Posted on 23 Comments

Pengalaman Saya Setelah Coba SosiaGo (Influencer Marketing)

Sudah tiga bulan sejak saya mencoba SosiaGo influencer marketing, sebagai salah satu micro-influencer/ blogger. SosiaGo adalah platform influencer marketing di Indonesia yang dirilis di tahun 2018. Menggantikan iBlogMarket yang resmi ditutup.

Nah, kabar baiknya, kini pengguna lama iBlogMarket bisa beralih menjajal SosiaGo influencer marketing. Memang setelah rebranding dan memperbarui fitur baru, SosiaGo terlihat lebih profesional. Tak heran hanya dalam waktu singkat sudah belasan ribu influencer yang ikutan gabung dan langsung coba platform influencer marketing ini.

Daftar Isi

Sekilas tentang Influencer Marketing

Pengalaman saya coba SosiaGo influencer marketing

Saya berasumsi yang membaca artikel ini adalah blogger yang baru akan menekuni dunia blogging for money. Jadi saya akan menjelaskan sedikit dari awal tentang influencer marketing.

Influencer marketing bukan barang baru di zaman now. Strategi promosi online ini tergolong lebih menguntungkan karena sifatnya yang berbeda dengan iklan tradisional.

Mengapa?

Tahu sendiri kan, kalau kita masuk ke situs yang ada iklannya, kalau nggak buru-buru cari tanda X, ya ngeklik tombol back. #evillaugh

Saya nggak bilang kalau traditional ads itu nggak efektif. Hanya saja pembaca masa kini kian pintar menghindari iklan (dengan memasang ads blocker, misalnya). Saya juga kurang suka iklan karena bikin lemot akses. Tak heran jika jari-jemari saya sangat terlatih untuk menghindar jebakan pop-up ads, scrolling ads, dll.

Otomatis iklan tradisional berbeda dengan influencer marketing di mana pengaruh influencer sangat menentukan kesuksesan campaign. Influencer memiliki kekuatan yakni follower, organic visitor, DA/PA (untuk blog), subscriber yang dinilai dari segi kuantitas maupun kualitas. Brand atau advertiser tinggal memilih influencer sesuai dengan yang diinginkan.

Influencer sendiri memiliki medianya sendiri-sendiri. Ada yang memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, hingga blog-blog pribadi. Niche blogger seperti saya ini termasuk dalam micro-influencer. Di mana kami menulis dan memposting artikel yang disponsori advertiser.

Advertiser menggunakan jasa blogger untuk tujuan yang bervariasi. Ada yang sekedar buang “jangkar” (backlink SEO), hingga untuk mempengaruhi fans fanatik blogger tersebut agar membeli dan mencoba produk yang direview (biasanya blogger yang levelnya udah sama kayak seleb).

Makin Banyak yang Pakai SosiaGo (Influencer Marketing Platform) untuk Online Marketing

Sekarang zamannya content marketing di mana  influencer berlomba-lomba membuat konten yang orisinil, unik, dan kreatif. Saking kreatifnya, audiens bahkan nggak merasa sedang melihat advertorial/ sponsored post.

Ilustrasi join SosiaGo influencer marketing

Saya pernah mengikuti postingan beauty blogger terkenal di tanah air. Yang jelas-jelas dia menyebut merk produk yang dipakai biar punya kulit semulus dirinya. Yang komen? Berapa lapis? Ratusan! Hmm, lebih!

Padahal saya juga tahu, tanpa produk itu pun dia sudah cantik dari lahir. Tapi konten di dalam blognya dikemas dengan baik dan membuat audiens merasa bahwa konten tersebut bermanfaat meski mempromosikan produk. Dalam tahap yang lebih ekstrim, tiap brand yang disebut si Blogger akan diburu oleh fansnya.

Seefektif Itukah Influencer Marketing?

Makanya owner brand atau advertiser kini lebih memilih influencer marketing yang dinilai lebih efektif untuk mempublikasikan konten yang relevan dan bermanfaat untuk audiens mereka. Selain biayanya lebih terjangkau dibandingkan iklan, promosi lewat influencer juga lebih tertarget. Jika beruntung strategi ini bisa bersifat long term.

Mencari influencer sendiri juga butuh upaya yang nggak mudah. Jika ingin praktis, coba saja influencer marketing seperti SosiaGo. Di sini ada belasan ribu influencer yang bisa dipilih untuk mempromosikan campaign. Dari sudut pandang advertiser, ini menguntungkan karena bebas memilih influencer yang tersedia.

Kebalikannya, bagi influencer. Kami harus bersaing satu sama lain demi menyediakan performa terbaik agar bisa terpilih.

Saya sendiri termasuk satu di antara belasan ribu influencer tersebut. Meski begitu saya nggak minder. Karena saya memiliki aset berupa blog ber-niche khusus dengan kualitas yang lumayan menarik bagi advertiser tertentu. Intinya, sih, sebelum terjun ke dunia influencer marketing ini, kamu harus paham betul apa yang spesial dari blogmu. Istilah marketingnya, unique selling point (USP). Tiap blogger beda-beda USP-nya.

Jadi buat kamu yang punya blog dengan real human visitor apalagi yang sering dapat kunjungan dari situs pencari Google, kenapa nggak coba SosiaGo influencer marketing saja? Saya lumayan sering dipilih advertiser (sejak masih bernama iBlogMarket) dan kompensasi yang didapat tiap bulan juga lumayan. Nggak heran kalau ada blogger yang menjadikan ini sebagai profesi full time. Yup, menjadi full time blogger keren kali, ya. Hehe.

Tips untuk Blogger Pemula yang Ingin Gabung SosiaGo (Influencer Marketing All-in-one)

1. Sebelumnya buatlah blog dan rajinlah menulis artikel yang berkualitas.

Content is a king. Jika blogmu baru, visitor nggak akan langsung datang selama beberapa bulan pertama. Tapi dengan konsistensi dan kualitas artikel yang bagus, dalam waktu singkat blogmu bisa diperhitungkan. Lebih bagus lagi kalau blog kamu punya niche khusus, kesempatan untuk punya pembaca loyal akan semakin besar.

2.  Pilih hosting dan nama domain TLD yang akan menjadi brand-mu.

Umumnya sih, pakai akhiran .com, .net, .info, dll. Jangan lupa pilih yang aman dan terpercaya. Mahal sedikit nggak apa-apa. Saya pernah tuh ketipu, beli domain murah banget. Setelah blog saya terkenal, eh, domainnya nggak bisa diperbarui. Penyedianya kabur entah ke mana. Akhirnya saya re-branding lagi dengan nama baru.

Baca juga: Ganti Domain, Sebuah Keputusan yang Berat

Selain itu gunakan juga SSL (https://) pada situsmu agar dianggap aman oleh pengunjung dan juga Google.

3. Belajar mengoptimasi blog agar mendapat pengunjung dari Google.

Meski konten itu penting, tapi kalau nggak ada yang visitor yang baca ya percuma. Jumlah visitor inilah yang menjadi salah satu tolok ukur penting untuk mendapat job dari advertiser. Dan visitor organik (yang didapat dari hasil pencarian search engine) sangat bernilai. Ini menunjukkan blogmu dipercayai Google.

4. Naikkan skor DA/PA.

Setelah bulan blogmu rutin mendapat pengunjung, jangan senang dulu. Kamu perlu memeriksa indikator lain yang bisa memenangkan kompetisi dengan blogger lain. Yakni memiliki domain authority / page authority (DA/PA) yang tinggi.

Agar dipilih advertiser, setidaknya kamu punya DA di atas 10. Kriteria ini bisa dilihat di berbagai brief campaign yang saya temui di SosiaGo.

Cara daftar di SosiaGo (influencer marketing platform).

Jika kamu sudah memiliki blog dengan kualifikasi yang sesuai (jumlah visitor, skor DA/PA, engagement, rangking di Google, dll). Kamu bisa coba bergabung di SosiaGo sebagai influencer.

Cara Mendaftar di sosiaGo
1. Ketik www.sosiago.id/im-influencer
2. Klik daftar/ signup. Masukkan alamat email yang valid, nama, dan password. Jangan lupa centang bagian influencer. Setelah itu klik daftar.

sosiaGo akan mengirimkan kode verifikasi ke alamat emailmu. Agar prosesnya cepat, pastikan kamu sudah login email terlebih dahulu. Setelah email kode verifikasi dari sosiaGo datang, segera klik button confirm address. Nantinya kamu akan digiring ke page sosiaGo yang menunjukkan bahwa akunmu sudah aktif. Kamu boleh login untuk mengedit akun sosiaGo-mu yang baru.

3. Login sosiaGo dengan alamat dan password yang sudah kamu isi sebelumnya.

4. Klik profile dan isi secara lengkap. Mulai dari data diri hingga data bank. Lalu upload foto/ gambar yang menunjukkan identitasmu.
Nyalakan juga notifikasi akunmu agar info update bisa segera kamu terima lewat sms atau email.

5. Pilih media sosial/ channel yang kamu gunakan dengan menekan bagian akun dan klik +channel. Ada 4 pilihan channel. Klik logo blogger.

Ketik nama blog/websitemu, contoh: www.tulisnamablogmu.com atau tulisnamablogmu.com

Pilih tipe channel. Ada dua pilihan.
Tipe publish (content placement).

Tipe ini hanya akan mempublikasikan konten dari advertiser. Kita nggak perlu membuat konten sendiri.

Kelebihan tipe publish, kita nggak usah capek-capek mikirin konten. Kekurangannya, kadang artikelnya nggak sesuai dengan harapan kita.

Saya pernah punya pengalaman, dapat content placement tapi tulisannya nggak bisa dibaca. Coba bayangkan, bisakah kamu membaca 350 kata dalam satu halaman artikel yang diketik tanpa spasi?

Saya berprasangka baik kalau soal teknis gitu, sih, paling masalah laptop yang error keyboardnya. Tapi, yakali…. Saya malas kalau harus mengedit terlalu banyak typo/ salah tik.

Daripada menerima kualitas artikel yang seburuk itu, mending saya reject aja. Nggak sepadan sama fee-nya, imho.

Tipe create (tulis sendiri)

Penulis sejati tentu akan memilih untuk menulis sendiri apa yang ada di blognya. Bagi yang tak ingin kehilangan jati diri blognya, tipe create ini lebih cocok. Karena ulasan dan gaya bahasanya akan lebih pas untuk audiensnya.

Kekurangannya? Bagi yang nggak bisa menulis atau kalau menulis sendiri hasilnya lama, mungkin tipe ini kurang cocok. Meski pun kalau sedang dikejar deadline bisa aja, sih, kamu order artikel di sosiaGo (bisa dapat bonus poin juga). Nggak ribet, nggak usah nulis, tapi tetap gajian.

Tentukan blog yang akan kamu jadikan aset sekaligus rate harga untuk content placement (only publish) dan placement yang ditulis sendiri (create) di blogmu. Awal saya dulu memiliki blog menerima sponsored post sekitar Rp 75.000 / artikel (publish) dan Rp 100.000 untuk tulisan review (create). Kemahalan? Atau kemurahan? Relatif sih. Sekarang berhubung DA sudah naik dan trafik per bulan dari Google juga lumayan, ya otomatis rate saya juga naik.

Upload gambar blog/websitemu agar lebih meyakinkan. Bagian ini bisa di-skip, sih. Tapi saya suka aja pasang cover yang bagus biar lebih representatif. It also gives a professional look to your site.

6. Lakukan verifikasi website atau blog. Caranya:

  • Setelah menambahkan blog dan tipe channel yang kamu pilih, nantinya kamu akan diminta memasukkan kode ke blogmu.
  • Login ke dashboard blogmu.
  • Copy kode script di sosiaGo dan paste ke blogmu. Simpan.
  • Kembali ke halaman sosiaGo di bagian account. Klik verify.
  • Akun blogmu yang sudah verified akan menunjukkan kualifikasi blogmu. Seperti DA, jumlah visitor per bulan, dan rate harga blogmu.
  • Kembali ke dashboard blogmu. Copot kembali kode script yang sudah kamu pasang. Pastikan kamu melakukan langkah ini setelah blogmu berhasil diverifikasi, ya.

7. Yes. Blogmu kini siap tempur.

Infografis cara daftar sosiago
Infografis cara daftar menjadi influencer di sosiaGo

Tips sukses jadi influencer marketing SosiaGo

Sebagai permulaan kamu bisa mengikuti penawaran dari advertiser lewat offering campaign yang dibuka untuk influencer.

Masing-masing campaign ada keterangan siapa advertisernya, tentang apa briefnya, nominal fee yang akan diterima blogger, jumlah influencer, dan berapa influencer yang sudah join.

Offering campaign dari beragam advertiser.
Yang minat silakan join.

Memang harus bersaing, sih. Tapi jika dapat kesempatan, bisa bermanfaat untuk meningkatkan rating dan poinmu. Semakin tinggi ratingmu, kamu akan makin dipercaya. Sehingga peluang untuk dipilih advertiser makin besar di kemudian hari. Sementara token poin, fungsinya sebagai reward dari SosiaGo.

Pilih Advertiser yang Kredibel

Kredibilitas itu bisa dinilai dari beberapa hal:

  • Cek siapa advertisernya. Syukur-syukur kalau brand-nya udah lumayan terkenal.
  • Brief campaign yang diajukan jelas. Saya nggak akan ambil job apapun yang briefnya nggak jelas, terkesan asal-asalan, atau kurang spesifik tentang apa campaign-nya. Misalnya, topik tentang bisnis. Itu mah terlalu luas. Bisnis apa dulu? 
  • Tampilan web advertiser. Kalau nama dan brief advertiser terlihat kurang detail, saya biasanya mengecek lewat websitenya. Jadi saya punya gambaran mau menulis atau mempublikasikan apa.

Adakalanya advertiser butuh blog untuk kebutuhan backlink saja.

Asal harga cocok, blognya keurus, kualitas blog (DA/PA, traffic, tampilan blog meyakinkan), maka itu yang dipilih.

Kalau saya pribadi, selama campaign dan brief yang ditawarkan bertentangan dengan prinsip, ya saya nggak akan terima. Dan jika kamu sebagai influencer ada dalam posisi tidak bisa menolak job yang sudah diberikan (karena udah deal sebelumnya), coba bernegosiasi dengan advertiser yang bersangkutan. Bagusnya di SosiaGo, kita sebagai influencer bisa berkomunikasi dengan advertiser dengan fasilitas chat messenger. Fitur yang tidak ada di platform iBlogMarket sebelumnya.

Fitur chat messenger
untuk berkomunikasi dengan klien

Rajinlah membaca tutorial untuk influencer yang ada di SosiaGo influencer marketing.

Percayalah, itu sangat membantu kita yang masih baru di bidang ini. Dan jika ada yang belum kita pahami, jangan ragu berkomunikasi dengan tim SosiaGo lewat tiket atau email. Menurut pengalaman saya, tim SosiaGo cepat tanggap dalam menjawab dan membantu persoalan influencer.

Kamu berhasil dipilih untuk mengerjakan task dari advertiser.

Selamat, deh. Segera kerjakan karena ada deadline-nya. Maksimalkan postingan yang kamu kerjakan dengan membaginya ke followermu karena advertiser memiliki laporan statistik untuk melihat seberapa besar impresi dan performa dari blogmu. Selain itu agar terhindar dari task yang expired, pastikan kamu menyalakan notifikasi baik lewat sms atau email. Sehingga begitu ada task, kamu bisa langsung mengerjakannya.

Kerjakan revisi jika advertiser memintanya.

Namanya juga manusia, kadang ada kesalahan. Mulai dari salah ketik minor hingga salah memberikan anchor text dan url. Komunikasikan apa pun via fitur chat messenger, yang terbukti sangat berguna untuk memaksimalkan kerja sama antara advertiser dengan blogger.

Pembayaran fee dilakukan setiap akhir bulan otomatis.

Ada opsi untuk memilih apakah saldomu diambil tiap bulan atau opsi lain yaitu saldomu ditabung dulu hingga banyak, baru diambil. Choose your preference.

Apakah SosiaGo scam?

SosiaGo ini sebenarnya bukan brand baru, namun sudah berjalan beberapa tahun dengan nama idBlogMarket. Dibawah naungan sebuah digital agency, SosiaGo membuka layanan “marketplace” yang mempertemukan advertiser dengan blogger.

Hingga saat ini SosiaGo terbukti membayar, bahkan teman-teman blogger lainnya bisa mendapat jutaan hanya dari platform influencer marketing ini saja, menarik bukan?

Bukti pembayaran SosiaGo

Bulan Desember ini masih mendapat rejeki pembayaran dari SosiaGo, walaupun jumlahnya tidak seberapa, lumayanlah untuk sekadar jajan atau beli Thai-tea. SosiaGo ini cocok banget bagi kamu yang punya banyak blog, coba bayangkan bila 1 blog saja bisa menghasilkan 1 juta rupiah, bagaimana bila punya 10 blog? (angka hanya estimasi belaka, hehe)

Itulah pengalaman saya setelah menggunakan platform SosiaGo influencer marketing. Kamu penasaran coba? Yuk, kita c’mon!

Baca juga tulisan lain:

Impian Teknologiku Diwujudkan oleh AMD : Fractal is My Passion! {Winner Juara Harapan}

Software Point of Sales Online Omega POS Cloud {Winner Juara 5}

Posted on 12 Comments

Pengalaman Saya Menggunakan Pensil Warna Bagus dari Staedtler (Nostalgia Masa SD)

Sejak tahun 90-an saya udah pakai pensil 2B STAEDTLER dan Luna Aquarell watercolor. Menurut saya pensil warna Luna ini bagus dan cocok untuk mendukung kreativitas anak.
Iya, ngaku deh. Saya suka menggambar, jadi pikir saya punya peralatan menggambar yang berkualitas juga sangat berguna untuk mengasah kreativitas.
Yap, masih membekas di ingatan saya belasan tahun yang lalu saat ayah saya membelikan pensil warna yang bagus dan mahal. Merknya Luna dari STAEDTLER (ih, kenapa musti CAPS-LOCK sih? Hehe, baru nyadar kalo nama brand itu pake huruf besar semua. Jadi yaa..digedein deh ^ ^).
Pertama kali saya lihat iklannya di TV saya langsung jatuh hati. Iklannya pada tahun 1990-an waktu itu cukup sukses membuat mata seorang anak SD dengan hobi menggambarnya ini (iya, saya suka menggambar. Sangatttt sukkkak malahan, hehe) membelalak karena takjub.
Gimana enggak? 
Iklannya saat itu menggambarkan bagaimana pensil warna Luna bisa dengan sangat ajaibnya bisa berubah menjadi cat air saat disapu dengan kuas basah.
Seperti sulap saja, pikir saya waktu itu.
Beruntung ayah saya sangat baik hati untuk mau membelikan saya pensil warna ajaib itu. Meski harganya berlipat jauh lebih mahal daripada pensil warna biasa yang selama ini saya pakai. Senangnya saya waktu itu karena pensil warna Luna yang saya miliki berisi 12 pensil warna panjang disertai bonus kuas kecil di dalamnya. Waah, saya jadi merasa menjadi anak yang paling bahagia sedunia…
Selain itu teman-teman saya juga menganggap pensil warna Luna sangat keren sekali. Mereka juga pertama kali melihat ada pensil warna yang bisa mengubah goresan di gambar menjadi cat air. Secara melukis dengan cat air itu agak-agak susah apalagi bagi anak SD seperti saya.
Jadinya pas pake pensil warna Luna, kesannya seolah-olah melukis langsung dengan cat air. Padahal NGGAK kan? Tool-hack yang sangat berguna nih, hehe.
“Nis, pensil warnamu bagus banget, kok bisa ya?”
Iyaalaaah…  siapa dulu yang beli? Bokap gw…haha.
Langsung gede kepala waktu itu soalnya hampir sekelas teman sekolah gumunen dengan pensil warna saya yang asli emang ketje badai. Maklum, sekolah saya di desa jadi mungkin itulah pertama kali mereka melihat barang sekeren itu.
“Harganya berapa? Beli di mana?” berbagai pertanyaan bertubi-tubi dilayangkan teman-teman pada saya.
Saya lupa harganya. Kayaknya di atas Rp12.000 waktu itu, angka pastinya lupa. Yang jelas harganya tergolong sangat mahal dibanding pensil warna biasa. Sebagai perbandingan, saat saya SD dulu uang Rp 50 masih laku (uang saku saya sekitar 200 perak waktu itu). Haha… baiklah, saya akui bahwa saya #angkatan-90s
 
Dan pastinya punya pensil warna ini bisa bikin status sosial naik. Satu-satunya yang punya gitu loh. Haha, anak SD tau apa sih soal status sosial? Hah. Lebay nih. Jangan ditiru ya teman-teman XD

My Creativity Upgraded

Pensil warna Luna Aquarell ini dulu dikemas dengan desain yang didominasi warna biru dengan gambar perahu layar dan bulan sabit. Untuk versi sekarang sepertinya tidak banyak berubah. Hanya mungkin unsur warna merah lebih banyak dari sebelumnya.
Barusan, saya cek di internet harga pensil warna merk STAEDTLER Luna ini sekitar Rp30.000 – Rp35.000 untuk yang isi 12 panjang (dan gratis kuas lukis juga). Harga yang rasional agar anak-anak makin suka mewarnai gambar. Ya, nggak?

Rasanya kalo dikaitkan dengan kreativitas, cukup nyambung juga. Semakin bagus pensil kualitas pensil warnanya semakin tinggi dorongan untuk berkreasi. Dengan kata lain, anak menjadi semakin berusaha untuk berkarya, meningkatkan kreativitasnya, dan makin imajinatif dalam mengekspresikan tiap goresan di kertas gambarnya.
Saya dulu biasa diikutkan lomba menggambar dan mewarnai. Cukup sering ikut biarpun nggak pernah menang.
Tapi ikut lomba waktu itu bukan untuk mengejar piala atau prestise. Menang-kalah nggak jadi soal karena yang terpenting saya udah berusaha dan berani mencoba untuk berkompetisi. Lagian, ikutan lomba itu buat saya untuk mengukur kemampuan diri. Sehingga saya bisa menilai di mana posisi saya saat itu.
Yang jelas semakin lama, kemampuan menggambar saya semakin meningkat. Hingga kini bahkan saya masih suka menggambar, meski nggak sesering dulu lagi.

Baca juga:
Tempat Pensil Rajut Penuh Warna
Tempat Pensil Rajut Sederhana
{Freebies} Belajar Menyambung Titik-Titik untuk Homeschooling Preschool (3-5 Tahun) : Gambar Pensil Warna

 
Well, dengan pensil warna yang bagus, kualitas gambar juga semakin terlihat beda dari gambar lain yang menggunakan pensil warna biasa. Pensil warna yang bagus biasanya dibuat dengan bahan yang memiliki kadar yang tepat sehingga saat digoreskan ke atas kertas warnanya bisa tajam, shiny, dan pensilnya sendiri tidak mudah patah.
Itu semua saya temukan ada pada produk Luna Aquarell (saya sebenarnya baru tau kalo itu produknya STAEDTLER, aaah…pantes! Bagus banget emang!)
All I can say, Alhamdulillah ayah saya membelikan saya pensil warna yang bagus untuk mendukung hobi saya menggambar. Next, saya lihat anak saya yang sulung juga suka menggambar (woohoo…gen saya nih kayaknya), jadinya saya nggak ragu lagi untuk memilihkannya produk yang terbaik untuk mendukung kreativitasnya dalam berkarya.
Saya yakin ia akan sangat bahagia. Sebahagia perasaan saya saat menerima sekotak pensil warna bagus (dan ajaib!) merk Luna dari ayah saya.
If it put a smile on your face, would it put the same on your kid’s face?
Happy coloring and have fun!
-Nisa
images:
pixabay.com
warnaluna.com