur makanan ini bisa kamu tambahkan magnet untuk dijadikan tempelan yang menghiasi kulkas.

Itulah dia 5 ide kerajinan dari lilin mainan yang bisa kamu coba. Selain menyenangkan, mengisi waktu karantina dengan berkreasi bersama lilin mainan merupakan cara yang unik dan menarik untuk tetap produktif.

Bahkan si Kecil juga makin terampil dan happy meski di rumah saja. Bagaimana, tertarik mencoba?

Posted on Leave a comment

Apa itu Homeschooling? Mengenal Sekolah Rumah Lebih Dekat

Definisi Homeschooling

Homeschooling adalah metode pendidikan untuk anak yang dijalankan di rumah. Secara harfiah, homeschooling artinya bersekolah rumah. Istilah lain homeschooling adalah sekolah mandiri, home-based learning, atau pendidikan rumah (home-education).

Prinsip utama homeschooling menekankan program belajar di rumah sebagai alternatif pendidikan di sekolah. Metode belajar ini diminati sebagian orang tua, karena orang tua berhak menentukan sistem belajar yang sesuai dengan minat, kemampuan, serta gaya belajar sang Anak.

Namun, homeschooling sendiri bukan berarti mewajibkan orang tua berperan sebagai guru untuk semua ilmu yang diajarkan pada anak loh. Semua pendampingan dan aktivitas belajar anak sah-sah saja kok jika dilakukan oleh orang tua, guru, atau kombinasi keduanya. 

Di sinilah peran besar orang tua sebagai fasilitator dan motivator untuk anak. Mereka tak boleh lepas tangan, justru wajib mendukung kegiatan belajar anak sepenuhnya. Caranya dengan memberikan fasilitas dan keleluasan belajar dengan siapapun di tempat mana pun asalkan sesuai nilai-nilai/norma yang dianggap penting keluarga.

Alasan Melakukan Sekolah Rumah

Photo by RODNAE Productions from Pexels

Homeschooling kian marak dari tahun ke tahun. Kemajuan ini bahkan dirasakan di berbagai belahan negara di dunia. Para orang tua memilih jalan mendidik anak-anak sendiri dibandingkan mengirimkan mereka ke sekolah umum atau sekolah asrama.

Apa alasannya? Ada beragam faktor yang memungkinkan hal ini. Namun, salah satu penyebabnya adalah ketidakpuasan orang tua akan pilihan pendidikan yang ada. 

Struktur sekolah yang umum selama ini dianggap kurang memberikan nilai pendidikan yang semestinya pada anak. Terlalu banyak pelajaran, materi sekedar dihafal tanpa dihayati dalam praktik sehari-hari, potensi unik siswa yang kurang tereksplorasi, hingga sistem nilai yang berdasarkan ranking. 

Terlebih adanya kasus kekerasan di sekolah, bullying, atau tekanan dari sistem pendidikan yang ada membuat sebagian orang tua khawatir. Akhirnya, dipilihlah jalan homeschooling yang dianggap mampu mendukung anak untuk belajar tetapi masih dalam koridor nilai-nilai dari orang tua.

Metode belajar Homeschooling jadi pilihan orang tua karena beberapa hal, seperti:

  • Kondisi kesehatan anak
  • Pandangan orang tua tentang metode pendidikan sekolah
  • Minat dan bakat anak

Homeschooling hadir kepada anak sebagai sistem belajar mengajar yang disesuaikan sedemikian rupa dengan kondisi, minat, bakat, keinginan, dan preferensi si anak.

Wawasan Sistem Pendidikan Homeschool di Indonesia

Indonesia sudah menjadikan sistem pendidikan homeschooling sebagai  metode belajar mengajar yang diakui negara. Pengakuan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 129 tahun 2014.

Dari sudut legal, homeschooling artinya proses layanan pendidikan yang secara sadar dan terencana dilakukan oleh orang tua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain dalam bentuk tunggal, majemuk, dan komunitas di mana proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dengan tujuan agar setiap potensi peserta didik yang unik dapat berkembang secara maksimal.

5 Keuntungan Menerapkan Sekolah Rumah

  1. Manajemen waktu belajar fleksibel

Fleksibel dalam hal waktu membuat orang tua dan anak bisa belajar mengelola waktu efektif untuk belajar. Dalam 24 jam, anak bisa memilih waktu saat ia dalam kondisi maksimal dan fokus menerima pelajaran. Tak harus dari pagi hingga siang seperti jadwal sekolah pada umumnya. Anak bisa saja lebih konsentrasi belajar setelah subuh, saat sore hari, atau malam hari.

Penentuan waktu belajar di rumah menjadi kesepakatan antara anak, orang tua, dengan pengajar. Secara tidak langsung anak jadi belajar bernegosiasi, berdiskusi, dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.

  1. Bakat dan minat anak berkembang baik

Homeschooling berangkat dari ide setiap anak punya karakter uniknya sendiri-sendiri. Dari bakat, minat, gaya belajar, kemampuan, dan sifat individu.

Dengan homeschooling, karakter unik yang ada di diri anak tersebut diasah dan dioptimalkan sesuai dengan skill dan passion-nya.

  1. Waktu istirahat anak terjaga baik

Salah satu keuntungan fleksibilitas manajemen waktu belajar adalah menjaga faktor istirahat bagi anak.

Homeschooling menjadikan variabel waktu istirahat sebagai bahan pertimbangan. Tujuannya agar anak bisa maksimal menyerap materi pelajaran.

  1. Fleksibilitas lokasi belajar

Homeschooling memungkinkan anak belajar di berbagai lokasi selain rumah. Sehingga anak mendapat sensasi dan hal baru saat belajar. Seperti belajar di alam terbuka, museum, perpustakaan, atau lingkungan outdoor .

  1. Mencegah bullying dari sesama teman

Homeschooling memungkinkan orang tua membatasi pergaulan anak. Sehingga anak lebih aman dari risiko bullying.

Untuk menjaga efek negatif kehidupan sosial yang terbatas ini, anak bisa menjalani kehidupan sosialnya bersama tetangga dan saudara seumur.

Tertarik homeschooling? Lakukan 5 Persiapan Ini

Tuntutan terbesar sistem pendidikan homeschooling ada pada orang tua.

Karena homeschooling berarti memindahkan aktivitas sekolah ke rumah yang berisi berbagai aktivitas domestik rumah tangga.

Oleh karenanya, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan orang tua saat menjalankan metode belajar homeschooling bagi anak, yaitu:

  1. Memahami peraturan homeschooling

Orang tua perlu memahami Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 129 tahun 2014 dan juga peraturan homeschooling yang dikeluarkan dinas pendidikan setempat.

Tujuannya untuk menghindari risiko salah administrasi yang justru berbahaya bagi perkembangan jenjang pendidikan anak.

  1. Manajemen waktu orang tua

Belajar di rumah membutuhkan pengorbanan waktu yang lebih banyak bagi orang tua. Sehingga orang tua perlu mengatur waktu sebaik mungkin agar bisa menemani anak belajar dengan efektif.

  1. Menentukan pilihan metode sekolah rumah

Ada banyak opsi dalam sistem pendidikan homeschooling. Seperti opsi lembaga belajar, opsi guru, opsi kurikulum, dan lain sebagainya.

Untuk bisa menentukan opsi yang tepat, orang tua harus memahami wawasan dan praktik homeschooling yang terjadi selama ini di Indonesia.

Bergabung dengan berbagai komunitas homeschooling, mengikuti webinar bertema homeschooling, dan aktivitas riset lain dapat membantu orang tua membuka wawasan tersebut.

  1. Siapkan fisik, mental, dan wawasan orang tua 

Ada banyak hal yang harus disiapkan orang tua saat menjalani metode belajar homeschooling bagi anak. 

Sebabnya kehidupan orang tua akan terpengaruh signifikan dengan hadirnya homeschooling di rumah. Sebagai contoh, akan ada tetangga yang sinis atau berkomentar negatif tentang sistem pendidikan yang dijalani si anak.

Jika tidak dihadapi dengan bijak, hal ini akan memberi pengaruh ke kehidupan sosial orang tua dan anak.

