curcol
Pengalaman Saya Menggunakan Pensil Warna Bagus dari Staedtler (Nostalgia Masa SD)

Pengalaman Saya Menggunakan Pensil Warna Bagus dari Staedtler (Nostalgia Masa SD)

Sejak tahun 90-an saya udah pakai pensil 2B STAEDTLER dan Luna Aquarell watercolor. Menurut saya pensil warna Luna ini bagus dan cocok untuk mendukung kreativitas anak.
Iya, ngaku deh. Saya suka menggambar, jadi pikir saya punya peralatan menggambar yang berkualitas juga sangat berguna untuk mengasah kreativitas.
Yap, masih membekas di ingatan saya belasan tahun yang lalu saat ayah saya membelikan pensil warna yang bagus dan mahal. Merknya Luna dari STAEDTLER (ih, kenapa musti CAPS-LOCK sih? Hehe, baru nyadar kalo nama brand itu pake huruf besar semua. Jadi yaa..digedein deh ^ ^).
Pertama kali saya lihat iklannya di TV saya langsung jatuh hati. Iklannya pada tahun 1990-an waktu itu cukup sukses membuat mata seorang anak SD dengan hobi menggambarnya ini (iya, saya suka menggambar. Sangatttt sukkkak malahan, hehe) membelalak karena takjub.
Gimana enggak? 
Iklannya saat itu menggambarkan bagaimana pensil warna Luna bisa dengan sangat ajaibnya bisa berubah menjadi cat air saat disapu dengan kuas basah.
Seperti sulap saja, pikir saya waktu itu.
Beruntung ayah saya sangat baik hati untuk mau membelikan saya pensil warna ajaib itu. Meski harganya berlipat jauh lebih mahal daripada pensil warna biasa yang selama ini saya pakai. Senangnya saya waktu itu karena pensil warna Luna yang saya miliki berisi 12 pensil warna panjang disertai bonus kuas kecil di dalamnya. Waah, saya jadi merasa menjadi anak yang paling bahagia sedunia…
Selain itu teman-teman saya juga menganggap pensil warna Luna sangat keren sekali. Mereka juga pertama kali melihat ada pensil warna yang bisa mengubah goresan di gambar menjadi cat air. Secara melukis dengan cat air itu agak-agak susah apalagi bagi anak SD seperti saya.
Jadinya pas pake pensil warna Luna, kesannya seolah-olah melukis langsung dengan cat air. Padahal NGGAK kan? Tool-hack yang sangat berguna nih, hehe.
“Nis, pensil warnamu bagus banget, kok bisa ya?”
Iyaalaaah…  siapa dulu yang beli? Bokap gw…haha.
Langsung gede kepala waktu itu soalnya hampir sekelas teman sekolah gumunen dengan pensil warna saya yang asli emang ketje badai. Maklum, sekolah saya di desa jadi mungkin itulah pertama kali mereka melihat barang sekeren itu.
“Harganya berapa? Beli di mana?” berbagai pertanyaan bertubi-tubi dilayangkan teman-teman pada saya.
Saya lupa harganya. Kayaknya di atas Rp12.000 waktu itu, angka pastinya lupa. Yang jelas harganya tergolong sangat mahal dibanding pensil warna biasa. Sebagai perbandingan, saat saya SD dulu uang Rp 50 masih laku (uang saku saya sekitar 200 perak waktu itu). Haha… baiklah, saya akui bahwa saya #angkatan-90s
 
Dan pastinya punya pensil warna ini bisa bikin status sosial naik. Satu-satunya yang punya gitu loh. Haha, anak SD tau apa sih soal status sosial? Hah. Lebay nih. Jangan ditiru ya teman-teman XD

My Creativity Upgraded

Pensil warna Luna Aquarell ini dulu dikemas dengan desain yang didominasi warna biru dengan gambar perahu layar dan bulan sabit. Untuk versi sekarang sepertinya tidak banyak berubah. Hanya mungkin unsur warna merah lebih banyak dari sebelumnya.
Barusan, saya cek di internet harga pensil warna merk STAEDTLER Luna ini sekitar Rp30.000 – Rp35.000 untuk yang isi 12 panjang (dan gratis kuas lukis juga). Harga yang rasional agar anak-anak makin suka mewarnai gambar. Ya, nggak?

Rasanya kalo dikaitkan dengan kreativitas, cukup nyambung juga. Semakin bagus pensil kualitas pensil warnanya semakin tinggi dorongan untuk berkreasi. Dengan kata lain, anak menjadi semakin berusaha untuk berkarya, meningkatkan kreativitasnya, dan makin imajinatif dalam mengekspresikan tiap goresan di kertas gambarnya.
Saya dulu biasa diikutkan lomba menggambar dan mewarnai. Cukup sering ikut biarpun nggak pernah menang.
Tapi ikut lomba waktu itu bukan untuk mengejar piala atau prestise. Menang-kalah nggak jadi soal karena yang terpenting saya udah berusaha dan berani mencoba untuk berkompetisi. Lagian, ikutan lomba itu buat saya untuk mengukur kemampuan diri. Sehingga saya bisa menilai di mana posisi saya saat itu.
Yang jelas semakin lama, kemampuan menggambar saya semakin meningkat. Hingga kini bahkan saya masih suka menggambar, meski nggak sesering dulu lagi.

Baca juga:
Tempat Pensil Rajut Penuh Warna
Tempat Pensil Rajut Sederhana
{Freebies} Belajar Menyambung Titik-Titik untuk Homeschooling Preschool (3-5 Tahun) : Gambar Pensil Warna

 
Well, dengan pensil warna yang bagus, kualitas gambar juga semakin terlihat beda dari gambar lain yang menggunakan pensil warna biasa. Pensil warna yang bagus biasanya dibuat dengan bahan yang memiliki kadar yang tepat sehingga saat digoreskan ke atas kertas warnanya bisa tajam, shiny, dan pensilnya sendiri tidak mudah patah.
Itu semua saya temukan ada pada produk Luna Aquarell (saya sebenarnya baru tau kalo itu produknya STAEDTLER, aaah…pantes! Bagus banget emang!)
All I can say, Alhamdulillah ayah saya membelikan saya pensil warna yang bagus untuk mendukung hobi saya menggambar. Next, saya lihat anak saya yang sulung juga suka menggambar (woohoo…gen saya nih kayaknya), jadinya saya nggak ragu lagi untuk memilihkannya produk yang terbaik untuk mendukung kreativitasnya dalam berkarya.
Saya yakin ia akan sangat bahagia. Sebahagia perasaan saya saat menerima sekotak pensil warna bagus (dan ajaib!) merk Luna dari ayah saya.
If it put a smile on your face, would it put the same on your kid’s face?
Happy coloring and have fun!
-Nisa
images:
pixabay.com
warnaluna.com
Tags :

12 thoughts on “Pengalaman Saya Menggunakan Pensil Warna Bagus dari Staedtler (Nostalgia Masa SD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *