homeschooling
Apa itu Homeschooling? Mengenal Sekolah Rumah Lebih Dekat

Apa itu Homeschooling? Mengenal Sekolah Rumah Lebih Dekat

Definisi Homeschooling

Homeschooling adalah metode pendidikan untuk anak yang dijalankan di rumah. Secara harfiah, homeschooling artinya bersekolah rumah. Istilah lain homeschooling adalah sekolah mandiri, home-based learning, atau pendidikan rumah (home-education).

Prinsip utama homeschooling menekankan program belajar di rumah sebagai alternatif pendidikan di sekolah. Metode belajar ini diminati sebagian orang tua, karena orang tua berhak menentukan sistem belajar yang sesuai dengan minat, kemampuan, serta gaya belajar sang Anak.

Namun, homeschooling sendiri bukan berarti mewajibkan orang tua berperan sebagai guru untuk semua ilmu yang diajarkan pada anak loh. Semua pendampingan dan aktivitas belajar anak sah-sah saja kok jika dilakukan oleh orang tua, guru, atau kombinasi keduanya. 

Di sinilah peran besar orang tua sebagai fasilitator dan motivator untuk anak. Mereka tak boleh lepas tangan, justru wajib mendukung kegiatan belajar anak sepenuhnya. Caranya dengan memberikan fasilitas dan keleluasan belajar dengan siapapun di tempat mana pun asalkan sesuai nilai-nilai/norma yang dianggap penting keluarga.

Alasan Melakukan Sekolah Rumah

Photo by RODNAE Productions from Pexels

Homeschooling kian marak dari tahun ke tahun. Kemajuan ini bahkan dirasakan di berbagai belahan negara di dunia. Para orang tua memilih jalan mendidik anak-anak sendiri dibandingkan mengirimkan mereka ke sekolah umum atau sekolah asrama.

Apa alasannya? Ada beragam faktor yang memungkinkan hal ini. Namun, salah satu penyebabnya adalah ketidakpuasan orang tua akan pilihan pendidikan yang ada. 

Struktur sekolah yang umum selama ini dianggap kurang memberikan nilai pendidikan yang semestinya pada anak. Terlalu banyak pelajaran, materi sekedar dihafal tanpa dihayati dalam praktik sehari-hari, potensi unik siswa yang kurang tereksplorasi, hingga sistem nilai yang berdasarkan ranking. 

Terlebih adanya kasus kekerasan di sekolah, bullying, atau tekanan dari sistem pendidikan yang ada membuat sebagian orang tua khawatir. Akhirnya, dipilihlah jalan homeschooling yang dianggap mampu mendukung anak untuk belajar tetapi masih dalam koridor nilai-nilai dari orang tua.

Metode belajar Homeschooling jadi pilihan orang tua karena beberapa hal, seperti:

  • Kondisi kesehatan anak
  • Pandangan orang tua tentang metode pendidikan sekolah
  • Minat dan bakat anak

Homeschooling hadir kepada anak sebagai sistem belajar mengajar yang disesuaikan sedemikian rupa dengan kondisi, minat, bakat, keinginan, dan preferensi si anak.

Wawasan Sistem Pendidikan Homeschool di Indonesia

Indonesia sudah menjadikan sistem pendidikan homeschooling sebagai  metode belajar mengajar yang diakui negara. Pengakuan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 129 tahun 2014.

Dari sudut legal, homeschooling artinya proses layanan pendidikan yang secara sadar dan terencana dilakukan oleh orang tua/keluarga di rumah atau tempat-tempat lain dalam bentuk tunggal, majemuk, dan komunitas di mana proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana yang kondusif dengan tujuan agar setiap potensi peserta didik yang unik dapat berkembang secara maksimal.

5 Keuntungan Menerapkan Sekolah Rumah

  1. Manajemen waktu belajar fleksibel

Fleksibel dalam hal waktu membuat orang tua dan anak bisa belajar mengelola waktu efektif untuk belajar. Dalam 24 jam, anak bisa memilih waktu saat ia dalam kondisi maksimal dan fokus menerima pelajaran. Tak harus dari pagi hingga siang seperti jadwal sekolah pada umumnya. Anak bisa saja lebih konsentrasi belajar setelah subuh, saat sore hari, atau malam hari.

Penentuan waktu belajar di rumah menjadi kesepakatan antara anak, orang tua, dengan pengajar. Secara tidak langsung anak jadi belajar bernegosiasi, berdiskusi, dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.

  1. Bakat dan minat anak berkembang baik

Homeschooling berangkat dari ide setiap anak punya karakter uniknya sendiri-sendiri. Dari bakat, minat, gaya belajar, kemampuan, dan sifat individu.

Dengan homeschooling, karakter unik yang ada di diri anak tersebut diasah dan dioptimalkan sesuai dengan skill dan passion-nya.

  1. Waktu istirahat anak terjaga baik

Salah satu keuntungan fleksibilitas manajemen waktu belajar adalah menjaga faktor istirahat bagi anak.

Homeschooling menjadikan variabel waktu istirahat sebagai bahan pertimbangan. Tujuannya agar anak bisa maksimal menyerap materi pelajaran.

  1. Fleksibilitas lokasi belajar

Homeschooling memungkinkan anak belajar di berbagai lokasi selain rumah. Sehingga anak mendapat sensasi dan hal baru saat belajar. Seperti belajar di alam terbuka, museum, perpustakaan, atau lingkungan outdoor .

  1. Mencegah bullying dari sesama teman

Homeschooling memungkinkan orang tua membatasi pergaulan anak. Sehingga anak lebih aman dari risiko bullying.

Untuk menjaga efek negatif kehidupan sosial yang terbatas ini, anak bisa menjalani kehidupan sosialnya bersama tetangga dan saudara seumur.

Tertarik homeschooling? Lakukan 5 Persiapan Ini

Tuntutan terbesar sistem pendidikan homeschooling ada pada orang tua.

Karena homeschooling berarti memindahkan aktivitas sekolah ke rumah yang berisi berbagai aktivitas domestik rumah tangga.

Oleh karenanya, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan orang tua saat menjalankan metode belajar homeschooling bagi anak, yaitu:

  1. Memahami peraturan homeschooling

Orang tua perlu memahami Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 129 tahun 2014 dan juga peraturan homeschooling yang dikeluarkan dinas pendidikan setempat.

Tujuannya untuk menghindari risiko salah administrasi yang justru berbahaya bagi perkembangan jenjang pendidikan anak.

  1. Manajemen waktu orang tua

Belajar di rumah membutuhkan pengorbanan waktu yang lebih banyak bagi orang tua. Sehingga orang tua perlu mengatur waktu sebaik mungkin agar bisa menemani anak belajar dengan efektif.

  1. Menentukan pilihan metode sekolah rumah

Ada banyak opsi dalam sistem pendidikan homeschooling. Seperti opsi lembaga belajar, opsi guru, opsi kurikulum, dan lain sebagainya.

Untuk bisa menentukan opsi yang tepat, orang tua harus memahami wawasan dan praktik homeschooling yang terjadi selama ini di Indonesia.

Bergabung dengan berbagai komunitas homeschooling, mengikuti webinar bertema homeschooling, dan aktivitas riset lain dapat membantu orang tua membuka wawasan tersebut.

  1. Siapkan fisik, mental, dan wawasan orang tua 

Ada banyak hal yang harus disiapkan orang tua saat menjalani metode belajar homeschooling bagi anak. 

Sebabnya kehidupan orang tua akan terpengaruh signifikan dengan hadirnya homeschooling di rumah. Sebagai contoh, akan ada tetangga yang sinis atau berkomentar negatif tentang sistem pendidikan yang dijalani si anak.

Jika tidak dihadapi dengan bijak, hal ini akan memberi pengaruh ke kehidupan sosial orang tua dan anak.

  1. Orang tua mampu memfasilitasi dan berkolaborasi untuk pendidikan yang lebih baik 

Dalam sistem pendidikan berbasis rumah, orang tua bertanggung jawab penuh bagi kelancaran aktivitas belajar mengajar anak. Caranya dengan memberikan fasilitas yang layak untuk proses belajar. Misalnya, mengajak anak belajar tentang tanaman dengan praktik berkebun di rumah sendiri, mengajari tentang makhluk hidup kecil dengan mengamati lewat mikroskop, atau mengenal peta dengan melakukan traveling ke berbagai-kota.

Orang tua bisa berkolaborasi dengan orang yang ahli/berilmu, bisa dari kalangan kerabat, kenalan, atau pengajar profesional. Kolaborasi dengan si anak juga jadi faktor penting saat menjalankan sistem belajar homeschool ini. Sehingga ada pembagian tugas, kerja, dan tanggung jawab yang saling meringankan.

Itulah sekilas tentang home-education alias homeschool. Bagaimana menurutmu? Apakah kamu akan menerapkannya untuk anak-anakmu nanti? Jangan ragu sampaikan pendapatmu di komentar, ya! 

Tags :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *