Posted on Leave a comment

15 Inspirasi Tas Rajut Model Terbaru ala Branded Bag

15 Inspirasi Tas Rajut Model Terbaru ala Branded Bag dan Designers Bags – Sepanjang musim panas berbagai designers dan branded fashion terkenal merilis produk yang bernuansa summer style. Tak terkecuali produk outfit, aksesoris, dan tas dengan motif, kombinasi, atau full crochet. 

Mulai dari PRADA hingga Saint Laurent meluncurkan desain rajutan tangan dengan variasi model, bentuk, dan warna. Baik dengan gaya klasik tradisional ala granny square modern minimalistic hingga freestyle. 

Jangan lewatkan inspirasi produk rajutan tas dari designers bags terkemuka dunia, yuk cek dulu apa saja karya mereka!

tas rajut model terbaru

Nannacay – Bucket Bags

Bucket bag warna bumi dengan tone dominan beige dari Nannacay ini dibuat secara handmade oleh para artisan dari Peru. Bagian bawah tebal dengan stitch solid tusuk tunggal (sc) agar mampu menopang barang-barang dengan kokoh. Tas yang mirip market bag ini didesain dengan model mesh alias jaring-jaring. Membuat tas ini cocok untuk dipakai di pantai untuk wadah sunblock, kacamata hitam, tisu, dan item-item yang massanya tidak terlalu berat.

Saint Laurent – Raffia Crocheted Shoulder bag

Bernuansa warna netral brick yang cocok untuk usia berapa pun, Beige Raffia Shoulder Bag dari Saint Laurent ini memiliki single shoulder strap yang panjang dan lebar. Tali strap tersebut menyambung kokoh di sisi tas, sehingga bisa dicangklong dengan nyaman. Kesan eksklusif tampak dari pemakaian closure berkait dengan logo brand. Tas ini tanpa lining sehingga kurang cocok untuk menampung produk yang berat. Shoulder bag ini dibuat dari tusuk ganda di bagian bawah dan divariasikan dengan x stitch yang membuat desainnya nggak pasaran. 

Fendi – Metallic Raffia Crochet Bag

Tas rajut Fendi model bucket bag ini tampak glammy dengan jenis material benang metallic raffia. Ditambah perpaduan handle, strap, trimming tas, dan drawing closure dari bahan kulit eksklusif, tas ini tampak mahal dan berkelas. Tak hanya itu, tas buatan Italia ini dilengkapi lining dan desain logo huruf Fendi yang tampak anggun menawan.

Isabel Marant – Tote Bag Crochet

Jika menyukai tas dengan kompartemen besar, style woven straw tote bag dengan warna cokelat muda dari Isabel Marant bisa menjadi inspirasi karya rajutanmu selanjutnya. Cukup sederhana dengan tusuk tunggal sc di seluruh body tas sehingga tanpa lining pun tas ini lumayan kokoh dipakai. Sempurnakan tampilan tas dengan aksen bahan kulit berwarna hitam atau cokelat dan ring warna perak.

Saint Laurent- Beige & Brown Raffia Shoulder Bag

Tas selempang model serut ala 90-an masih menjadi pilihan favorit sebagian kalangan. Rajutan tusuk ganda atau dc di seluruh body tas dan buffed leather trim cokelat di bagian selempang dan tali serut dengan fringe besar, membuat tas tampak imut dan girly. 

Apprvl- Mesh Market Tote

Desain tas dari Brooklyn, Amerika serikat, karya Megan Mussari (Apprvl) memakai bahan benang yang diproduksi dengan pewarna alami yang ramah lingkungan. Seperti market bag berjaring yang besar untuk menampung banyak barang, tetapi juga bisa dilipat sangat kecil. Cocok dibawa ke mana pun sebagai pengganti kantung kresek. 

STAUD – Crochet Tote Bag

Suka gaya minimalis dan bisa dirajut dengan cepat dan minim bahan? Tas rajut desain dari Staud ini bisa menjadi pilihan. Material cotton warna putih tulang dengan tusuk dc dengan pola seperti granny (3dc, 1 ch) yang berulang membuat model ini mudah dibuat termasuk para perajut pemula. Beri tambahan aplikasi rajut berbentuk huruf dan tali dari kulit agar tas terlihat lebih modis.

Nannacay – patchwork bag

Untuk kesan musim panas yang benar-benar hangat dan ceria, model tas berwarna off-white dari benang katun yang dirajut dengan detail patchwork granny squares tak pernah gagal mencuri perhatian. Ditambah hiasan aplikasi rajut berbentuk matahari, bintang, dan bunga, semakin membuat tampilan tas bertali panjang ini makin feminin. Bagian dalam dilapisi kain agar tas lebih padat. Mudah dan cepat karena tinggal membuat beberapa solid granny square yang disatukan dan rajutan mesh untuk bagian atas body tas.

