tips rajut

Belajar Rajut Itu Mudah, Jika Tahu Kuncinya

Bagaimana awalnya saya belajar merajut? Well, saya jatuh cinta dengan rajutan tanpa sengaja. Itu terjadi sekitar tahun 2007. Saat saya berjalan-jalan ke Malioboro pasca Praktek kuliah lapangan (PKL) di Jogja bersama seorang kawan.

Tas rajutan handmade yang dibuat dengan teknik crochet itu memiliki nuansa etnik yang membuat hati saya tertawan. Harganya? Kalo nggak salah sekitar Rp 15.000 waktu itu. Murah sekali.
 
Saya pun tertarik untuk belajar rajut. Apalagi harga alat dan bahannya cukup terjangkau. Di kota saya, saya bisa mendapatkan hakpen dan benang dengan harga tak lebih dari Rp 10.000 (saat itu tahun 2010 atau 2011 saya lupa).
 
Belajar merajut pun mulai saya lakukan. Berbekal video tutorial yang beredar di YouTube, saya belajar cara merajut untuk pemula.
 
Pertama tentu saja bagaimana membuat chain stitch (atau tusuk rantai), kemudian berlanjut dengan single crochet (tusuk tunggal), double crochet (tusuk ganda), dan half-double crochet (tusuk hdc).

Referensi lainnya? Baca juga:

 
Menurut saya jika baru mulai belajar rajut, yang harus disiapkan selain alat dan bahan adalah materi crochet yang jelas dalam bentuk video. Mengapa harus video? Karena selain kita bisa langsung melihat dan praktek sekaligus.
 
Meniru secara langsung lewat video lebih efektif, karena:
 
  1. Kita bisa melihat cara memegang hakpen dengan benar
  2. Kita bisa melihat bagaimana mengait, lubang mana yang dimasuki hakpen, dan membuat tusukan dengan tepat.
  3. Kita bisa mengulang video jika kurang jelas.
  4. Metode lewat video cocok untuk tipe pembelajar visual, auditori, dan kinestetik sekaligus.
  5. Banyak sekali tutorial gratis untuk membuat item rajutan. Bahkan yang sangat kompleks/ rumit sekalipun
Saya sendiri sampai sekarang masih suka belajar merajut dengan melihat video tutorial. Beneran deh, cepat banget progress-nya dibanding baca buku.

Belajar Merajut Itu Mudah, Jika Tahu Kuncinya

Jadi apa kunci belajar merajut? Ada 3 hal yang saya rumuskan berdasarkan pengalaman pribadi.
 
#1. Ulet dan Pantang Menyerah
credit: crochayboxes
Menurut saya, belajar merajut itu sama seperti kita belajar yang lainnya.
 
Kunci utamanya tentu saja kita harus ulet/ gigih dan bersemangat.
 
#2. Belajar dari dasar dengan optimis
 
credit: crochayboxes
 
Awalnya melihat hasil rajutan yang tampak rumit dan detil pasti bikin kita mikir,
 
 “apa iya aku bisa bikin ginian? Huff… njelimet banget, nih? Susah kayaknya.”
 
Jangan dulu pesimis, lebih baik belajar dulu tekniknya sedikit demi sedikit. Karena semua hal yang kita lihat hebat itu dulunya juga dimulai dari hal yang sederhana, bahkan bermula dari kesalahan.
 
 
Pohon besar dulunya hanyalah tunas kecil yang bersaing dengan rumput untuk bisa tumbuh menjadi besar, kuar, dan berbuah manis.
Dan perajut terhebat dulunya juga seorang pemula (seperti saya dan kamu yang baru belajar merajut). Bukankah begitu?
 
#3.Menyiapkan Alat dan Bahan yang Diperlukan
credit: crochayboxes
Setelah hati benar-benar mantab untuk belajar, maka barulah kita kumpulkan apa saja yang perlu disiapkan untuk mulai latihan merajut.
 
Pertama, kamu bisa cek di postingan ini untuk melihat apa saja yang diperlukan untuk belajar merajut. Kemudian langkah selanjutnya mendownload video tutorial rajut.
 
 Jika kamu belum tahu tentang hal ini, kamu bisa melihat di blog ini lho. Ada video belajar rajut mulai dari nol, yang menjelaskan tentang tusuk dasar rajut.
 
 

cara membuat rantai (lihat video ini)

cara membuat sc (lihat video ini)

cara membuat dc (lihat video ini)

cara membuat hdc (lihat video ini)

cara membuat triple crochet (lihat di sini)

Tutorial tusuk dasar rajut crochet untuk pemula

Setiap jenis tusuk rajut memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Single crochet atau tusuk tunggal adalah yang paling pendek, rapat, dan kecil. Tusuk ini bagus untuk membuat karya yang membutuhkan kerapatan seperti pakaian, jaket, sepatu bayi, dll.

Sifat benang yang dipakai juga bisa mempengaruhi bentuk rajutan dengan sc. Benang yang kaku akan semakin membuat produk dengan tusuk tunggal yang full terlihat kaku dan tidak bisa melar. Benang kaku yang dirajut dengan tusuk tunggal paling cocok untuk produk yang kokoh seperti tas, ransel, cover, wadah laptop, dll.

Tusuk hdc memiliki tinggi sedang. Tusuk dc agak mirip dengan hdc, hanya lebih tinggi sedikit. Kerapatannya sedang. Produk yang dirajut dengan hdc atau dc lebih cepat selesai dibanding sc. Selain itu hasil akhirnya juga lebih lemas dan tidak terlalu kaku. Produk yang cocok dirajut dengan hdc atau dc adalah syal, sepatu bayi, slipper, wadah hp, tas serut, dll.

Tusuk tr merupakan tusuk yang lebih tinggi dari tusuk dc. Sifatnya sangat lemas dan berongga. Salah satunya, tusuk tr ini cocok untuk membuat renda yang menghasilkan efek gelombang. Saya juga suka memakai jenis tusuk tr untuk membuat hiasan dinding dengan motif overlay.

Demikian semoga cukup jelas ya. Jika ada pertanyaan, silakan layangkan di kolom komentar. Insya Allah akan saya balas semampu saja.Thanks for reading. Semoga bermanfaat.

Happy crocheting 

—- Some images are creative commons from www.crochyayBoxes.co.uk

9 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *