Posted on 3 Comments

Jadwal Kegiatan Harian Anak {Sore/ Malam Hari}

Saya membuat jadwal harian sore yang berisi rutinitas yang harus dilakukan anak-anak. Jadwal ini mirip dengan jadwal rutinitas versi pagi yang sudah saya posting beberapa bulan lalu.

Sebagaimana yang pernah saya sampaikan secara ringkas sebelumnya bahwa anak-anak perlu jadwal rutin untuk beberapa manfaat.

Salah satunya untuk membuat mereka memahami konsep waktu dan bisa memprediksi kegiatan/tugas apa yang akan dilakukan.

Kegiatan yang terjadwal dan dilakukan berulang-ulang setiap hari membantu anak-anak untuk lebih bertanggung jawab. Mereka juga akan bisa merencanakan kegiatan yang akan dijalani setelah satu kegiatan dilakukan.

Hal ini sangat menguntungkan bagi orang tua, karena anak bisa mengembangkan kemandiriannya dan tidak mudah cranky karena adanya ekspektasi tentang  kegiatan rutin yang dijalani setiap harinya.

Bagi keluarga kecil saya, kegiatan di sore hari dimulai setelah qoilulah/ tidur siang dan sholat ashar. Anak-anak bisa menyiapkan baju favorit yang akan dipakai sesudah mandi sore.

Sebelum mandi mereka perlu melakukan beberapa hal seperti membaca doa melepas pakaian dan doa sebelum masuk kamar mandi. Setelah mandi mereka juga membaca doa keluar kamar mandi dan doa memakai pakaian.

Setelah mandi, anak-anak bisa membantu menyiapkan makan malam seperti mengambil piring dan sendok untuk makan bersama, mengisi botol air minum untuk ditaruh di kulkas, dll. Selanjutnya kegiatan makan bersama dilakukan sambil mengobrol santai untuk mengikat bonding saya dengan anak-anak.

Setelah itu kami akan sholat maghrib dan belajar/ mendengarkan kajian agama Islam hingga waktu sholat isya.

Setelah sholat isya, biasanya kami sudah lelah dan bersiap untuk tidur. Kalau pun belum mengantuk kami biasa untuk melakukan kegiatan yang bisa membawa ketenangan dan kenyamanan seperti membaca, atau bercerita kisah-kisah heroik para nabi atau para sahabat. Bisa juga bercerita tentang kegiatan hari itu dan rencana-rencana keesokan harinya.

Buat Jadwal Rutinitas Harian sejak Dini

Semakin dini usia anak semakin baik. Saya sendiri sudah mulai menerapkan kegiatan terjadwal sejak anak sulung saya berusia 3 tahun meski tidak tertulis. Saya melakukan ini semenjak saya menyadari bahwa membuat anak tidur tepat waktu dengan durasi yang cukup (8-11 jam per hari) ternyata nggak gampang. Anak saya sering sekali begadang bahkan cranky karena dipaksa tidur.

Pernah juga jadwal anak saya kebolak-balik. Sepanjang pagi hingga sore hari tidur panjang, dan sepanjang malam hingga subuh bangun dan aktif (maunya bermain, makan, bahkan lari-larian). Saya yang waktu itu belum memiliki ilmu parenting, merasa kelelahan dan stres luar biasa karena pola tidur yang kacau-balau ini.

Saat anak kedua lahir, saya menerapkannya sejak dia berusia beberapa bulan. Yakni saat bayi mampu untuk menyesuaikan jam tidur seperti orang dewasa. Tentu saja orang tua juga harus menahan diri dari begadang agar anak-anak tidak menafsirkan bahwa di malam hari kita juga boleh beraktivitas seperti di siang hari.

Walhamdulillah, dengan izin Allah. Baik anak pertama maupun kedua bisa lebih mudah tidur dengan pola terjadwal yang dilakukan secara konsisten. Mereka juga jarang cranky di malam hari karena biasanya mereka tahu bahwa esok hari ada kegiatan seru yang akan mereka lakukan.

Menjadikan pola tidur dan pola makan yang teratur bisa menumbuhkan kebiasaan baik yang akan membantu mereka di masa depan. Mereka akan belajar disiplin dan mengatur waktunya sebaik mungkin untuk kegiatan-kegiatan yang menunggu mereka.

Saya membuat jadwal untuk anak sulung saya (usia 6 tahun) disertai doa-doa rutin yang menjadi reminder tiap kegiatan yang dilakukan.

Download Printable Jadwal Rutinitas Harian Anak (Malam hari)

Tersedia juga versi blank yang bisa diisi sendiri sesuai keinginan. Download di sini.

Semoga bermanfaat

Nisa

Baca juga : Contoh Jadwal Kegiatan Anak Homeschooling (pagi hari)

Posted on 11 Comments

Contoh Jadwal Harian Anak Homeschooling (Rutinitas Pagi Hari) untuk Prasekolah hingga SD

Contoh Jadwal Harian Anak Homeschooling (Rutinitas Pagi Hari) untuk Prasekolah hingga SD

Bismillah. Lagi mencari contoh jadwal harian anak homeschooling untuk rutinitas di pagi hari? Untuk apa, sih? Memangnya penting, ya? Kalau menurut saya , sih, penting banget. Bagaimana pun setiap anak perlu melatih life skill/ kemampuan hidup yang sifatnya mendasar (contohnya, pola makan, pola tidur, manajemen emosi, kemampuan soal kebersihan diri, dll).

Saya pernah membaca di salah satu grup parenting bahwa salah satu momen krisis anak itu terjadi setelah bangun tidur. Momen krisis ini membuat anak merasa tidak nyaman sehingga sering kali mereka mengekspresikan ketidaknyamanan tersebut dengan menangis, tantrum, histeris, dan frustasi.

Menurut pengalaman saya pribadi, menyiapkan jadwal kegiatan yang akan dilakukan keesokan harinya bisa meminimalkan ketidaknyamanan tersebut.  Sehingga setelah bangun tidur, mereka sudah bisa memprediksi kegiatan mereka hari itu. Sehingga mereka lebih fokus untuk mengerjakan apa yang sudah direncanakan.

Saat pagi tiba, orang tua bisa mengingatkan anak sesuai dengan agenda yang sudah disusun semalam. Apalagi jika kegiatan tersebut merupakan aktivitas kesukaan anak. Itulah mengapa membuat jadwal setelah bangun tidur itu sangat penting untuk anak baik yang homeschooling maupun yang bersekolah formal.

Contoh Jadwal Harian Anak Homeschooling (Rutinitas Pagi Hari) untuk Prasekolah hingga SD

Jadwal ini saya terapkan sejak si Sulung, M, berusia 4 tahun. Awalnya jadwal tersebut tak tertulis. Setiap malam sebelum tidur, saya akan menceritakan rencana kegiatan apa yang akan dilakukan esok hari.

Sekarang karena M sudah bisa membaca, saya pikir lebih baik saya membuat jadwal yang tertulis agar dia bisa melihatnya sendiri. Ia bisa menyiapkan apa yang hendak ia kerjakan esok hari tanpa harus saya ingatkan lagi, toh, usianya pun sudah 6 tahun dan ia sudah cukup mandiri.

Karena keluarga kami menjalankan homeschooling yang berlandaskan Islam. Maka jadwal yang saya buat pun tak lepas dari nilai-nilai islam yang kami anggap penting untuk dibiasakan sejak dini.

Termasuk kebiasaan membaca doa setelah bangun tidur, wudhu, sholat, membaca/ menghafal Al Qur’an maupun doa-doa harian, hingga dzikir pagi.

Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat dari printable berikut:

 

untuk usia prasekolah-TK

Full colour

(540 kb) – PDF

(1,2 mb) – PNG

Hitam-putih

(520 kb) – PDF

(1,15 mb) – PNG

 

Usia 7 tahun ke atas (SD)

Full colour

(540 kb) – PDF

(1,16 mb) – PNG

Hitam-putih

(520 kb) – PDF

(1,13 mb) – PNG

 

Cara Memakai Printable Jadwal Harian Anak Homeschooling

  1. Isi nama dan kelas/ usia anak
  2. Gambar jarum jam bersama anak. Tentukan kesepakatan waktu untuk melakukan setiap aktivitas.
  3. Tempel di meja belajar atau di tempat yang terlihat oleh anak.
  4. Bimbing anak setiap melakukan aktivitas, apalagi bagi yang baru pertama kali mencoba menerapkan jadwal ini.
  5. Dukung anak untuk bersemangat menjalankan setiap aktivitas yang sudah disepakati.

 

Semoga bermanfaat, ya.

 

Nisa

 

Artikel Lainnya:

Printable: Weekly Planner atau Jadwal Pelajaran Free Download

{FREEBIES} Belajar Menyambung Titik-Titik Angka untuk Anak Preschool (3-5 Tahun)

[FREE Printable] Love Baby Card