Posted on 8 Comments

15 Tusuk Crochet untuk Hasil Rajutan yang Eksklusif dan Elegan (2021)

tusuk rajut eksklusif dan elegan

Postingan ini sudah diupdate Agustus 2021 – Tusuk crochet itu sangat beragam dan jumlahnya tak terhitung lagi. Saking banyaknya kadang kita bisa bingung mau belajar yang mana dulu.

Bagi yang nggak ada ide mau menerapkan tusuk crochet yang mana untuk projek rajutan kali ini, coba intip postingan ini. Semua list ini cocok untuk projek rajutan baik oleh yang udah profesional maupun bagi yang baru belajar merajut.

15 Tusuk Crochet untuk Hasil Rajutan yang Eksklusif dan Elegan

1. Tusuk Kerang Tekstur dari MyPicot

Yang bikin saya suka dari tusuk ini adalah motif kerangnya agak bertekstur. Project yang bisa dibikin dari tusuk kerang ini juga bervariasi. Yuk, lihat cara membuatnya di crochet textured shell stitch di MyPicot.

2. V Stitch dari Mama in a Stitch

Motif V dihasilkan dengan apik dengan tusuk crochet ini. Hasilnya memang agak berongga. Jadi kalau dijadikan motif untuk sweater lumayan semriwing / cocok untuk daerah tropis pokoknya. Selain berongga, kelebihan tusuki in juga bisa diaplikasikan untuk selimut/blanket. Simak caranya di mamainstitch.

3. Block Stitch by Hopeful Honey

Saya nggak tahu apa bahasa Indonesianya untuk block stitch. Tusuk rajutan crochet ini menurut saya sangat keren karena bisa menghasilkan motif yang menarik bila memakai kombinasi warna yang pas. Tusuk rajutan crochet ini menurut saya sangat keren karena bisa menghasilkan motif yang menarik bila memakai kombinasi warna yang pas. Polanya bisa kamu simak di sini Block stitch by Hopeful Honey.

4. Jasmine Stitch by Meladora’s Creation

Tusuk crochet ini terdiri dari 5 puff-stitch yang dirajut membentuk pola bintang atau pola bunga melati. Polanya unik karena tekstur puff stitch membuat tampilan rajutan tak hanya cantik tetapi juga agak gemuk dan berisi. POlanya bisa dilihat di Meladora’s creation jasmine stitch.

5. Iris Stitch by Oui Crochet

Tusuk ini memiliki ciri khas berongga sehingga cocok untuk project rajutan seperti syal, poncho, shawl, tunik, vest, atau gaun. Kenapa? Karena tusuk ini manis dan memberi efek “jatuh” alias flowy. Sehingga pakaian tampak cantik dan elegan. Cek polanya di Oui crochet.

6. Moss Stitch by Moogly

Mau ngerajut agak padat tapi hemat benang? Pakai tusuk moss/granite ini. Saya pernah nyoba bikin tas dengan tusuk rajutan crochet ini. Cuma habis 2 gulung poliester saja untuk tas jalan-jalan… superhemat deh! Cukup berbekal pengetahuan tentang chain dan single crochet saja, kamu sudah bisa praktik motif ini! Yuk, simak cara membuatnya di Moogly Moss Stitch.

7. Cable Stitch Crochet/ Cross Over Stitch by Dedri Uys

Ini motif yang menarik dan cute juga apalagi kalau bisa bermain warna. Polanya bisa dilihat di Cable stitch crochet by lookwhatimade.

8. Window Flower Stitch by Dearest Debi

Motif ini bisa digunanakan untuk berbagai macam proyek rajutan. MUlai dari topi, selimut, pakaian, gaun, sweater, hingga untuk renda/edging. Simak cara membuat motif ini di Dearestdebi.

9. Backpost Single Crochet Stitch by Jessy & Melissa

Teknik membuat tusuk dengan motif dan tekstur seperti gambar di atas adalah dengan membuat variasi sc di bagian stem (batang) sc, bukan di atas stitch-nya. Berikut pola tusuk rajut elegan bpsc dari Jessy & Melissa

10. Tusuk Crochet Aligned Puff Stitch by New Stitch a Day

Tusuk puff stitch divariasikan dengan hdc, ch, sc, dan hdc4tog sehingga menghasilkan tusukan simetris, rapi, dan elegan. Kamu juga bisa melihat videonya untuk belajar lebih detail tentang tusuk aligned puff stitch dari New Stitch a Day.

11. Braided Stitch by CrochetBeja

Tusuk braid stitch terlihat unik skelaigus stylish karena teksturnya yang sempurna untuk berbagai rajutan seperti selimut bayi. Selain itu, kamu juga bisa berkreasi dengan tusuk ini untuk merajut syal, sarung bantal, hingga sweater hangat. Lihat cara membuatnya di Crochet Braided stitch by crochetbeja.

12. Crocodille Stitch by Twisted Yarn

Tusuk crocodile stitch sempat booming beberapa tahun lalu, tetapi hingga kini masih banyak perajut yang tertaik menjajal tusuk ini karena teksturnya yang unik dan bisa dijadikan beragam projek. MIsalnya untuk membuat home decor, tas rajut, atau apa saja sesuai imajinasi crocheter semua. Keliahtannya ribet, padahal sebenarnya mudah kok cara membuatnya. Yuk, cari tahu bagaimana membuat tusuk ini di sini crocodille stitch.

13. Harlequin Stitch by Jusbcrafty

Ingin tampilan yang manis dan menawan dengan aneka warna benang? Coba dengan harlequin stitch deh. Colorways-nya unik terutama untuk membuat projek besar seperti selimut. Polanya bisa dicek di blog justbcrafty harlequin stitch.

14. Larksfoot Crochet Stitch Pattern by Yarn and Hooks

Larksfoot stitch juga cantik dan elegan jika memakai warna benang yang sesuai. Begini cara membuat Larksfoot crochet stitch by yarnandhooks.

15. Tusuk Crochet Unik Alpine Stitch by Crochetpedia

Terakhir kamu bisa mencoba membuat alpine stitch seperti gambar di atas. Motifnya didominasi fpdc yang diatur dengan pola tertentu menghasilkan tekstur yang berselang-seling, rapi, dan elegan tentunya. Simak cara membuat Pola alpine stitch by crochetpedia ya!

Selamat merajut!

Baca juga: 30 Pola Buket Bunga Rajut Crochet Gratis (update 2021)

Posted on Leave a comment

Anatomi, Fungsi, dan Konversi Ukuran Hakpen US, UK, Jepang

anatomi hakpen

Mengapa hakpen berbentuk meruncing? Mengapa ada ujung point yang membulat dan ada yang runcing? Kenali bagian-bagian anatomi, ukuran hakpen, dan fungsi dari setiap lekukan jarum crochetmu. Hal ini akan sangat membantu untuk membeli hakpen yang paling sesuai dengan preferensi.

Mengenal Anatomi Jarum Crochet (Hakpen/Hakken/Hook)

anatomi hakpen jarum crochet rajut

Jarum crochet atau hakpen yang biasa dipakai merenda memiliki desain ujung yang melengkung untuk mengait benang. Tepat di bagian bawah pengait terdapat leher hakpen yang mengecil (bowl atau groove), lalu di bawahnya lagi merupakan bagian yang menentukan besar-kecilnya lubang stitch yang dihasilkan (throat). Setelah itu, terdapat bagian untuk jempol tangan yang berfungsi memudahkan kita mengarahkan hakpen ke titik yang dituju (thumb rest). Terakhir ada gagang atau handel sebagai pegangan.

Baca juga: 10 Tusuk Crochet untuk Hasil Rajutan yang Eksklusif dan Elegan, yang Mana Favoritmu?

Fungsi Bagian-Bagian Anatomi Hakpen

1.Head : Terdiri dari beberapa bagian, yakni:

Point : ujung kepala hakpen yang fungsinya untuk menusuk stitch yang dituju. Point ada yang ujungnya halus membulat, dan ada yang tajam meruncing. Ujung point yang tajam bisa memecah pilinan benang, sehingga tidak direkomendasikan untuk kamu yang memakai benang yang mudah terurai pilinannya (misalnya, benang poliester/polycherry, atau katun lokal). Sementara ujung point yang tumpul relatif aman untuk segala jenis benang.

Lip : bagian yang berfungsi menangkap benang sewaktu merajut. Sebagian jarum yang dijual di pasaran ada yang ujungnya lancip dan ada yang tumpul/membulat.

Bowl/Groove: cekungan di bawah kepala hakpen yang fungsinya untuk menarik dan mengumpulkan benang. Sebagian jarum di pasaran ada yang cekungannya dalam dan ada pula yang cekungannya dangkal/pendek. Jika bowl/groove-nya pendek, biasanya akan menyebabkan benang terlepas dengan mudah. Namun, jika kamu memakai yang bowl/groove-nya terlalu dalam, bisa menyebabkan proses merajut lebih lama karena ada kemungkinan benang tersangkut.

Throat : bagian ini terletak di bagian working area yang fungsinya untuk membantu memperjelas posisi loop yang akan dirajut. Bagian ini juga menentukan konsisten atau tidak-nya lebar gauge yang dihasilkan. Ada 2 jenis throat, yakni yang memiliki lebar sama dengan kepala hakpen (inline throat) dan melebar (tapered throat). Versi inline berbentuk sama lebarnya antara ujung kepala hakpen dan leher hakpen, sehingga membantu menghasilkan gauge yang konsisten (cocok untuk kamu yang sering merajut rapat-rapat) sehingga menghasilkan stitch ukuran lebar yang mudah dirajut. Sementara versi tapered berbentuk kecil di bagian head dan throat, lalu makin membesar ke bawah batang hakpen .

Shaft: bagian batang di bawah leher hakpen yang berperan menentukan besar-kecilnya lubang stitch yang dihasilkan. Sebagian ada yang berbentuk lurus (straight), sebagian lagi ada yang bentuknya melebar (tapered).

Thumb rest: tempat meletakkan jempol tangan. Bagian ini cukup penting bagi sebagian perajut, karena membantu proses mengait hakpen dengan nyaman dan tak mudah lelah. Namun sebagian jarum juga ada yang tidak memiliki bagian ini. Jika kamu merasa bagian ini penting, kamu bisa mengecek sebelum membeli hakpen.

Handle: Bagian ini untuk memegang hakpen saat merajut. Sebagian hakpen memiliki handle yang nyaman karena didesain ergonomis untuk memudahkan merajut, tentunya hakpen dengan gagang spesial memiliki harga lebih mahal dibandingkan gagang biasa atau hakpen tanpa gagang.

Ukuran Hakpen dan Penomoran Jarum Rajut

Nomor ukuran hakpen terdiri dari beberapa versi. Kebanyakan jarum rajut di Indonesia diimpor dari China atau Jepang, sehingga umumnya yang beredar memakai satuan mm (milimeter). 