ZIMMERMANN- Orange Cotton Tote Bag

Tas rajut berbahan benang katun dengan warna vibrant orange khas musim panas. Didesain dengan motif rajutan full dan tali berumbai, disertai logo di bagian depan tas. Tote bag cantik yang dirajut lumayan rapat ini cocok untuk dipakai ke kampus atau hangout karena terlihat tebal dan awet.

Dolce and Gabbana – Medium Devotion Crochet Crossbody Bag

Tas selempang eksklusif ini terlihat mewah. Desain rajutan dari bahan rafia fuchsia pink dan closure berupa logo Dolce & Gabbana dan tali rantai keemasan.  Inspirasi yang cocok untuk kamu yang ingin membuat tas pesta elegan.

PRADA- Crocheted logo Plaque Shoulder Bag

Tas PRADA edisi summer ini dirancang dengan tusuk dasar solid bisa hdc atau dc yang didesain berbeda dari tas rajut kebanyakan. Bahan rafia dengan warna cokelat muda memberi kesan seperti tas anyaman. Ditambah Logo prada dari

kulit dan tali strap tas yang unik, tas ini begitu menarik.

Colville – Wayuu Crochet-Design Tote Bag

Tote bag Colville merupakan karya para wanita suku Wayúu di Colombia. Tak heran, motif tradisional dalam perpaduan warna pink, cokelat tua, dan kuning yang menunjukkan kekhasan budaya suku tersebut. Bahan benang katun yang dirajut dengan teknik intarsia atau fair isle menjadikan tas ini memiliki motif unik.

Maje – Seventies Crochet Tote Bag

Granny square dengan permainan warna orange tua, orange muda dan putih tulang dipadukan dengan bahan kulit asli bisa menjadi pilihan untuk kamu yang ingin memanfaatkan benang sisa. Tambahkan aksen rumbai-rumbai, penutup magnetik, dan tali tas panjang agar nyaman saat dipakai jalan-jalan. Seperti namanya seventies crochet tote bag– inspirasi tas rajut Maje ini memang khas anak muda banget!

Forte Forte – Crochet Shoulder Bag

Tas rajut model terbaru Forte Forte satu ini berciri khas motif v stitch yang sangat simple dan cepat dibuat apalagi jika memakai benang berukuran besar seperti jenis t shirt yarn alias tyarn. Jangan lupa jahit handmade untuk tali strap kulit dengan ukuran lebar dan panjang yang tepat. 

Baca juga:

5 Inspirasi knitting untuk musim dingin

sumber: https://www.farfetch.com/id/

Posted on Leave a comment

Gantungan Kunci Rajut: Topi Mini (Free Pattern)

gantungan kunci crochet

Setiap kali punya benang sisa, saya sering mikir gimana caranya biar benang tersebut bisa dimanfaatkan hingga ujung terakhir. Salah satunya adalah dengan membuat proyek rajutan minimalis (misalnya, hiasan mini, gantungan kunci, scrunchie, atau karya mini lainnya).

Nah, kali ini saya ingin berbagi untuk teman-teman semua, bagaimana cara membuat rajutan bentuk topi mini. Topinya kayak topi pantai gitu tapi versi imut. Saya sempat jual topi-topi rajut mini ini untuk anak-anak sekolah dan craftshop. Lumayan laris lho, haha…senangnya.

cara membuat gantungan kunci rajut topi mini

Tak perlu lama-lama, yuk baca tutorialnya hanya di shenisa.com

Daftar Istilah:

  • ch – chain
  • sc – single crochet
  • dc – double crochet
  • sl st – slip stitch

Level:

Pemula (beginner)

Kemampuan merajut yang harus dikuasai:

  • Bisa membuat chain
  • Bisa membuat sc
  • Bisa membuat dc
  • Bisa membuat sl st

Tutorial Rajut: Crochet Topi Pantai Mini untuk Hiasan, Aksesoris, dan Gantungan Kunci

Bahan:

  • Benang rajut katun/soft cotton/polyester/nilon
  • Hakpen ukuran 2mm -2,5 mm (tulip no 3/4)

Cara membuat:

  1. Round 1: Buat 2 ch. Kemudian buat 6 sc ke ch ke-2 dari hakpen. Beri tanda.into magic ring, sl to join (6 sc)
  2. Round 2: Buat 2 sc di setiap sc (12 sc]
  3. Round 3: Buat *2sc di atas sc , 1 sc di sc berikutnya*, lakukan dari * ke * berkeliling hingga ujung (18 sts)
  4. Round 4: Buat *2sc, 1 sc, 1 sc*, lakukan berkeliling (24 sts)
  5. Round 5: Buat *2sc, 1sc, 1sc, 1sc, (30 sts)
  6. Round 6: Buat *2sc, 1sc, 1sc, 1sc, 1sc, (36sc)
  7. Round 7: Buat sc berkeliling (36 sc)
  8. Round 8: Buat 2 dc di setiap sc. Sambung di ujung dc pertama dengan sl st. Matikan benang dan rapikan.
  9. Finishing: Dengan benang yang berbeda warna buat sl st di round ke-7 berkeliling. Hal ini membuat kepala topi terlihat ketat dan bagian bawahnya bisa melebar dengan cantik.
  10. Terakhir, beri hiasan bunga dan gantungan kunci.

Topi rajut mini siap kamu jadikan aksesoris mulai dari gantungan kunci, magnet kulkas, jepit rambut, atau kado souvenir yang imut. Bikin, yuk!

Posted on Leave a comment

Belajar Merajut Jadi Bisnis Menguntungkan

Kita semua sepakat, bahwa di masa pandemi ini kehidupan banyak orang mendadak serba sulit. Sebagian disana ada yang kehilangan pekerjaannya, sebagian yang lainnya omset usahanya menurun drastis. Menyebabkan banyak orang dituntut untuk mempunyai sumber pemasukan baru. Salah satu ide bisnis yang akan kita bahas kali ini adalah tentang bisnis rajutan yang dibuat secara handmade.

Merajut adalah suatu proses merangkai benang dengan menggunakan jarum khusus, sehingga dihasilkan barang baru sesuai pola. Seni merangkai benang dengan jarum khusus ini sebenarnya ada dua jenis, yakni knitting yang diterjemahkan menjadi merajut, dan crocheting atau biasa disebut merenda. Bedanya, kalau knitting menggunakan dua jarum (knitting needles), sedangkan crocheting menggunakan satu jarum yang disebut hook/hakpen/hakken.

Hasilnya, baik knitting maupun crocheting, mempunyai nilai jual yang sangat menjanjikan. Bayangkan saja, dengan modal terjangkau, Amelia Putri (seorang knitter, knitwear designer, yarn diy-er, serta owner PAPIPUT YARN sejak 2014) bisa menjual hasil rajutan hingga untung 300%. Tentu, ini lebih karena waktu dan skill dari si perajut yang dihargai mahal. Video inspiratif tentang prospek bisnis rajut Amelia Putri (yang akrab disapa Mba Puput) bisa dilihat di YouTube ini, video garapan BERGURU dari NinjaXpress.co.

Papiput Yarn
Sumber: Google My Business Papiput Yarn

Apa yang harus Disiapkan untuk Belajar Rajut?

1. Materi Belajar Rajut

Materi belajar bisa didapat dari mana saja. Buku-buku, video, kursus offline maupun online. Sesuaikan saja dengan gaya belajarmu. Belajar merajut itu tidak harus ikut kursus atau pelatihan kok, otodidak juga bisa. Meski sebagian orang memilih belajar langsung face-to-face, karena dengan begitu kita bisa melihat step pembuatan secara langsung dan hasilnya bisa langsung dikoreksi oleh guru rajut yang ahli.

Saya sendiri belajar crocheting secara khusus tidak punya guru atau ikutan kursus. Sama seperti Mba Puput, saya banyak belajar dari YouTube, mengunjungi situs-situs yang berkaitan, dan melakukan banyak eksperimen sendiri. Selain belajar lewat video, saya juga memiliki beberapa buku pola untuk bahan belajar. Pilih saja buku yang dikhususkan untuk pemula.

2. Benang dan Alat Rajut

Selain skill, hal lain yang penting adalah mencari material benang rajut yang tepat. Dari pengalaman, saya mencoba berbagai merek benang baik lokal maupun impor hingga akhirnya menemukan benang yang saya anggap cocok. Ada banyak penjual benang dengan seabrek jenisnya (seringnya saya beli di marketplace dan cari kurir yang paling cepat sampai+hemat ongkirnya).

Awal merajut dulu saya memilih benang yang ukurannya agak besar. Supaya apa? Ya, supaya lebih gampang lihat tusuk rajutannya. Berdasarkan pengalaman saya, material benang katun dengan helai yang tak mudah terurai lebih direkomendasikan daripada benang yang berbulu. Malah sebenarnya kalau kita kreatif, benang nggak usah beli juga bisa kok.

Sebagian teman-teman perajut memanfaatkan t-shirt yang nggak dipakai untuk dirajut menjadi produk yang keren-keren. Misalnya, keset, pelapis kursi, penutup galon, pot bunga, macam-macam sih.

Selain bisa bikin benang dari t-shirt, kamu juga bisa pakai tali kur, tali rafia, kresek, tali dari pelepah pisang, dan lainnya. Perlu diingat, jika diameter benang semakin besar, maka ukuran jarum yang dibutuhkan juga menyesuaikan ya.

Ngomong-ngomong soal jarum, kamu bisa pilih yang gagangnya paling nyaman saat dipegang. Untuk knitting maupun crocheting, saya lebih suka jarum dari bahan kayu atau bambu karena lebih keset (nggak licin). Jadinya saat merajut, benangnya nggak mudah “terpeleset” dan lepas. Tapi kalau sudah mahir, boleh juga pakai bahan apapun termasuk metal, akrilik, atau aluminium.

Cara Menjual Hasil Rajutan

1. Lakukan riset produk rajutan yang diminati

Pertama, kamu harus pantau kira-kira barang rajutan yang ramai peminat seperti apa. Suka fashion? Mungkin kamu bisa pertimbangkan membuat item seperti sweater, cardigan, topi, tas, atau kaos kaki. Jika kamu suka yang lucu-lucu, kamu bisa fokus membuat aneka amigurumi. Atau boleh juga bikin pernak-pernik baby items untuk kalangan millenial moms yang suka bayinya tampil kece dengan rajutan unik.

Setelah riset dan fokus dengan niche rajutanmu, kuasailah pembuatan barang tersebut. Pola rajutan bisa tersebar di berbagai media, baik media online seperti blog, forum, atau komunitas khusus perajut seperti Ravelry, bahkan kamu bisa dapatkan dari buku merajut yang ada di toko buku. Bereksperimenlah dengan banyak pola rajutan untuk mematangkan skill.

2. Pre-order atau ready stock? Online atau offline? Tentukan sistem penjualannya

Menjual hasil rajutannya? Saya biasa melakukannya dengan sistem pre-order dahulu. Buat 1-2 contoh hasil produk. Kemudian foto dengan gaya se-aesthetic mungkin, trus bisa langsung posting di sosmed.

Cara pre-order ini jauh lebih irit karena nggak perlu keluar modal banyak. Selain itu, marketingnya simple, lebih banyakan laku di circle sendiri lewat word-of-mouth, lumayan kan buat tambahan di masa-masa sulit seperti sekarang ini?

Selain cara pre-order, kamu juga bisa nyetok produk rajutan untuk dipasarkan di toko-toko kerajinan. Beli benang secara grosir biar lebih murah, lalu buat berbagai produk rajutan yang dikemas dengan rapi, kemudian titipkan ke toko-toko kerajinan di kotamu. Cara ini akan efektif jika kamu aktif berjejaring dengan sesama komunitas crafter di kota. Biasanya komunitas pengrajin saling membantu dan saling support untuk mengembangkan bisnis handicraft di wilayah yang sama.

Selain jualan item rajutan, kamu juga bisa memperluas cakupan bisnis seperti yang dilakukan Mba Puput. Bukan hanya sekedar membuat rajutan, ia juga mendesain pola dan mewarnai benang sendiri secara handmade. Kalau sudah mahir merajut, tak ada salahnya mencoba mendesain pola pakaian, topi, atau home decor lalu menjualnya di situs craft seperti Etsy atau Ravelry. Umumnya pola rajutan dibuat dalam bentuk file PDF yang bisa diunduh secara instan. Jika desain pola rajutanmu banyak disuka, satu pola saja bisa menghasilkan untung yang lumayan. Apalagi kalau dijajal oleh para perajut di seluruh dunia dan laku hingga berkali-kali lipat.

Ide bisnis lainnya seputar merajut adalah menjual bahan dan alat serta pernak-pernik pendukung. Sebagian perajut umumnya memiliki galeri karya dan menjual material seperti; benang aneka jenis, jarum, buku pola, dan pernak-pernik lain. Berjualan alat dan bahan benang ini lumayan menguntungkan karena umumnya perajut selalu merasa tak cukup dengan koleksi benang yang dimiliki. Kalau sudah jatuh cinta dengan rajutan, pengennya beli benang melulu setiap bulan, ups.

3. Beri edukasi target market

Rajutan memang prospeknya lumayan cerah ya. Sudah dibuktikan Mba Puput yang bisa menembus pasar internasional. Memang kalau sebagian pasar dalam negeri masih kurang apresiasinya terhadap produk handmade. Gimana bisa cuan, kalau barang yang dirajut susah payah ditawar dengan harga sangat rendah?

Jadi memang sebaiknya, selain fokus mengembangkan skill merajut dan berjualan, sebaiknya sering-sering juga mengedukasi calon pembeli. Jangan bosan menjelaskan mengapa barang handmade itu lebih mahal, bagaimana proses pembuatannya, bagaimana treatment-nya produk rajutan yang beda-beda, dan bahan apa yang dipakai, jelaskan agar target pembeli memahaminya.

Masa Depan Bisnis Rajutan

Sebenarnya, justru saat pandemi seperti sekarang ini bisnis yang berbasis hobi berkembang pesat, tak terkecuali dengan merajut.

Merajut memang bukanlah hobi biasa. Dulu saya pernah menuliskan manfaat kegiatan ini. Salah satu manfaatnya adalah merajut bisa menjadi peluang bisnis. Bahkan jika dimaksimalkan, bisa berpotensi menghasilkan cuan yang nggak sedikit.

Tak ada salahnya mencoba banting setir dengan mulai belajar merajut. Toh, kita tak pernah tahu seperti apa hasilnya jika tidak mencobanya. Siapa tahu dengan belajar merajut, ladang rezeki yang baru terbuka di depan matamu. Who knows?!

Untuk kamu yang masih belum yakin dengan bidang rajut-merajut ini, sebaiknya simak deh channel NinjaXpress.co di YouTube. Mereka punya program BERGURU (Belajar Ragam Usaha Baru) yang memberikan inspirasi kepada kita tentang peluang-peluang bisnis pada masa pandemi, worth it! Mungkin disana kamu akan menemukan ide bisnis yang cocok.

Selain itu, NinjaXpress.co juga berkomitmen kuat untuk memajukan UMKM, khususnya pada masa-masa sulit sekarang ini. Lewat program Ninja Academy (https://www.ninjaacademy.co), UMKM bisa mendapatkan pelatihan intensif guna memajukan bisnis mereka, langsung dari para ahlinya.Bagi rekanan UMKM yang mendaftar, ada diskon khusus untuk menggunakan ekspedisi NinjaXpress.co. Dengan motto #ObsesiUntukNegeri, NinjaXpress.co optimis mampu mengakselerasi pelaku bisnis di Indonesia.

Posted on Leave a comment

Crochet Bando Bayi [Baby Headband]

CROCHET BANDO BAYI

CROCHET BANDO BAYI Bismillah. Hi, semua. Saya membuat rajutan bando bayi ini sudah lama sebenarnya. Baru sekarang sempat sata posting di blog. Warnanya biru tosca dari bahan benang katun. Saya sangat suka warna ini.

Saya merajut bando bayi dari benang katun lokal dengan hiasan ruffle yang sederhana. Cocok untuk bayi tentunya. Karena minim detail yang bikin ribet… 🙂

Cara Membuat Bando Bayi Rajut
Bahan:
Benang katun 1 gulung
Jarum hakpen ukuran 3/4 merk tulip
Cara Membuat:
1. Buat slip knot.
2. Buat rantai sepanjang lingkar kepala bayi.
3. Buat hdc hingga ujung.
4. Chain 1, balik. Sc 1 di atas hdc pertama. *Buat 3 ch, skip 3, sc1.* Ulangi dari * ke * hingga ujung. Matikan benang.
5. Buat pola * hingga * di ujung satunya.
Tali
1.Selipkan benang baru di bagian pinggir bando. Buat ch sepanjang 10 cm. Lalu buat sc di sepanjang sc hingga kembali ke pinggiran bando. Ikat dan matikan benang.
2.Buat tali di sisi satunya dengan pola yang sama.
3.Hias dengan bunga.
Posted on Leave a comment

5 Ide Proyek Rajutan {knit} yang Terinspirasi Warna Musim Dingin

Hujan sudah mulai datang. Menandai berakhirnya musim panas, kini saatnya kembali meraih jarum knitmu dan beberapa gulung benang halus untuk merajut. Saatnya mencari ide proyek rajutan (knit) yang kece, dong.

Pertanyaan utama yang biasanya muncul di kepala crafter,

 

“apa sih yang harus aku bikin untuk projek kali ini?”