  1. Orang tua mampu memfasilitasi dan berkolaborasi untuk pendidikan yang lebih baik 

Dalam sistem pendidikan berbasis rumah, orang tua bertanggung jawab penuh bagi kelancaran aktivitas belajar mengajar anak. Caranya dengan memberikan fasilitas yang layak untuk proses belajar. Misalnya, mengajak anak belajar tentang tanaman dengan praktik berkebun di rumah sendiri, mengajari tentang makhluk hidup kecil dengan mengamati lewat mikroskop, atau mengenal peta dengan melakukan traveling ke berbagai-kota.

Orang tua bisa berkolaborasi dengan orang yang ahli/berilmu, bisa dari kalangan kerabat, kenalan, atau pengajar profesional. Kolaborasi dengan si anak juga jadi faktor penting saat menjalankan sistem belajar homeschool ini. Sehingga ada pembagian tugas, kerja, dan tanggung jawab yang saling meringankan.

Itulah sekilas tentang home-education alias homeschool. Bagaimana menurutmu? Apakah kamu akan menerapkannya untuk anak-anakmu nanti? Jangan ragu sampaikan pendapatmu di komentar, ya! 

Posted on 2 Comments

Belajar Menulis Arab untuk Anak-Anak {Catatan Homeschooling}

Belajar menulis arab atau huruf hijaiyyah baru saya terapkan saat si Sulung berusia 5 tahun. Meski untuk belajar membaca sudah saya mulai sejak ia belum genap berusia 2 tahun.

Belajar menulisa arab untuk anak
Freepik.com

Saat itu saya baru mengenalkan huruf hijaiyyah lewat poster dan abaca flaschcard seri 1 (petualangan raja donat). Sekedar mengenalkan doang, sih. Saya nggak memaksa dia harus bisa.

Baca juga : Gratis Poster Huruf Hijaiyyah untuk PAUD

Nyatanya, kalau anak sering dipaparkan dengan pengetahuan secara terus-menerus, akan lebih mudah baginya untuk menghafal semua huruf di usia 2 tahun. Untuk selanjutnya barulah saya mengajarkan sedikit demi sedikit tentang membaca huruf arab dengan harakat.

Sementara itu soal tulis-menulis, saya baru mengajarkan si Sulung untuk lebih serius ketika ia berusia 5 tahun. Saat ia sudah bisa menulis abjad dan kalimat dalam bahasa Indonesia. Saya
sengaja mendahulukan bahasa ibu terlebih dahulu, karena menurut saya itu pondasi penting dalam berkomunikasi.

Jika anak sudah paham bahasa ibu, bahasanya sehari-hari. Barulah ia belajar bahasa asing lainnya. Kalau di keluarga saya, bahasa asing yang wajib dipelajari pertama kali adalah bahasa Arab. Karena nantinya anak-anak harus bisa membaca dan paham dengan Al quran. Bahasa Arab adalah ilmu alat untuk memahami agama Islam dengan baik dan benar. Sehingga tentu saja itu harus dipelajari sedini mungkin.

Belajar Menulis Arab: Sarana dan Prasarana

Mengajak balita belajar menulis Arab tentunya harus pakai cara kreatif dan asyik. Apalagi si Sulung itu tipikal kinestetik dan visual.

Belajar Menulis Arab dengan Materi Buatan Sendiri

Pertama-tama saya cuma membuat materi belajar menulis Arab secara manual (diy). Saya gambar di kertas, msalnya pesawat. Saya tulis kata pesawat dalam bahasa Arab dalam bentuk titik-titik, dan meminta si Sulung untuk menebalkankannya. Sekaligus mewarnai gambar pesawatnya.

Ibarat sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Ada beberapa keuntungan belajar menulis Arab dengan cara ini.

  1. Bonding makin kuat. Anak semakin ketagihan karena seru. Ibu makin semangat membuat materi belajar diy untuk anak-anak.
  2. Anak belajar menulis Arab dengan cara menyenangkan. Apalagi bagi anak yang hobi menggambar. Ia juga makin bisa meluweskan jarinya dalam menggunakan pensil. Lewat mewarnai, menggambar, menebalkan huruf, dan inilah basic dalam menulis.
  3. Anak juga belajar bahasa Arab. Sehingga makin banyak kosa kata dalam bahasa Arab yang ia ketahui. Selain itu ia bisa mengasosiasikan gambar yang selama ini ia ketahui maknanya dalam bahasa Indonesia, dalam bahasa Arab plus cara menulisnya.

Belajar Menulis Arab dengan Buku

Setelah setahun mengajar dengan metode ini. Saya melanjutkan ke metode berikutnya. Yakni menggunakan buku.

Saya membelikan anak saya buku menulis Arab. Yang pertama adalah buku berjudul Saya Suka Menulis Huruf Arab (SSMHA) terbitan Nurani Bunda Oleh Nurani Musta’in).

Buku ini bagus karena bukan hanya mengajarkan dasar menulis (cara menggoreskan pensil dan arahnya), tapi juga ada gambar dan kata dalam bahasa Arab di tiap huruf hijaiyyah. Sayangnya saya cuma beli 1 jilid saja. Harusnya ada 4 jilid kalau ingin lebih komprehensif.

Isi buku SSMHA

Buku berikutnya yang saya pilih adalah Buku Pelajaran Menulis Khot Naskhi dari penerbit At Tuqa (oleh Ummu ‘Irbadh Salma Hadi). Buku ini juga bagus. Meski pun lembar untuk latihannya kurang banyak. Buku ini polos aja, sih. Nggak seperti SSMHA yang ada gambar dan kosa kata dalam bahasa Arab. But, It’s ok.

Kali ini saya beli sekalian satu set. Isinya 8 jilid buku tipis untuk belajar menulis Arab. Mulai dari awal huruf hijaiyyah hingga menulis kata (yang disambung).

SSMHA dan Khot Arab Naskhi

Untuk mengajar menulis huruf arab, memang harus dibiasakan untuk menulis sesuai arah yang ada. Begitu pun soal posisi huruf. Adanya garis bantu di dalam lembar latihan, membuat anak lebih mudah memahami bagaimana posisi menulis yang tepat. Apakah di atas garis, di tengah garis, atau di bawah garis.

Isi buku Khot Naskhi

Untuk alat tulisnya, sebaiknya memang memakai pensil kaligrafi gitu. Biar enak dan hasilnya bagus. Tapi kalau nggak punya, ya, pakai pensil biasa aja yang ditajamkan satu sisi sehingga kalau dipakai menulis bisa ada efek miring seperti kaligrafi gitu.

Sebenarnya ini juga mirip dengan cara menulis huruf Jepang sewaktu saya kursus dahulu. Kalau sampai urutan dan arah goresan pensilnya salah, ya salah. Makanya ada buku khusus untuk belajar huruf kaligrafi semacam ini.

Belajar Menulis Arab: Sumber Internet

Sarana untuk mengajarkan anak menulis huruf Arab, bukan cuma lewat buku saja, lho. Saya kadang mencari materi homeschooling lainnya yang gratis di internet. Saya pernah melihat banyak worksheet menulis Arab yang bisa diunduh dalam versi pdf. Salah satunya di education.com.

Sayangnya, ada banyak gambar makhluk bernyawa di situ, jadi saya kurang sreg mengunduh di situs itu.

Sebenarnya ada sih, buku yang masuk kategori wishlist saya, terkait belajar menulis huruf arab untuk anak-anak ini. Bukunya berjudul Jisrun Najah dari Maqdis Publishing.

Kenapa?

Buku latihan ini isinya tebal. Lembarannya banyak. Memangnya kalau belajar itu satu dua lembar cukup? Saya rasa kurang sih. Paling enak kalau lembarannya banyak. Jadi puas kalau latihan menulis. Bisa sampe berlembar-lembar gitu tiap hurufnya.

Tapi entah di mana bisa mendapat buku ini. Agak susah mencari Jisrun Najah di kota saya tinggal.

Jadi bagaimana denganmu? Apakah kamu punya rekomendasi sarana belajar menulis huruf Arab untuk anak-anak? Tulis di komentar, ya. Saya benar-benar penasaran. ^ ^

Happy writing

Nisa