Terkadang pihak pembuat hakpen memiliki penomoran sendiri, sehingga mau tak mau kita sendiri yang harus mencocokkan ukuran tersebut ke satuan yang tepat.

Tabel Konversi Hakpen Crochet versi USA, UK, dan Jepang

Berikut konversi ukuran jarum crochet alias hakpen yang saya lansir dari situs: Habbedash.

Semoga postingan kali ini bermanfaat ya!

Happy crocheting!

Posted on Leave a comment

Belajar Merajut Jadi Bisnis Menguntungkan

Kita semua sepakat, bahwa di masa pandemi ini kehidupan banyak orang mendadak serba sulit. Sebagian disana ada yang kehilangan pekerjaannya, sebagian yang lainnya omset usahanya menurun drastis. Menyebabkan banyak orang dituntut untuk mempunyai sumber pemasukan baru. Salah satu ide bisnis yang akan kita bahas kali ini adalah tentang bisnis rajutan yang dibuat secara handmade.

Merajut adalah suatu proses merangkai benang dengan menggunakan jarum khusus, sehingga dihasilkan barang baru sesuai pola. Seni merangkai benang dengan jarum khusus ini sebenarnya ada dua jenis, yakni knitting yang diterjemahkan menjadi merajut, dan crocheting atau biasa disebut merenda. Bedanya, kalau knitting menggunakan dua jarum (knitting needles), sedangkan crocheting menggunakan satu jarum yang disebut hook/hakpen/hakken.

Hasilnya, baik knitting maupun crocheting, mempunyai nilai jual yang sangat menjanjikan. Bayangkan saja, dengan modal terjangkau, Amelia Putri (seorang knitter, knitwear designer, yarn diy-er, serta owner PAPIPUT YARN sejak 2014) bisa menjual hasil rajutan hingga untung 300%. Tentu, ini lebih karena waktu dan skill dari si perajut yang dihargai mahal. Video inspiratif tentang prospek bisnis rajut Amelia Putri (yang akrab disapa Mba Puput) bisa dilihat di YouTube ini, video garapan BERGURU dari NinjaXpress.co.

Papiput Yarn
Sumber: Google My Business Papiput Yarn

Apa yang harus Disiapkan untuk Belajar Rajut?

1. Materi Belajar Rajut

Materi belajar bisa didapat dari mana saja. Buku-buku, video, kursus offline maupun online. Sesuaikan saja dengan gaya belajarmu. Belajar merajut itu tidak harus ikut kursus atau pelatihan kok, otodidak juga bisa. Meski sebagian orang memilih belajar langsung face-to-face, karena dengan begitu kita bisa melihat step pembuatan secara langsung dan hasilnya bisa langsung dikoreksi oleh guru rajut yang ahli.

Saya sendiri belajar crocheting secara khusus tidak punya guru atau ikutan kursus. Sama seperti Mba Puput, saya banyak belajar dari YouTube, mengunjungi situs-situs yang berkaitan, dan melakukan banyak eksperimen sendiri. Selain belajar lewat video, saya juga memiliki beberapa buku pola untuk bahan belajar. Pilih saja buku yang dikhususkan untuk pemula.

2. Benang dan Alat Rajut

Selain skill, hal lain yang penting adalah mencari material benang rajut yang tepat. Dari pengalaman, saya mencoba berbagai merek benang baik lokal maupun impor hingga akhirnya menemukan benang yang saya anggap cocok. Ada banyak penjual benang dengan seabrek jenisnya (seringnya saya beli di marketplace dan cari kurir yang paling cepat sampai+hemat ongkirnya).

Awal merajut dulu saya memilih benang yang ukurannya agak besar. Supaya apa? Ya, supaya lebih gampang lihat tusuk rajutannya. Berdasarkan pengalaman saya, material benang katun dengan helai yang tak mudah terurai lebih direkomendasikan daripada benang yang berbulu. Malah sebenarnya kalau kita kreatif, benang nggak usah beli juga bisa kok.

Sebagian teman-teman perajut memanfaatkan t-shirt yang nggak dipakai untuk dirajut menjadi produk yang keren-keren. Misalnya, keset, pelapis kursi, penutup galon, pot bunga, macam-macam sih.

Selain bisa bikin benang dari t-shirt, kamu juga bisa pakai tali kur, tali rafia, kresek, tali dari pelepah pisang, dan lainnya. Perlu diingat, jika diameter benang semakin besar, maka ukuran jarum yang dibutuhkan juga menyesuaikan ya.

Ngomong-ngomong soal jarum, kamu bisa pilih yang gagangnya paling nyaman saat dipegang. Untuk knitting maupun crocheting, saya lebih suka jarum dari bahan kayu atau bambu karena lebih keset (nggak licin). Jadinya saat merajut, benangnya nggak mudah “terpeleset” dan lepas. Tapi kalau sudah mahir, boleh juga pakai bahan apapun termasuk metal, akrilik, atau aluminium.

Cara Menjual Hasil Rajutan

1. Lakukan riset produk rajutan yang diminati

Pertama, kamu harus pantau kira-kira barang rajutan yang ramai peminat seperti apa. Suka fashion? Mungkin kamu bisa pertimbangkan membuat item seperti sweater, cardigan, topi, tas, atau kaos kaki. Jika kamu suka yang lucu-lucu, kamu bisa fokus membuat aneka amigurumi. Atau boleh juga bikin pernak-pernik baby items untuk kalangan millenial moms yang suka bayinya tampil kece dengan rajutan unik.

Setelah riset dan fokus dengan niche rajutanmu, kuasailah pembuatan barang tersebut. Pola rajutan bisa tersebar di berbagai media, baik media online seperti blog, forum, atau komunitas khusus perajut seperti Ravelry, bahkan kamu bisa dapatkan dari buku merajut yang ada di toko buku. Bereksperimenlah dengan banyak pola rajutan untuk mematangkan skill.

2. Pre-order atau ready stock? Online atau offline? Tentukan sistem penjualannya

Menjual hasil rajutannya? Saya biasa melakukannya dengan sistem pre-order dahulu. Buat 1-2 contoh hasil produk. Kemudian foto dengan gaya se-aesthetic mungkin, trus bisa langsung posting di sosmed.

Cara pre-order ini jauh lebih irit karena nggak perlu keluar modal banyak. Selain itu, marketingnya simple, lebih banyakan laku di circle sendiri lewat word-of-mouth, lumayan kan buat tambahan di masa-masa sulit seperti sekarang ini?

Selain cara pre-order, kamu juga bisa nyetok produk rajutan untuk dipasarkan di toko-toko kerajinan. Beli benang secara grosir biar lebih murah, lalu buat berbagai produk rajutan yang dikemas dengan rapi, kemudian titipkan ke toko-toko kerajinan di kotamu. Cara ini akan efektif jika kamu aktif berjejaring dengan sesama komunitas crafter di kota. Biasanya komunitas pengrajin saling membantu dan saling support untuk mengembangkan bisnis handicraft di wilayah yang sama.

Selain jualan item rajutan, kamu juga bisa memperluas cakupan bisnis seperti yang dilakukan Mba Puput. Bukan hanya sekedar membuat rajutan, ia juga mendesain pola dan mewarnai benang sendiri secara handmade. Kalau sudah mahir merajut, tak ada salahnya mencoba mendesain pola pakaian, topi, atau home decor lalu menjualnya di situs craft seperti Etsy atau Ravelry. Umumnya pola rajutan dibuat dalam bentuk file PDF yang bisa diunduh secara instan. Jika desain pola rajutanmu banyak disuka, satu pola saja bisa menghasilkan untung yang lumayan. Apalagi kalau dijajal oleh para perajut di seluruh dunia dan laku hingga berkali-kali lipat.

Ide bisnis lainnya seputar merajut adalah menjual bahan dan alat serta pernak-pernik pendukung. Sebagian perajut umumnya memiliki galeri karya dan menjual material seperti; benang aneka jenis, jarum, buku pola, dan pernak-pernik lain. Berjualan alat dan bahan benang ini lumayan menguntungkan karena umumnya perajut selalu merasa tak cukup dengan koleksi benang yang dimiliki. Kalau sudah jatuh cinta dengan rajutan, pengennya beli benang melulu setiap bulan, ups.

3. Beri edukasi target market

Rajutan memang prospeknya lumayan cerah ya. Sudah dibuktikan Mba Puput yang bisa menembus pasar internasional. Memang kalau sebagian pasar dalam negeri masih kurang apresiasinya terhadap produk handmade. Gimana bisa cuan, kalau barang yang dirajut susah payah ditawar dengan harga sangat rendah?

Jadi memang sebaiknya, selain fokus mengembangkan skill merajut dan berjualan, sebaiknya sering-sering juga mengedukasi calon pembeli. Jangan bosan menjelaskan mengapa barang handmade itu lebih mahal, bagaimana proses pembuatannya, bagaimana treatment-nya produk rajutan yang beda-beda, dan bahan apa yang dipakai, jelaskan agar target pembeli memahaminya.

Masa Depan Bisnis Rajutan

Sebenarnya, justru saat pandemi seperti sekarang ini bisnis yang berbasis hobi berkembang pesat, tak terkecuali dengan merajut.

Merajut memang bukanlah hobi biasa. Dulu saya pernah menuliskan manfaat kegiatan ini. Salah satu manfaatnya adalah merajut bisa menjadi peluang bisnis. Bahkan jika dimaksimalkan, bisa berpotensi menghasilkan cuan yang nggak sedikit.

Tak ada salahnya mencoba banting setir dengan mulai belajar merajut. Toh, kita tak pernah tahu seperti apa hasilnya jika tidak mencobanya. Siapa tahu dengan belajar merajut, ladang rezeki yang baru terbuka di depan matamu. Who knows?!

Untuk kamu yang masih belum yakin dengan bidang rajut-merajut ini, sebaiknya simak deh channel NinjaXpress.co di YouTube. Mereka punya program BERGURU (Belajar Ragam Usaha Baru) yang memberikan inspirasi kepada kita tentang peluang-peluang bisnis pada masa pandemi, worth it! Mungkin disana kamu akan menemukan ide bisnis yang cocok.

Selain itu, NinjaXpress.co juga berkomitmen kuat untuk memajukan UMKM, khususnya pada masa-masa sulit sekarang ini. Lewat program Ninja Academy (https://www.ninjaacademy.co), UMKM bisa mendapatkan pelatihan intensif guna memajukan bisnis mereka, langsung dari para ahlinya.Bagi rekanan UMKM yang mendaftar, ada diskon khusus untuk menggunakan ekspedisi NinjaXpress.co. Dengan motto #ObsesiUntukNegeri, NinjaXpress.co optimis mampu mengakselerasi pelaku bisnis di Indonesia.

Posted on 10 Comments

Belajar Rajut Itu Mudah, Jika Tahu Kuncinya

Bagaimana awalnya saya belajar merajut? Well, saya jatuh cinta dengan rajutan tanpa sengaja. Itu terjadi sekitar tahun 2007. Saat saya berjalan-jalan ke Malioboro pasca Praktek kuliah lapangan (PKL) di Jogja bersama seorang kawan.

Tas rajutan handmade yang dibuat dengan teknik crochet itu memiliki nuansa etnik yang membuat hati saya tertawan. Harganya? Kalo nggak salah sekitar Rp 15.000 waktu itu. Murah sekali.
 
Saya pun tertarik untuk belajar rajut. Apalagi harga alat dan bahannya cukup terjangkau. Di kota saya, saya bisa mendapatkan hakpen dan benang dengan harga tak lebih dari Rp 10.000 (saat itu tahun 2010 atau 2011 saya lupa).
 
Belajar merajut pun mulai saya lakukan. Berbekal video tutorial yang beredar di YouTube, saya belajar cara merajut untuk pemula.
 
Pertama tentu saja bagaimana membuat chain stitch (atau tusuk rantai), kemudian berlanjut dengan single crochet (tusuk tunggal), double crochet (tusuk ganda), dan half-double crochet (tusuk hdc).

Referensi lainnya? Baca juga:

 
Menurut saya jika baru mulai belajar rajut, yang harus disiapkan selain alat dan bahan adalah materi crochet yang jelas dalam bentuk video. Mengapa harus video? Karena selain kita bisa langsung melihat dan praktek sekaligus.
 
Meniru secara langsung lewat video lebih efektif, karena:
 
  1. Kita bisa melihat cara memegang hakpen dengan benar
  2. Kita bisa melihat bagaimana mengait, lubang mana yang dimasuki hakpen, dan membuat tusukan dengan tepat.
  3. Kita bisa mengulang video jika kurang jelas.
  4. Metode lewat video cocok untuk tipe pembelajar visual, auditori, dan kinestetik sekaligus.
  5. Banyak sekali tutorial gratis untuk membuat item rajutan. Bahkan yang sangat kompleks/ rumit sekalipun
Saya sendiri sampai sekarang masih suka belajar merajut dengan melihat video tutorial. Beneran deh, cepat banget progress-nya dibanding baca buku.

Belajar Merajut Itu Mudah, Jika Tahu Kuncinya

Jadi apa kunci belajar merajut? Ada 3 hal yang saya rumuskan berdasarkan pengalaman pribadi.
 
#1. Ulet dan Pantang Menyerah
credit: crochayboxes
Menurut saya, belajar merajut itu sama seperti kita belajar yang lainnya.
 
Kunci utamanya tentu saja kita harus ulet/ gigih dan bersemangat.
 
#2. Belajar dari dasar dengan optimis
 
credit: crochayboxes
 
Awalnya melihat hasil rajutan yang tampak rumit dan detil pasti bikin kita mikir,
 
 “apa iya aku bisa bikin ginian? Huff… njelimet banget, nih? Susah kayaknya.”
 
Jangan dulu pesimis, lebih baik belajar dulu tekniknya sedikit demi sedikit. Karena semua hal yang kita lihat hebat itu dulunya juga dimulai dari hal yang sederhana, bahkan bermula dari kesalahan.
 
 
Pohon besar dulunya hanyalah tunas kecil yang bersaing dengan rumput untuk bisa tumbuh menjadi besar, kuar, dan berbuah manis.
Dan perajut terhebat dulunya juga seorang pemula (seperti saya dan kamu yang baru belajar merajut). Bukankah begitu?
 
#3.Menyiapkan Alat dan Bahan yang Diperlukan
credit: crochayboxes
Setelah hati benar-benar mantab untuk belajar, maka barulah kita kumpulkan apa saja yang perlu disiapkan untuk mulai latihan merajut.
 
Pertama, kamu bisa cek di postingan ini untuk melihat apa saja yang diperlukan untuk belajar merajut. Kemudian langkah selanjutnya mendownload video tutorial rajut.
 
 Jika kamu belum tahu tentang hal ini, kamu bisa melihat di blog ini lho. Ada video belajar rajut mulai dari nol, yang menjelaskan tentang tusuk dasar rajut.
 
 

cara membuat rantai (lihat video ini)

cara membuat sc (lihat video ini)

cara membuat dc (lihat video ini)

cara membuat hdc (lihat video ini)

cara membuat triple crochet (lihat di sini)

Tutorial tusuk dasar rajut crochet untuk pemula

Setiap jenis tusuk rajut memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Single crochet atau tusuk tunggal adalah yang paling pendek, rapat, dan kecil. Tusuk ini bagus untuk membuat karya yang membutuhkan kerapatan seperti pakaian, jaket, sepatu bayi, dll.

Sifat benang yang dipakai juga bisa mempengaruhi bentuk rajutan dengan sc. Benang yang kaku akan semakin membuat produk dengan tusuk tunggal yang full terlihat kaku dan tidak bisa melar. Benang kaku yang dirajut dengan tusuk tunggal paling cocok untuk produk yang kokoh seperti tas, ransel, cover, wadah laptop, dll.

Tusuk hdc memiliki tinggi sedang. Tusuk dc agak mirip dengan hdc, hanya lebih tinggi sedikit. Kerapatannya sedang. Produk yang dirajut dengan hdc atau dc lebih cepat selesai dibanding sc. Selain itu hasil akhirnya juga lebih lemas dan tidak terlalu kaku. Produk yang cocok dirajut dengan hdc atau dc adalah syal, sepatu bayi, slipper, wadah hp, tas serut, dll.