Yuk, baca artikel di shenisa kali ini yang akan menyajikan ide-ide projek yang bisa kamu bikin dengan tone warna bernuansa musim hujan (yakali, nggak ada musim dingin di Indonesia).

Penghangat Tangan/ Mittens

Penghangat tangan/mittens sangat cocok dibuat untuk menghangatkan tangan. Proyek yang sempurna untuk bayi yang baru lahir hingga untuk nenek-kakek kita.

Norwegian Tova Voter/adenby’s design

Tas

Ide proyek rajutan knit fair isle selalu menyenangkan dan kerap menjadu favorit knitter. Pilihan warna yang kalem dan semburat warna cerah bisa membuatnya tampak lebih standout.

Fair Isle Heart Pocket/Dandelionsalads

Pillow cover

Sarung bantal felted yang dirajut dengan pilihan warna putih, abu, atau krem juga bisa menjadi ide proyek rajutan knit. Tekstur heksagonalnya membuat pillow cover atau sarung bantal ini tampak istimewa.

Hexafrankenpillow/kashewnut

Poncho

Hadiahi diri sendiri atau sahabat dengan membuat rajutan poncho untuk menghangatkan diri di sepanjang musim dingin. Indigo frost bisa menjadi inspirasi ide proyek rajutan knit spesial.

Indigo Frost

Selimut

Selimut yang bisa sekaligus menjadi item fashion dengan motif dan tekstur cantik tampak pada rajutan kali ini. Warnanya tampak bold dengan tone musim hujan yang lembut dan dingin. Tertarik dengan ide proyek rajutan knit ini? Polanya bisa dibeli di ravelry, lho.

Jared Flood

Musim hujan yang biasanya bikin malas keluar rumah, bisa kamu manfaatkan dengan meringkuk di sofa besar dan membuat proyek rajutan keren. Ditemani secangkir kopi atau susu hangat. Sempurna.

Bagaimana menurutmu? Diskusikan di kolom komentar ya.

Happy knitting

Nisa

Artikel terkait:

Inspirasi Sepatu Rajut Bayi

Posted on 3 Comments

Pola Rajut Kaus Kaki Motif Lebah untuk Bayi Baru Lahir

pola rajut sepatu bayi

Bismillah. Pola Rajut Kaus Kaki Motif Lebah untuk Bayi Baru Lahir akhirnya selesai juga saya tulis. Sebenarnya udah lama banget pengen berbagi pola crochet lagi. Namun, mohon maaf… karena ada beberapa hal, postingan ini pun tertunda sangat lama.

pola rajut sepatu bayi

Alhamdulillaah… happy banget rasanya, begitu melihat ada pola baru muncul di blog shenisa, hehe…

By the way, pola rajut kaus kaki bayi ini saya bikin untuk newborn, ya. Jadi ukurannya kecil. Kalau mau bikin ukuran yang lebih besar bisa banget. Caranya dengan memperbesar di bagian baris ke-3. Untuk newborn ini saya pakai memperbesar sebanyak 7 tusuk sebanyak 4 kali dalam 1 lingkaran. Jika ingin lebih besar bisa memperbesar sebanyak 5 tusuk sebanyak 6 kali dalam 1 lingkaran atau 4 tusuk sebanyak 8 kali dalam 1 lingkaran. Suka-suka kamu, deh.

Tapi bagi yang benci dengan matematika, cara paling gampang ya dengan memperbesar ukuran benang dan jarum yang dipakai. Silakan saja, pilih yang menurutmu paling pas.

 

Pola Rajut Kaus Kaki Motif Lebah untuk Bayi Baru Lahir

Download pola kaus kaki versi PDF.

pola sepatu bayi rajut crochet

Bahan:

Benang soft cotton small ply 100 gr (saya pakai benang katun Bali small ply) warna kuning dan hitam

Hakpen 2,5 mm (saya pakai Rose 3-4. Jarum rajut sejuta umat hehe…)

 

Istilah:

Dc: double crochet tusuk ganda

Ch: chain/ tusuk rantai

Slip stitch: tusuk untuk menyambung rajutan

 

Skill: easy / mudah (bisa untuk pemula)

 

Cara:

Benang Kuning

Buat 4 ch, sambung menjadi lingkaran.

Baris 1 – Buat 12 dc di dalam lingkaran (12)

Baris 2 – Buat 2dc di masing-masing dc (24)

Baris 3 – Buat * 2 dc di dc pertama, I dc, 1dc, 1dc, 1dc * Ulangi dari * hingga * sebanyak 4 kali (28)

Baris 4 – Buat 1 dc di masing-masing dc. (28)

Baris 5 – Ulangi baris ke-4

Benang Hitam

Baris 6 – ulangi baris ke-4

Benang Kuning

Baris 7 –  ulangi baris ke-4

Benang Hitam

Baris 8 –ulangi baris ke -4

Benang Kuning

Baris 9 – Buat 1 dc di masing-masing dc. Buat hingga 18 dc. Balik rajutan (18)

Baris 1 0 – Buat ch 3, 1 dc di tiap dc hingga ujung, balik (18)

Baris 11 –15 – Ulangi baris ke-10 (10) berselang-seling dengan benang kuning-hitam (18)

Matikan benang.

 

Menyatukan bagian belakang kaus kaki

  • Balik rajutan hingga bagian yang jelek (wrong side/ WS) terlihat. Rapikan benang yang keluar dengan memasukkan/ menyelipkan ke dalam tusuk rajutan.
  • Satukan bagian belakang kaus kaki dengan tusuk slip stitch. Bisa juga dengan menjahitnya dengan benang rajut.
  • Balik kembali rajutan ke bagian yang bagus (right side/ RS)

 

Bagian atas kaus kaki

Benang Hitam

Slip stitch di sambungan belakang, buat ch 3

Baris 16 – Buat dc berkeliling dengan simetris antara bagian kiri-kanan.

Total saya membuat 36 dc berkeliling.

 

Benang Kuning

Baris 17 – ch 3, buat dc berkeliling (36)

Ulangi berselang-seling sesuai panjang kaus kaki yang diinginkan.

Baris terakhir, rapatkan dengan sc berkeliling (36)

Selesai.

 

Kaus kaki rajut crochet untuk si Kecil yang imut siap dipakai. Yaay! Senangnya.

pola sepatu bayi rajut crochet

Sebenarnya selain pola rajut kaus kaki bayi, saya juga berencana mau bikin satu set sekalian dengan topi bayinya. Sama-sama terinspirasi dengan warna lebah yang cute. Next time aja insya Allah akan saya tulis di blog ini.

 

Happy crocheting

Nisa

 

Artikel terkait:

Cara Merajut Semangka untuk Gantungan Kunci, Aplikasi, atau Hiasan Rumah

Cara Membuat Traditional Granny Square

Tempat Smartphone Motif Cable {pola crochet gratis untuk pemula}

Posted on 4 Comments

Pola Peci Rajut Favoritku? Yang Paling Enak Dipakai, Dong!

Bismillah

Bisa dibilang item rajutan yang paling sering saya buat adalah peci rajut.

Meski nggak bisa dibilang ahli, saya banyak mendapat masukan dari customer tentang peci ini.

Kapan -kapan saya usahakan untuk menulis lebih detail lagi tentang dunia perpecian #halah. Sekarang saya mau fokus dulu untuk sharing pembuatan peci rajut favorit saya.

Polanya ada di blog kufi hat pattern. Tapi…yeah, situsnya berbahasa inggris (dengan istilah rajut yang juga bahasa inggris).

Well, langsung saja ya..

Cara Membuat Peci Rajut ala Shenisa

Bahan:
– hook 2-2,5mm (saya pakai merk rose no.5/6)
– benang soft cotton ply kecil (saya pakai 2 warna benang united by cotton merk kupu-kupu: putih dan biru elektrik).

Cara membuat:
Untuk membuat bagian atas peci biasanya dimulai dengan kelipatan 8, 10, atau 12. Sesuai pola ini, saya pakai kelipatan 12 untuk 2 putaran awal.
Untuk putaran ketiga, jumlah stitch atau tusukan masih sama dengan putaran kedua. Perbesaran dilakukan dengan menambah 1 ch (1 rantai) setiap 3 tusukan.
Ikuti terus pola yang diinstruksikan.
Hasilnya seperti gambar di atas.
Saatnya ganti warna.
Ada baiknya kita juga belajar trik mengganti benang dengan rapi. Tutorialnya banyak di internet, tuh.
Tadaaaa!
Saya suka hasilnya. Dan katanya sih enak dipakai. Paling pas di kepala dibanding model lain.
Ini pendapat subjektif memang karena bentuk kepala tiap orang berbeda. Selain itu juga jenis benang, kerapatan (gauge), dan motif rajutan juga berpengaruh.
Kamu suka merajut peci juga? Ceritain pengalamanmu, dong hehe..  ^^
Happy crocheting kufi/ prayer hat!
-f.Nisa
Posted on 2 Comments

Tutorial Granny Square (solid) untuk Pemula

Merajut granny square solid itu gampang kok. Bahkan di awal belajar merajut hingga sekarang masih sering saya praktikkan.
Bentuknya yang kotak itu memungkinkan banget untuk bikin beragam projek mulai yang kecil seperti pouch, hingga yang besar seperti selimut. Bahkan saya pernah lihat ada yang bikin amigurumi pake granny square solid. Keren juga ternyata.
Bagi yang ingin belajar bikin granny square. Yuk, langsung ikuti tutorial ini.

Granny Square Solid

Ini merupakan granny square yang motifnya terkesan “full”, padat tanpa rongga.
Minimal kita harus bisa bikin tusuk rantai/ chain, tusuk ganda/ dc untuk membuatnya.
Saya pakai:
  • benang katun bali big ply
  • hakpen 3mm – 4mm
Pertama, marilah kita buat dulu slip knot atau simpul awal di hakpen.
Kedua, buat tusuk rantai/ chain 4 (3ch sebagai 1 dc). Satu chain yang paling bawah ini akan menjadi lubang tengah.
 Hasilnya terlihat seperti berikut:
Kait benang ke depan dan masukkan ke lubang chain yang paling bawah, tarik dan buatlah menjadi tusuk ganda/ dc.

Buat lagi dua dc di lubang yang sama. Akan ada 4 dc seperti ini.

Buat 3 ch lagi.
Buat lagi 4 dc + 3 ch. Ulangi pola ini 3 kali lagi.
Seperti ini:
Sambung di atas 3ch awal dengan tusuk slip.
Yay, sudah jadi 1 putaran!
Kalau mau ganti warna, silakan ganti benang sebelum tusuk slip. Jika tidak, langsung aja lanjut lagi.
Buat *4dc, (2 dc 3ch 2 dc) di rongga 3 chain*, ulangi * hingga * sampai ujung.
Sambung dengan slip stitch.
Lanjutnya motif tersebut dengan pola yang sama di putaran ke -3.
Beginilah hasilnya.
granny square solid
Mudah ya?
Happy crocheting
Nisa
Posted on Leave a comment

Setelan Baju Bayi Rajut, Topi, dan Sepatu (Baby boy)

Bismillaah..

Mendung akhir-akhir ini bikin aku males ke mana-mana. Di sampung itu anak-anak juga agak kurang ceria gitu kalo suasananya suram.

Berhubung emang musti banyak stay di rumah, aku pun lebih banyak fokus untuk merajut lagi. Apalagi emang ada beberapa bayi newborn yang perlu aku buatin.

Pas tahu yang lahir baby boy, aku pun diem dan mikir lama. Karena biasanya bikin buat bayi perempuan. Tapi setelah googling dan cari ide di pinterest ternyata banyak loh set untuk bayi laki-laki yang lucu-lucu.

Langsung aja deh dieksekusi bikin beberapa set sekaligus.

Untuk sweaternya, aku pake pola dari michaels. Lumayan sih, karena tusuknya model moss stitch, jadi sambungan lebih rapi/ nggak kentara. Meski jujur, aku lebih suka yang minim sambungan/ potongan.

Dibuat dengan benang katun warna denim, hasilnya cukup elegan.

Sementara itu untuk topinya, aku pake model aviator seperti yang ada di repeatcrafterme.com

Sepatu boot yang macho dan serasi juga dibuat dengan pola gratis dari repeatcrafterme.

Model topi aviator dengan warna lain:

Semoga yang menerima suka ya..^^

Happy crocheting

Nisa

Posted on Leave a comment

Baby Set Rajut untuk Bayi Perempuan : Sweet Peach

Bismillaah…
Udah lama banget nggak merajut baby set ya. Berhubung lagi mood, ya sudah akhirnya bikin poncho/ cape untuk bayi dan sepatu rajut bayi.
Untuk materialnya, aku pakai soft cotton yang emang halus dan nyaman untuk wearables.
Daan.. karena pakai hook 5mm, rajutan jadi cepet selesai. Alhamdulillaah…
Baby poncho crochet for 6-9 month. Tergantung juga dedeknya gemuk apa mungil, hihi..
Oh, aku suka aksen abu-abu tua sedikit di bagian edgingnya. Tadinya mau aku kasih kuning, tapi takut norak, nggak jadi deh…hehe

Selain poncho ada booties juga. Yang ini ukurannya agak gede jadi kayaknya oke juga kalo pake sol…hmm, next deh insya Allaah.

Oh ya pola sepatu ini adalah Loopy Love-nya Moogly. Gampang banget, cute juga hasilnya.

Okee, segitu aj my last weekend project. What about you?

Happy crocheting

Nisa