Tusuk tr merupakan tusuk yang lebih tinggi dari tusuk dc. Sifatnya sangat lemas dan berongga. Salah satunya, tusuk tr ini cocok untuk membuat renda yang menghasilkan efek gelombang. Saya juga suka memakai jenis tusuk tr untuk membuat hiasan dinding dengan motif overlay.

Demikian semoga cukup jelas ya. Jika ada pertanyaan, silakan layangkan di kolom komentar. Insya Allah akan saya balas semampu saja.Thanks for reading. Semoga bermanfaat.

Happy crocheting 

—- Some images are creative commons from www.crochyayBoxes.co.uk

Posted on 2 Comments

Merajut Lingkaran untuk Alas/ Dasar Topi Rajut dan Lainnya

Sudah tahu cara merajut lingkaran? Membuat lingkaran crochet itu mudah kok. Saya akan tulis sesuai pengalaman saya.

Bagi yang belajar merajut, membuat lingkaran itu termasuk pondasi penting untuk beragam item. Apa saja rajutan yang harus dirajut dengan dasar lingkaran? Banyak!

Cara merajut lingkaran

Sebut saja, topi/ peci, tatakan gelas, bunga, amigurumi, taplak meja, sebagian granny square, ah…percaya, deh. Banyak pokoknya

Seputar Tips dan Cara Merajut Lingkaran

Kunci utama dalam merajut lingkaran adalah kemampuan logika dalam membagi jumlah tusukan sama rata hingga membentuk lingkaran sempurna.
Setiap baris lingkaran bertambah, maka total tusukan juga bertambah sesuai kelipatannya.

Umumnya jumlah kelipatannya adalah 12, 10, 8, atau 6. Meski ada juga yang menggunakan kelipatan 7, 15, dan lainnya. Intinya trgantung pola yang diikuti, gauge/ tension, maupun jenis stitch yang dipakai. Jika jumlah tusukan terlalu banyak hasilnya akan melebar dan bergelombang seperti lipatan rok, sebaliknya jika tusukannya kurang maka rajutan akan mengkerut ke bawah/ menyempit.

pinterest

Jadi sangat penting untuk menghitung dengan tepat dan merajut dengan presisi agar lingkaran terlihat simetris dan bulat sempurna.

Sekali lagi, jangan lupa… hitung jumlah tusuknya sesuai kelipatannya. Jangan sampai kurang atau kelebihan.

Kalau sudah terlanjur salah hitung, tak ada cara lain kecuali: bongkar, bongkar, bongkar… #eaa

Untuk tutorialnya memang sebaiknya lihat langsung di Youtube. Ada banyaak yang bikin tutorial versinya masing-masing.

Ada yang awalnya pakai chain 5 yang disambung menjadi satu dengan slip stitch. Ada pula yang memakai magic ring. 

Tutorial magic ring
YouTube courtesy
Tutorial cara merajut lingkaran yang datar
YouTube courtesy
Cara merajut lingkaran spiral
YouTube Courtesy

Merajut lingkaran yang sempurna membutuhkan banyak latihan. Pastikan kamu nggak langsung menyerah jika gagal membuat lingkaran di awal belajar merajut.

Saya sendiri butuh waktu beberapa bulan untuk menyempurnakan lingkaran rajut yang sempurna menurut saya. Karena dulu saya otodidak dan nggak ada sumber referensi yang bisa mengajarkan saya tentang hal ini.

Bersyukur banget, sekarang banyak tutorial rajut keren di internet. Jadi harusnya bisa lebih cepat belajar cara merajut lingkaran, ya?

Semoga postingan sederhana ini bermanfaat.

Happy crocheting

Nisa

Artikel terkait:

Benang yang cocok untuk merajut pakaian bayi

Posted on Leave a comment

Benang yang Cocok untuk Merajut Baju, Topi, dan Sepatu Bayi Crochet

benang rajut yang cocok untuk bayi

Beberapa waktu lalu ada yang komen dan bertanya, ” benang rajut yang cocok untuk bayi apa, ya? ”
Sekalian aja untuk menjawab pertanyaan itu saya bikin postingan ringkas untuk menjawabnya.

Secara diplomatis, jawabannya adalah tergantung. Tergantung selera, budget, keinginan klien, bla bla bla..ini-itu banyak sekali

Tapi secara pribadi dan berdasarkan pengalamanku selama ini. Saya biasanya akan melihat dari karakteristik material benangnya. Bukan dari merk.

Jadi karakteristik yang sekiranya cocok untuk bayi itu apa? Jelas pilih yang:

  1. Nyaman di kulit bayi yang sensitif
  2. Halus, nggak kasar.
  3. Adem, nggak panas (yah, sesuai dengan kondisi kita di negara tropis).
  4. Nggak bikin alergi (kembali ke sensitivitas kulit masing-masing).

Saya sendiri biasanya bikin apparel dengan bahan benang yang terbuat dari katun. Kadang soft cotton kadang kasmilon. Walaupun pernah juga pakai akrilik halus (bukan siet loh, catet) atau wol merino (halus bangeet).

Dan sekarang lagi ngetren benang katun susu. Ada yang bilang milk cotton, dan ada yang bilang silk cotton. Nggak tahu kenapa namanya katun susu. Belum pernah nyobain. Apa saking halusnya gitu? Atau beneran mengandung susu? Or it’s just another marketing strategy? Hehe… Nggak tau ah. Kayaknya next project deh, pengen nyoba..insya Allah.

Setiap benang punya ciri khas masing-masing, dan masalah mau pakai yang mana tergantung selera dan ukuran budget yang kamu miliki.

Untuk benang rajut yang cocok untuk bayi, saya suka pakai jenis soft cotton karena empuk dan kokoh saat dirajut. Terutama kalau bikin booties. Bentuknya bisa terstruktur dengan apik, well-shaped. Meski lama-lama warnanya gampang pudar.

Sementara kasmilon atau katun bali, saya suka karena halus dan warnanya mengkilap.

Dari segi harga, baik soft cotton maupun kasmilon/katun bali juga setara. Sekitar Rp 15.000 per gulung (100 gram). Itu udah cukup bagus buat bikin anything knitted/crocheted items for kawaii baby. Nggak perlu pake benang import, imho.

Ini beberapa contoh baju bayi rajut, topi rajut, dan sepatu rajut dari benang favoritku.

so, inilah benang yang sering saya pakai. Benang rajut yang cocok untuk bayi di segala situasi.

Baca juga: 20 Pola Rajut Crochet Sepatu Bayi

I love all of them. Lembut, empuk, dan bisa untuk cuaca panas /dingin. Yep, it’s natural yarn: cotton!

Okeee…
semoga bermanfaat

Nisa

Posted on 4 Comments

Manfaat Merajut dari Aspek Kesehatan hingga Ekonomi

Banyak yang bilang begitu banyaknya manfaat merajut dari aspek ekonomi hingga kesehatan, bahkan aspek sosial.

Mengapa hobi merajut banyak digemari? Ada beragam alasan untuk menjawab pertanyaan itu. Bahkan saya pikir, jawaban antara satu orang dengan yang lain tidaklah sama. Hobi rajut sebagaimana hobi yang lainnya, memiliki aspek yang sangat personal.

flickr/jessie

Manfaat Merajut: Dari Soal Kesehatan, Ekonomi, dan Sosial

Manfaat Kesehatan

#1. Membantu Otot dan Otak, Serta Mencegah Alzheimer
Bagi seseorang, merajut bisa jadi adalah hobi yang sangat menyehatkan. Seseorang yang merajut dapat melepaskan tekanan otot-otot di tangan karena menuntut ketrampilan tangan dalam membuat suatu bentuk karya.
Makanya tidak heran kalau ada penelitian yang menyebutkan bahwa merajut adalah solusi yang bagus untuk mencegah alzheimer.
#2. Mempertajam Ingatan
Saya pernah pula membaca di surat kabar bahwa seseorang dapat terhindar dari kepikunan karena merajut. Ingatan mereka masih tajam meskipun sudah lanjut usia.
Mereka masih bisa berhitung dengan tangkas dan kecermatan mereka sangat bagus.
Manfaat merajut

#3. Terapi Kejiwaan/ Psikis

Selain itu dalam sumber yang lain, merajut juga mampu menjadi terapi yang bagus untuk penyakit kejiwaan tertentu.

Depresi kronis, stres, schizophrenia, dan demensia adalah beberapa jenis penyakit jiwa yang bisa diringankan dengan melakukan hobi satu ini.

Aktivitas ini memang membutuhkan ketelitian, repetisi, dan ketenangan.
Fokus pada bagian-bagian detail rajutan membuat seseorang lupa dengan pekerjaan lainnya.
Merajut membawa ke dunia baru yang hanya akan membuat kita mau tak mau fokus pada hitungan tusukan, jenis motif, warna, dan detail lainnya agar semata-mata hasilnya bisa menjadi sempurna.
Memandang aneka warna benang dan beragam teksturnya juga berdampak positif untuk mata.
Apalagi bagi yang seharian bekerja di depan monitor. Tentu saja mengalihkan sejenak pandangan mata ke tumpukan benang warna-warni akan sangat menyenangkan.

Manfaat Ekonomi

crochyayboxes

Merajut bukan cuma memberi manfaat untuk sisi psikologis kita. Tetapi juga bisa mendatangkan sisi profit untuk hasil karya yang berhasil dijual.

Meskipun tidak semua orang bisa mendapatkan banyak uang dari merajut, namun setidaknya ada aspek positif yang dirasakan seseorang saat mampu menjual hasil karya rajutannya.

Kepuasan yang dimiliki pun bukan cuma saat merajut karya yang cantik, unik, dan spesial. Namun kepuasan batin saat orang lain menghargai karya kita atau saat mereka memakainya adalah perasaan yang tak ternilai.

Manfaat Sosial

Kegiatan merajut juga dapat menghubungkan orang-orang dengan hobi yang sama untuk saling bertukar pikiran, saling berbagi pola, dan saling mengajari satu sama lain. Atau seperti kegiatan CAL yang saya lakukan di sini.
Sebagian ada yang membuat perkumpulan atau komunitas rajut di daerah masing-masing yang bisa dikunjungi para penyuka rajut handmade baik yang senior atau yang baru belajar.
Ada pula yang lebih nyaman untuk saling berhubungan dengan sesama perajut melalui grup-grup online, seperti di facebook, milis, dan situs-situs yang lainnya.
Apapun alasanmu menekuni hobi rajut ini maka semangatlah. Selama hal itu memberikan dampak positif baik untuk kebutuhan kesehatan, finansial, maupun kebutuhan sosial.
Happy crocheting
Nisa
Posted on Leave a comment

[Tutorial] Dasar Merajut Crochet: Membuat Chain Stitch

Sobat Shenisa, tahukah kamu bahwa membuat chain stitch atau tusuk rantai menjadi salah satu yang harus dipelajari pertama kali saat belajar merajut?

Yup. Ini teknik paling basic dan akan saya ulas di postingan kali ini.

Karena banyak teman yang bilang kalau belajar lebih mudah kalo melihat praktiknya secara langsung, jadi ya kali ini media belajarnya dari video aja.

Nah, karena aku dulu juga belajar dengan bantuan video tutorial cara membuat rajutan crochet dari YouTube akhirnya aku coba kasih referensi bagi pembaca blog ini dengan postingan macam-macam tusuk dasar rajut crochet.

Di antara tusuk dasar rajut crochet yang perlu diketahui adalah: chain, single crochet, double crochet, dan half double crochet. Kali ini kita akan belajar membuat chain stitch yang merupakan tahap paling awal dalam belajar merajut.

Saya sudah bikin tutorial fotonya. Untuk mempermudah penjelasan saya juga sertakan video untuk yang masih belum paham.

Tutorial Cara Membuat Chain Stitch

Chain atau tusuk rantai berfungsi sebagai tusuk paling dasar untuk membuat rajutan. Selain itu ch juga menjadi patokan untuk membalik rajutan dan menetapkan tinggi tusuk di awal baris.

Misalnya, untuk tusuk sc butuh 1ch, tusuk hdc butuh 2 ch, tusuk dc butuh 3ch, tusuk tr butuh 4ch, dan seterusnya.

Cara membuat chain stitch

Buat simpul hidup (slip knot), masukkan jarum. Tarik simpul hingga benang ketat / tidak terlalu longgar, jaga ukurannya agar kepala jarum tetap bisa keluar masuk lubang benang dengan leluasa. Kait benang sekali, keluarkan melalui lubang. Buat sepanjang yang kamu inginkan.

Teknik membuat tusuk rantai (ch)
Video dari Lionbrand
Tutorial by Bella Coco

Lihat juga: Cara Membuat Single Crochet (sc)

Posted on Leave a comment

[Tutorial] Dasar Merajut Crochet: Membuat Triple Crochet

[Tutorial] Dasar Merajut Crochet: Membuat Triple Crochet – Yuk saatnya belajar bagaimana membuat triple crochet.

Triple crochet atau treble crochet (tr) pada dasarnya memiliki prinsip pembuatan yang sama dengan double crochet. Hanya saja tusuk triple crochet lebih tinggi daripada dc.

Bahkan jika memahami tusuk dc, kita bisa membuat tusuk yang semakin panjang sesuai jumlah kaitan benang yang kira buat di proses paling awal membuat tusuk tersebut.

Tak heran jika tusuk ini menjadikan rajutan memiliki tusukan yang panjang/tinggi dan renggang.

Lihat caranya:

Cara membuat Triple Crochet (Tr)

Cara membuat tusuk tr adalah:

  1. Dengan mengait benang dua kali di atas hakpen.
    Lalu masukkan hakpen ke ch ke-5 dari jarum. Kait benang sekali lagi di atas hakpen dan keluarkan benang tersebut melalui tempat masuknya hakpen tadi (sisa 4 benang di hakpen). Kait benang sekali, keluarkan melewati dua kaitan benang (sisa 3 benang di hakpen). Kait lagi benang sekali dan keluarkan dua kaitan (sisa 2 benang di hakpen). Kait benang sekali dan keluarkan melewati sisa 2 benang terakhir yang ada di hakpen.
  2. Sudah jadi 1 tr
  3. Langkah membuat tr berikutnya. Kait benang dua kali, masukkan ke ch di sebelah tr. Ulangi proses dari * ke *
Membuat triple crochet atau treble crochet

Note: Untuk membuat tusuk yang lebih panjang lagi, kait benang di hakpen sebanyak, 3 x atau 4 x atau 5 x, sebanyak yang diperlukan.

Demikian macam-macam tusuk dasar rajut crochet yang sudah saya ulas. Insya Allah akan saya lanjutkan lagi jika ada waktu.

Semoga bermanfaat

Baca juga: 10 Tusuk Crochet untuk Hasil Rajutan yang Eksklusif dan Elegan

Posted on Leave a comment

[Tutorial] Dasar Merajut Crochet: Membuat Half Double Crochet

[Tutorial] Dasar Merajut Crochet: Membuat Half Double Crochet (HDC) adalah materi keempat yang akan kita pelajari. Half Double crochet disingkat HDC.

Cukup mudah cara membuat tusuk dasar ini, jadi teman-teman bisa langsung melihat video tutorialnya, seperti berikut ini:

 

Cara membuat HDC

Mirip dengan sc. Tusuk dasar hdc ini memiliki satu tahap proses seperti sc untuk menghasilkan tusuk yang lebih tinggi.

Membuat hdc / half double crochet

Caranya:
Kait benang sekali di atas hakpen. Masukkan ke ch ke-3 dari hakpen. Tarik benang yang dikait tersebut keluar melalui lubang chain (terdapat 3 benang di hakpen). Kait benang di hakpen sekali. Lalu keluarkan benang yang dikait tersebut melewati tiga sisa benang di hakpen sekaligus. Sudah jadi 1 hdc.

Untuk membuat hdc lagi, ulangi proses di atas di sebelah tusuk hdc yang pertama tadi. Buat sebanyak yang diperlukan.

Baca juga: Cara membuat triple crochet atau treble crochet